PONTIANAK POST – Huawei resmi membuka penjualan paket stylus untuk ponsel tri-fold andalannya, Mate XT 2, setelah versi reguler ponsel ini lebih dulu meluncur awal bulan ini.
Mate XT 2, ponsel lipat tiga dengan sejumlah pembaruan signifikan, resmi diperkenalkan pada 7 September lalu.
Selain versi standar yang sudah lebih dulu dijual, Huawei kini menghadirkan paket khusus bernuansa edisi kolektor yang dilengkapi konfigurasi RAM dan penyimpanan berbeda.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Bawa Teknologi Layar iPhone Duo ke iPhone Pro Mulai 2029, Ini Keunggulannya
Paket stylus set ini secara eksklusif hanya tersedia dalam konfigurasi RAM 16GB dan penyimpanan 2TB.
Selain itu, paket ini turut menyertakan stylus M-Pen 3 Mini senilai sekitar Rp3 juta serta casing pelindung khusus.
Secara keseluruhan, harga paket tri-fold ini dibanderol sekitar Rp74,4 juta .
Di luar perbedaan RAM, penyimpanan, dan bundel aksesori tersebut, seluruh fitur dan spesifikasi lain pada paket stylus ini sama persis dengan versi reguler.
Baca Juga: OPPO Watch S2 Resmi Meluncur, Harga Rp3,9 Juta dengan Baterai Tahan hingga 10 Hari
Ponsel ini ditenagai chipset Kirin 9050 Pro, dengan desain lipat berbasis konsep LogicFolding dan Tau Scaling Law yang diklaim meningkatkan performa CPU hingga 24 persen pada pengujian single-core dan 52 persen pada multi-core.
Mate XT 2 kini mengusung mekanisme lipat ke dalam (inward-folding), dengan layar utama 10,2 inci dan layar sampul 6,5 inci.
Kedua layar mendukung resolusi 3K dan dilengkapi teknologi Privacy Display berbasis perangkat keras yang melindungi tampilan dari pandangan orang di sekitar.
Dari sisi kamera, ponsel ini membawa empat kamera belakang, terdiri atas kamera utama 50MP dengan rentang dinamis ultra, kamera ultra lebar 40MP, kamera telefoto periskop 50MP, serta lensa multispektral generasi ketiga. Di bagian depan, terdapat dua kamera selfie 8MP.
Baterainya berkapasitas 5.600 mAh dengan dukungan pengisian cepat berkabel SuperCharge 66W dan nirkabel 50W. Ponsel ini juga mendukung eSIM, Bluetooth 6.0, NearLink, dan konektivitas satelit. (*)
Editor : Budi Miank