PONTIANAK POST – Membayangkan laptop yang bisa mengubah foto produk menjadi adegan sinematik, membuat video pendek lengkap dengan audio, hingga membantu menyusun draf proyek menggunakan AI tanpa mengunggah berkas ke internet, kini bukan lagi sekadar konsep. ASUS menghadirkan kemampuan tersebut melalui ProArt P14 dan ProArt P16 yang resmi masuk pasar Indonesia pada 20 Oktober 2026.
Kedua laptop kreator profesional itu menggunakan superchip NVIDIA RTX Spark™ dan Unified Memory hingga 128 GB. Harga resminya mencapai Rp80.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp113.999.000 untuk ProArt P16.
Dengan harga setara kendaraan bermotor premium, keduanya bukan laptop yang ditujukan bagi pengguna yang hanya mengandalkan peramban, aplikasi perkantoran, atau penyuntingan ringan. ASUS membidik kreator profesional, rumah produksi, agensi kreatif, seniman digital, dan pengembang yang membutuhkan komputasi AI serta pengolahan konten berat dalam perangkat portabel.
Daya tarik utamanya adalah kemampuan menjalankan model AI secara lokal. Artinya, sejumlah pekerjaan dapat diproses langsung di laptop tanpa harus terus-menerus mengirim foto, video, atau dokumen proyek ke server penyedia AI.
Namun, AI lokal bukan berarti laptop sepenuhnya bebas internet. Pengguna tetap membutuhkan koneksi untuk mengunduh model dan aplikasi, memperbarui perangkat lunak, serta menjalankan layanan yang memang bergantung pada jaringan.
Dari Foto Produk Menjadi Video dalam 5 Menit 54 Detik
Salah satu demonstrasi yang menarik datang dari pengujian internal ASUS Indonesia menggunakan ProArt P14 dengan memori terpadu 64 GB.
Dalam pengujian pertama, ASUS menjalankan Qwen Image 2.1 melalui ComfyUI Desktop untuk mengolah foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1.024 piksel dengan 40 langkah pemrosesan. ASUS melaporkan penggunaan memori GPU mencapai puncak 19,8 GB.
Pengujian kedua lebih dekat dengan kebutuhan produksi konten video. Model MiniMax H3 digunakan untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Proses tersebut selesai dalam lima menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU mencapai puncak 28,1 GB.
Angka itu memberikan gambaran tentang kebutuhan komputasi AI generatif yang dapat ditangani perangkat. Meski demikian, waktu pemrosesan tersebut merupakan hasil pengujian internal ASUS, bukan jaminan kecepatan untuk setiap proyek atau model AI.
Hasil aktual dapat berbeda menurut versi aplikasi, driver, model yang digunakan, tingkat kompleksitas, dan pengaturan pemrosesan.
Memori Besar, Bukan Sekadar Angka di Brosur
Perbedaan penting ProArt P14 dan P16 terletak pada Unified Memory. P14 dibekali memori LPDDR5X 64 GB, sedangkan P16 membawa 128 GB.
Dalam komputer konvensional, CPU dan GPU umumnya memiliki alokasi memori masing-masing. Pada arsitektur memori terpadu yang digunakan kedua laptop ini, CPU dan GPU berbagi satu kolam memori fisik. Pendekatan ini memungkinkan model AI berukuran besar dan berkas kreatif beresolusi tinggi menggunakan sumber daya memori yang sama.
Bagi kreator, kapasitas memori tersebut berpotensi membantu ketika model AI, foto resolusi tinggi, video, dan aplikasi penyuntingan harus bekerja dalam satu alur kerja. Namun, memori 128 GB tidak otomatis membuat semua pekerjaan dua kali lebih cepat dibandingkan konfigurasi 64 GB. Keuntungan utamanya bergantung pada seberapa besar kebutuhan memori aplikasi dan model yang dijalankan.
ASUS juga menyebut dukungan CUDA dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan kreatif, termasuk melalui aplikasi DaVinci Resolve Studio. Bagi penyunting video, kemampuan tersebut relevan untuk alur kerja yang melibatkan efek visual, pemrosesan gambar, dan materi beresolusi tinggi. Performa tetap bergantung pada proyek dan optimalisasi perangkat lunak.
Bisa Menjadi Asisten Digital untuk Proyek Kreatif
Selain menghasilkan gambar dan video, AI lokal juga berpotensi membantu pekerjaan administratif kreator. ASUS mencontohkan penggunaan Hermes Agent bersama model bahasa lokal untuk membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, serta membuat draf naskah atau caption dalam berkas baru.
Dalam praktiknya, kemampuan seperti ini dapat membantu kreator mengurangi pekerjaan berulang sebelum masuk ke tahap produksi. Misalnya, tim kreatif dapat menggunakan AI untuk menyusun ringkasan brief, membuat draf awal deskripsi produk, atau menata bahan kerja berdasarkan dokumen yang tersedia.
Meski demikian, AI tetap perlu diawasi. Hasil ringkasan, naskah, maupun interpretasi brief perlu diperiksa manusia agar tidak mengandung kesalahan, informasi yang dibuat-buat, atau materi yang tidak sesuai dengan arahan klien.
ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan dalam demonstrasi juga tidak terpasang secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh, memasang, dan mengonfigurasikannya sendiri.
Layar OLED untuk Menjaga Warna
Kemampuan komputasi bukan satu-satunya perhatian bagi kreator profesional. Fotografer, desainer, dan penyunting video juga membutuhkan layar yang mampu menampilkan warna secara konsisten.
ASUS ProArt P14 menggunakan layar sentuh OLED 14 inci beresolusi 2.8K, sedangkan ProArt P16 membawa layar OLED 16 inci beresolusi UHD+ atau 3.840 × 2.400 piksel. Keduanya mendukung refresh rate 120 Hz, cakupan 100 persen DCI-P3, sertifikasi PANTONE Validated, dan tampilan 1,07 miliar warna.
P14 memiliki sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000, sementara P16 mencapai True Black 1400. Perbedaan ukuran dan resolusi membuat P16 lebih menarik bagi pengguna yang membutuhkan area kerja lebih luas untuk menyunting video atau mengelola beberapa panel aplikasi sekaligus.
Dari sisi mobilitas, P14 memiliki bobot sekitar 1,48 kilogram dengan baterai 90 Wh. P16 berbobot sekitar 1,77 kilogram dengan baterai 99,9 Wh. Keduanya mendukung pengisian daya melalui adaptor USB Type-C 140 watt dan telah melewati pengujian ketahanan berdasarkan standar militer AS MIL-STD 810H.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski menyasar pekerjaan profesional, calon pembeli sebaiknya tidak hanya terpaku pada kapasitas memori dan jumlah core GPU. Kesesuaian aplikasi juga penting karena platform NVIDIA RTX Spark N1X menggunakan CPU berbasis arsitektur Arm.
Sejumlah aplikasi kreatif mungkin membutuhkan versi yang kompatibel secara native atau lapisan emulasi. Karena itu, kreator yang mengandalkan perangkat lunak, plugin, driver, atau perangkat tambahan tertentu perlu memastikan seluruh alur kerjanya berjalan baik pada konfigurasi yang akan dibeli.
Harga yang tinggi juga membuat kebutuhan kerja menjadi pertimbangan utama. Bagi kreator yang rutin menjalankan model AI besar, mengolah video kompleks, atau menangani materi sensitif, kemampuan AI lokal dan memori besar bisa bernilai. Sebaliknya, pengguna yang mayoritas bekerja dengan aplikasi berbasis cloud atau penyuntingan ringan mungkin tidak memerlukan kapasitas komputasi sebesar ini.
Harga dan Ketersediaan
ASUS membuka prapesan ProArt P14 dan P16 hingga 23 Oktober 2026. P14 ditawarkan dengan harga khusus Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih.
Sementara itu, ProArt P16 dibanderol Rp112.999.000 selama periode prapesan dan tersedia secara eksklusif melalui ASUS Online Store. Pembelian melalui toko daring ASUS pada periode tersebut juga memperoleh ASUS ProArt Mouse MD301 yang disebut bernilai Rp1.699.000, mengikuti ketentuan promosi.
Kedua laptop memperoleh garansi internasional tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty tiga tahun dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. ASUS juga menawarkan layanan Premium Services, termasuk pengiriman unit servis pulang-pergi tanpa biaya, antrean perbaikan prioritas FastLane, dan pembersihan perangkat melalui Laptop Spa.
Konsumen dapat mencoba ProArt P14, ProArt P16, dan ekosistem ASUS ProArt di booth ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026.
Tabel perbandingan ASUS ProArt P14 dan P16
|
Spesifikasi |
ASUS ProArt P14 |
ASUS ProArt P16 |
|---|---|---|
|
Model |
H7407BA |
H7607BA |
|
Harga resmi (MSRP) |
Rp80.999.000 |
Rp113.999.000 |
|
Harga prapesan |
Rp79.999.000 |
Rp112.999.000 |
|
Chip |
NVIDIA RTX Spark N1X |
NVIDIA RTX Spark N1X |
|
CPU dan GPU |
CPU Grace 20-core, GPU Blackwell RTX 6.144 core |
CPU Grace 20-core, GPU Blackwell RTX 6.144 core |
|
Performa AI yang diklaim |
Hingga 1 petaflop FP4 |
Hingga 1 petaflop FP4 |
|
Unified Memory |
64 GB LPDDR5X |
128 GB LPDDR5X |
|
Penyimpanan |
SSD 1 TB |
SSD 1 TB |
|
Layar |
OLED sentuh 14 inci, 2.8K |
OLED sentuh 16 inci, UHD+ |
|
Refresh rate |
120 Hz |
120 Hz |
|
Cakupan warna |
100% DCI-P3 |
100% DCI-P3 |
|
Sertifikasi HDR |
DisplayHDR True Black 1000 |
DisplayHDR True Black 1400 |
|
Baterai |
90 Wh |
99,9 Wh |
|
Bobot |
Sekitar 1,48 kg |
Sekitar 1,77 kg |
|
Pengisian daya |
USB Type-C, adaptor 140 W |
USB Type-C, adaptor 140 W |
|
Garansi |
Internasional 3 tahun + VIP Perfect Warranty 3 tahun |
Internasional 3 tahun + VIP Perfect Warranty 3 tahun |
|
Kanal prapesan |
ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, ASUS Store terpilih |
Eksklusif ASUS Online Store |
Sumber spesifikasi dan harga: materi ASUS Indonesia. Harga, bonus, serta ketersediaan mengikuti syarat promosi dan stok yang berlaku.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro