Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Muhaimenon, Doktor Ke-26 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Untan

Misbahul Munir S • Selasa, 8 Agustus 2023 | 14:05 WIB
Foto Doktor Baru Dr. M. Muhaimenon, bersama Kaprodi dan Sekprodi PS DIM FEB Untan
Foto Doktor Baru Dr. M. Muhaimenon, bersama Kaprodi dan Sekprodi PS DIM FEB Untan
Pada Rabu, 26 Juli 2023, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNTAN Pontianak, H.Muhaimenon,SH,M.Kes yang akrab disapa Menon berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka yang berjudul "Pengembangan Desain strategi Pemasaran Berbasis Analisis Survey Kepuasan Masyarakat, Competitive Setting dan Company Alighment Profile dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing RSUD Dokter Soedarso Pontianak" yang mengantarkannya meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dengan perolehan nilai A (sangat memuaskan). Menon, merupakan putra daerah yang berasal dari Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, merupakan Doktor ke-26 lulusan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB UNTAN.

Sidang terbuka ini digelar pukul 09.00 WIB di Ruang Sidang Pascasarjana FEB Untan dengan Tim Penguji yang dipimpin oleh Ketua Sidang Dr.Haryono,M.Si,Ak, Sekretaris Sidang Dr.Titik Rosnani, SE,M.Si, Prof.Dr.Jamaliah, SE,M.Si ( Refresentasi Guru Besar), Dr.Barkah, SE,M.Si (Promotor), Dr.Erna Listiana, SE,M.Si (co-Promotor), Dr.Nur Afifah, SE,M.Si (Ketua Tim Penguji), Heriyadi, SE,ME,Ph.D (Anggota Penguji 1), Dr. Wenny Febrianti, SE,M.Sc (Anggota Penguji 2) dan Prof.Dr.Widodo, SE,M.Si ( Anggota Penguji Eksternal)

Ketika mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Menon menjelaskan bahwa kapabilitas RSUD Dokter Soedarso sebagai RS rujukan nasional dan RS Kelas A dengan berbagai keunggulan baik layanan dan sumber daya belum terliterasikan secara optimal sehingga banyak masyarakat kategori mampu yang memilih perawatan dan pengobatan pada RS di Kota Kuching maupun RS Swasta yang ada di Kota Pontianak. Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) mencatat pada Tahun 2018, turis medis dari Indonesia menjadi pengunjung terbanyak sekitar 700.000 orang atau 58,33% dari total pasien internasional. Beberapa alasan yang dikemukakan oleh masyarakat Kalimantan Barat yang memilih berobat ke Kuching antara lain akses mudah, memiliki RS bersatandar Internasional, layanan medis yang cepat dan ramah, memiliki fasilitas pemulihan kesehatan, pilihan transportasi beragam, banyak obyek wisata, pelayanan medis lengkap dan didukung tenaga medis dan dokter ahli.

Dalam sidang terbuka tersebut, menon juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya pada RSUD Dokter Soedarso dan 2 RS pesaing yang ada di Kota Pontianak menunjukan bahwa Competitive Setting Indeks pada ketiga RS tersebut berada pada range 3,4–4,2, dapat diartikan dalam rentang waktu 5 tahun kedepan, RS yang ada di Kota Pontianak akan dihadapkan dengan situasi persaingan yang bersifat canggih (sophisticated) dimana semua unsur bergerak dan berubah dengan cepat baik unsur konsumen, competitor, company dan change driver. Oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang jitu untuk dapat bersaing dan memenangkan persaingan dalam industri perumahsakitan. Salah satu strategi pemasaran yang efektif dan mudah untuk diterapkan adalah strategi Segmenting, Targeting dan Positioning. RS harus memetakan segmentasi konsumennya, menentukan beberapa segment potensialnya dan menempatkan RS dalam posisi yang beda di mata konsumen. Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Walikota Pontianak, Edi Kamtono sangat komitmen dalam  membangun dan mengembangkan destinasi wisata oleh  karenanya bukan hal yang mustahil dengan mulai banyaknya destinasi wisata yang ada di Kalbar khususnya Kota Pontianak dan Kubu Raya, maka RS dapat mensinergikan strategi STP dengan Konsep Medical Tourisme bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan travel agency. Kita semua berharap dengan strategi STP ini dapat meningkatkan daya saing RS yang ada di Kota Pontianak dan meminimalkan animo masyarakat kategori mampu untuk berobat ke Kota Kuching, Malaysia.

Kementerian Kesehatan menunjukan jumlah RS terus bertambah, Berdasarkan data yang diperoleh dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020, jumlah RS pemerintah pada tahun 2016 sebanyak 881 unit dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 1.004 unit. Sedangkan jumlah RS swasta pada tahun 2016 sebanyak 2.045 unit dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 2.449 unit. Pertambahan jumlah RS swasta menggambarkan bahwa industri perumahsakitan sangat menjanjikan jika mampu berkompetisi dengan mengoptimalkan dan mengembangkan potensi sumber daya internalnya menjadi keunggulan. Oleh karena itu RS harus peka kepada para pemakai jasa RS terutama para kalangan atas sebagai konsumen RS yang semakin kritis karena mengetahui ”buying power” yang mereka miliki cukup tinggi. different positioning merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh RS untuk dapat bersaing dan memenangkan persaingan dalam menghadapi situasi persaingan yang sophisticated tadi.

Photo
Photo
Penyerahan Sertifikat Yudisium kelulusan Doktor Manajemen oleh Pimpinan Sidang.

Penguji mengapresiasi kinerja Menon saat menulis disertasi, sangat menarik untuk dikaji karena hasil penelitian didapat cukup tajam. Dr. Barkah, SE, M.Si sebagai Promotor juga Dekan FEB Untan menerangkan disertasi ini memberikan kontribusi, pemahaman dan manfaat bagi RSUD Dokter Soedarso dan RS lainnya. PR terbesar kita, memang membeli peralatan lebih mudah sedangkan mengubah perspesi itu tidak mudah. RSUD Dokter Soedarso harus bekerja keras demi persaingan masa depan. Terbukti banyak penelitan lingkup RS bisa memajukan pelayanan beserta keuntungannya. Dibutuh komitmen yang kuat tiap manajemen, sambil menambahkan different positioning untuk nilai jual lebih.

Dr. Maria Christiana I. Kalis, SE, MM sebagai  Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (DIM) FEB Untan menyampaikan pencapaian Menon harus di apresiasi mengingat latar belakang aktivitasnya di bidang pemerintahan. Dengan raihan gelar Doktor oleh Menon, semoga dapat memacu dan merangsang warga Kalbar lainnya untuk menempuh pendidikan khususnya bukan dari profesi Dosen. Kami program DIM FEB Untan terbuka untuk umum.

Setelah meraih gelar Doktor, Menon mengungkapkan "Ucapan terima kasih yang setulusnya kepada seluruh pihak yang telah membantu melewati lika-liku kehidupan sebagai mahasiswa S3 Program DIM. Kepada Bapak Rektor Untan beserta para wakilnya, pada Ibu Dekan FEB beserta para wakilnya, Ibu Ka.Prodi Program DIM beserta Sekretaris, Bapak Ibu Dosen yang telah memberikan  kami berbagai ilmu pengetahuan dan berbagai pembelajaran, kepada Promotor dan Co.Promotor serta seluruh Civitas Akademika Program DIM. Terima kasih penuh cinta teruntuk istri saya, Dr.Hj.Fitri Sukmawati,M.Psi,Psikolog dan kedua anak saya, M.Ghandur Adib FH & M.Ghandur Fakhri DH untuk setiap detik/menit yang terlewatkan, untuk setiap air mata yang mengiringi sujud-sujud penuh doa demi kelancaran studi. Terucap alfateha untuk Almarhum Abah, Muchtar Haruna dan Ibu, Hj.Masiah A.Latif yang telah menjadi lentera dan panutan hidup selama ini.

Menon dalam sambutannya sebagai Doktor ke 26 mengatakan dengan promosi Doktor hari ini, maka telah bertambah tanggung jawab moral atas gelar yang disematkan bersamaan dengan nama. Tanggung jawab sebagai mahasiswa boleh saja telah usai, namun tanggung jawab atas ilmu dan gelar yang kami punya akan terus dan terus ada di pundak selama hayat masih di kandung badan.Semoga apapun yang kami lakukan kelak, kami dapat menjadi orang bermanfaat bagi orang lain.

Harapannya, agar RS yang ada di Kota Pontianak, khususnya RSUD Dokter Soedarso sebagai RS Rujukan Nasional dan Kelas A dapat mengoptimalkan strategi pemasarannya dalam menghadapi situasi persaingan yang sophisticated sehingga masyarakat dapat terliterasikan dengan baik yang berdampak pada menurunnya arus masyarakat yang memilih pengobatan dan perawatan di Kota Kuching, Malaysia. (*) Editor : Misbahul Munir S
#untan #Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Untan