Sidang dipimpin oleh Dr. Barkah, SE, M.Si dan didampingi oleh Sekretaris Sidang Dr Maria Christiana I. Kalis SE, MM. Adapun Ko Promotor dalam disertasi ini adalah Dr. Wendy, SE, M.SC. Tim penguji dalam sidang ini dihadiri oleh Prof. Dr. Chairil Effendy, MS. sebagai representatif Guru Besar sedangkan Ketua Penguji disertasi adalah Dr. Hj. Giriati, SE, ME. Adapun anggota penguji terdiri dari 3 orang, yakni : (1) Elok Heniwati, SE, M.Si, Ak, Ph.D., (2) Dr. Sc. (Acc.) Damai Nasution, SE, M.Si, Ak. CA., (3) Helma Malini, SE, MM, Ph.D.
Dalam disertasinya, Ita menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, perusahaan memiliki beberapa keterbatasan dan bergantung pada sumber daya yang terbatas. Perusahaan berupaya untuk mengatasi keterbatasan tersebut dengan menjalin kerja sama dan mengikatkan diri dengan pemerintah atau partai politik yang berkuasa. Untuk memperkuat hubungan ini, maka dibutuhkan suatu media atau jembatan untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah yang berkuasa, politisi atau partai politik. CSR dianggap sebagai media yang cocok dan terbukti dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menjadi nilai jual lebih kepada para investor atau stakeholders lainnya dan menjadikan perusahaan bernilai lebih dibanding kompetitor.
Koneksi politik mampu menciptakan kemudahan dan peluang perusahaan untuk mendapatkan akses kepada sumber daya, serta manfaat kebijakan-kebijakan regulasi dalam jangka panjang. Meskipun mendapatkan berbagai privilege, perusahaan yang terkoneksi politik seringkali mendapatkan tekanan dari penguasa ataupun partai politik. Praktik koneksi politik sering ditemukan pada negara berkembang.
Penelitian mengenai koneksi politik dengan menggunakan setting Indonesia sudah banyak dilakukan sejak 26 tahun yang lalu dengan berfokus pada zaman pemerintahan Soeharto, Susillo Bambang Yudhoyono serta pada masa presiden Joko Widodo yang menjadi latar belakang penelitian ini. Dengan menggunakan 437 annual report perusahaan sektor keuangan di Indonesia, koneksi politik disimpulkan mampu mempengaruhi nilai perusahaan secara positif dan signifikan.
Tim penguji memberikan apresiasi kepada Ita karena ini adalah topik yang sangat menarik dan penelitian sangat jarang dilakukan dengan pendekatan akuntansi serta menggunakan rentang waktu yang cukup panjang. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa CSR mampu menjadi media yang menghubungkan koneksi politik dan nilai perusahaan. CSR di Indonesia merupakan kewajiban yang ditetapkan melalui undang-undang, hanya saja pelaksanaanya masih terasa abu-abu. Berbeda dengan negara maju yang melaksanakan CSR secara sukarela.
Dr. Maria Christiana I. Kalis, SE, MM sebagai Sekretaris Sidang/ Anggota penguji, yang juga menjabat Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB Untan memberi masukan agar kedepannya ada penelitian hubungan koneksi politik diperluas ke lembaga non keuangan.
Setelah Ita mendapatkan gelar Doktor, Ita menyampaikan pesan, kesan dan harapannya "Saya sangat berterima kasih kepada semua berbagai pihak. Terutama lingkup dekat dulu yaitu suami, ortu, anak-anak saya menyemangati tiap hari dan tepat hari ini saya berjuang selama 7 tahun. Ko Promotor saya yang selalu sabar dan menjadi awal mula saya terjun meneliti hubungan koneksi politik."
"Perlu ada turunan yang lebih jelas mengenai pelaksanaan CSR termasuk aturan mengenai pengungkapan CSR. Audit CSR perlu dilaksanakan untuk mencegah penyalahgunaan dana CSR" lanjut Ita. (*) Editor : Misbahul Munir S