PONTIANAK - Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu dari bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas berbagai kegiatan, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program PKM yang dilaksanakan pada 8 September 2023 oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) kepada masyarakat di Desa Sumsum, Kabupaten Landak, diharapkan terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi antara perguruan tinggi dengan masyarakat, sehingga menjawab kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan desa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Desa Sumsum tentang teknik konservasi lahan dengan menggunakan tanaman multi guna (MPTS) yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi peningkatan hasil kebun dan menambah keragaman jenis tanaman.
Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan Diklat KHDTK UNTAN yang merupakan salah satu wilayah hutan tropis dengan keanekaragaman hayati yang didominasi 70% vegetasi hutan rawa sekunder dan 30% vegetasi hutan lahan kering sekunder serta terletak tidak jauh dari pusat Ibukota Provinsi Kalimantan Barat.
Sosialisasi dan pelatihan diikuti sekitar 35 orang peserta yang terdiri dari para petani, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pemuda Desa Sumsum.
Kegiatan ini melibatkan tim PKM dari Fakultas Kehutanan UNTAN yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, selaku Guru Besar Bidang Manajemen Hutan yang beranggotakan Ir. Erianto, MP, IPU (Bidang Konservasi), Dr. Hari Prayogo, S.Si, M.Si (Bidang Keanekaragaman Hayati), dan Hafiz Ardian, S.Hut, MP (Bidang Statistika) serta didukung oleh beberapa mahasiswa dan staf/tenaga kependidikan Fakultas Kehutanan Untan yang memiliki kompetensi di bidang konservasi lahan dan perbanyakan tanaman.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan, yaitu sosialisasi program konservasi lahan dengan menggunakan tanaman MPTS yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, selaku Guru Besar Bidang Manajemen Hutan.
Dalam sosialisasinya, Gusti Hardiansyah menjelaskan tentang konsep, manfaat, dan contoh tanaman MPTS yang cocok untuk ditanam di lahan kering maupun gambut. Dia juga memberikan contoh sukses dari penerapan tanaman MPTS di beberapa daerah lain di Indonesia.
Kegiatan lainnya yakni pelatihan teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan metode stek, cangkok, okulasi, dan biji yang disampaikan oleh Dr. Hari Prayogo, S.Si, M.Si. Pelatihan ini dibimbing oleh beberapa dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan.
Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mencoba berbagai teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan.
Selanjutnya, penyerahan bantuan berupa 1200 bibit unggul tanaman MPTS (durian, petai, jengkol, mangga, jambu air) dari BPDAS Kapuas dan media poster kampanye satwa liar yang dilindungi di Kalimantan Barat dari Pengelola KHDTK Untan kepada masyarakat Desa Sumsum.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Ir. Erianto, MP, IPU dan Hafiz Ardian, S.Hut, MP kepada Kepala Desa Sumsum, Andi. (r/ser)
Editor : A'an