Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Peringatan Hataru 2023 Resilient Ciyt, Tata Ruang Menuju Ketahanan Kota Berkelanjutan

A'an • Kamis, 23 November 2023 | 09:02 WIB

Photo
Photo


PONTIANAK POST - Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar seminar nasional bertajuk ‘‘Resilient City: Mengintegrasikan Perencanaan Tata Ruang dalam Mewujudkan Ketahanan Kota Yang Berkelanjutan’’.

Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan luring, Sabtu (18/11).

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Tata Ruang (Hataru) Nasional, 8 November.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Tandak Dare-Dare oleh Mahasiswi Perencanaan Wilayah dan Kota Untan.

Sebuah tari dengan gerakan lembut kemudian berangsur cepat dan tegas.

Memiliki filosofi tentang proses suatu kota untuk menjadi kota kuat terlepas dari segala macam tantangan yang ada.

Seminar ini dibuka oleh Dr. Ir. Yopa Eka Prawatya, S.T., M.Eng., IPM selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik Untan.

Dalam sambutannya Ir Yopa berharap kedepannya kegiatan perayaan Hataru ini dapat diadakan setiap tahunnya dan bermanfaat tidak hanya pada saat acara berlangsung, tapi diterapkan di lapangan.

Ketua Panitia Hataru 2023 Muhammad Zaidan Ilyas menyampaikan, Hari Tata Ruang merupakan perayaan tahunan sebagai upaya untuk terus menambah pengetahuan mengenai penataan ruang dan ketahanan kota.

Zaidan berharap penyelenggaran kegiatan Hataru 2023 ini menjadi wadah mahasiswa Indonesia untuk mengekspresikan diri yang dituangkan dalam bentuk poster pada Lomba Poster Digital Nasional.

Ketua Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Untan Muhammad Ega Alphard menegaskan Hari Tata Ruang bukan hanya sekadar tanggal dalam kalender.

Namun merupakan momentum penting mewujudkan upaya-upaya kota yang tangguh,berkelanjutan dan mampu menghadapi tantangan pada era ini.

‘‘Saat ini kita hidup di era perkotaan yang terus berkembang pesat dengan berbagai ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, seminar ini dapat menjadi ajang dalam menggali lebih terkait bagaimana perencanaan tata ruang dapat menjadi tulang punggung ketahanan kota di masa mendatang,’’ jelas Ega.

Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Untan Dr. Erni Yuniarti, S.T., M.Si menuutrkan perlu adanya perwujudan kota berkelanjutan dalam prinsip kota tangguh berfokus ketahanan dan kesiapan kota.

Khususnya menghadapi berbagai tantangan yang saat ini marak terjadi seperti bencana alam, perubahan iklim dan masalah sosial.

Saya mengharapkan semua peserta yang hadir pada seminar ini dapat membuka wawasan demi memperkaya dan memperkuat berbagai pandangan kreatif, ide-ide inovatif dan inspirasi dari generasi muda yang akan menentukan masa depan perkotaan di Indonesia,” imbuhnya.

Salah satu pemateri dalam seminar itu diantaranya Prof. Dr. Ir. Rizaldi Boer, M.Sc., Head of Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific (CCROM-SEAP), Institut Pertanian Bogor.

Dalam kesempatan tersebut Prof Rizaldi menyampaikan terkait indikator-indikator kota tangguh serta upaya adaptasi dan mitigasi dalam membangun kota tangguh.

Beliau menegaskan kombinasi strategi adaptasi dan mitigasi sangat penting untuk membangun kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.

“Dengan mengatasi dampak saat ini dan risiko di masa depan, kota dapat meningkatkan kapasitasnya untuk beradaptasi, meminimalkan kerentanan, dan berkontribusi pada tujuan keberlanjutan yang lebih luas,’’ ujarnya.

Alfri, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Tata Ruang dan Pengendalian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Pontianak pemateri lainnya memaparkan konsep pengembangan Resilient City.

Khususnya dalam menghadapi perubahan ketidakpastian dan tantangan dari perubahan iklim serta persiapan mewujudkan konsep tersebut di Kota Pontianak.

Adapun Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Provinsi Kalimantan Barat, Syamsul Akbar, S.T., M.Eng., M.Sc. juga pemateri menyampaikan integrasi antara Rencana Tata Ruang terhadap konsep Kota Berketahanan atau Resilience City beserta pendekatannya.

Aulia Nada Nursukha salah satu peserta Seminar Nasional Hataru 2023 mengungkapkan antusiasnya dalam mengikuti kegiatan seminar ini “Seminar Hataru ini sangat bagus dan berkesan karena saya mendapatkan banyak informasi serta pembelajaran mengintegrasikan perencanaan tata ruang. Terutama untuk mewujudkan ketahanan kota berkelanjutan,” ungkapnya. (vie)

Editor : A'an
#Hataru 2023 #untan #seminar nasioanal #Himpunan #Resilient City