BAYANGKAN bagaimana rasanya saat tiba-tiba semua orang di muka bumi ini hilang! Kertas brosur bertebaran, mobil-mobil tergeletak begitu saja, dan belanjaan dibiarkan sampai membusuk. Tanda-tanda kekerasan pun nggak ada seakan manusia “dihapuskan” oleh Thanos seperti dalam Avengers: Endgame (2019). Itulah yang dialami Arisu (Kento Yamazaki), Chota (Yuki Morinaga), dan Karube (Keita Machida).
Tiba-tiba, sebuah TV plasma besar menyuruh mereka ke arena permainan. Berharap bertemu orang lain, Arisu dan kawan-kawannya mengikuti petunjuk dan “terjebak” dalam sebuah permainan. Di sana mereka bertemu pemain lain dan mengetahui fakta bahwa agar bertahan hidup, mereka harus memenangkan permainan.
Jika visa (durasi hidup seperti nyawa dalam game) mereka habis, mereka harus bermain lagi dan begitu seterusnya. Melihat bahwa permainan-permainan yang ditawarkan sangat membahayakan, Arisu bertekad mencari tahu siapa master gamenya.
Apalagi, game yang belum diketahui asal muasalnya ini telah merenggut nyawa kedua sahabatnya. Dibantu Usagi (Tao Tsuchiya), pemain yang jago memanjat, Arisu mencari tempat yang disebut Pantai dan digadang-gadang sebagai safe place. Bisakah mereka keluar dari dunia game ini?
Diangkat dari manga berjudul Imawa no Kuni no Arisu karya Haro Aso, Alice in Borderland menyajikan cerita yang cukup membuat hati berdebar-debar. Sebab, penonton bisa merasakan kepanikan para karakter yang bermain dan juga sulitnya level permainan yang disuguhkan. Ditembakkannya laser dari langit secara tiba-tiba bagi mereka yang kehabisan visa atau melanggar peraturan juga cukup mengejutkan.
Oleh karena itu, nggak sulit untuk menonton kedelapan episode dalam sekali duduk. Cerita yang ditawarkan membuat kita terus penasaran seperti apa permainan selanjutnya. Yang suka game pasti langsung tahu game sejenis yang diangkat dalam Alive in Borderland. Sayang, adegan-adegan percakapan yang membahas isi hati dan kehidupan di dunia nyata sering membuat bosan. Jadi, kalau nonton Alice in Borderland malam-malam sebelum tidur, hati-hati ketiduran lebih cepat!
Bagi penonton yang nggak biasa menonton TV serial dari Jepang, nggak perlu meragukan kualitas pemainnya. Saat berada di Pantai, kita akan dikenalkan dengan lebih banyak karakter. Tapi, karakter minor pun memiliki skill akting yang mumpuni, lho! Sedikit plot twist ditambahkan sehingga otak kita nggak bisa berhenti berpikir juga.
Well, Alice in Borderland mendapat rating 8,1 dari IMDB. Bagi yang nggak percaya situs tersebut, percaya aja deh sama Zetizen kalau TV serial bergenre scifi ini patut banget buat ditonton, khususnya untuk pencinta action, dan tontonan yang menguras otak. Kamu suka jump scare, tapi takut lihat setan? Tonton aja Alice in Borderland. Let us know what you think ya! (c12/rat)