PONTIANAK POST – Memilih hunian yang nyaman sekaligus mampu mengalirkan energi positif bagi penghuninya kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi masyarakat urban. Dalam sebuah tayangan podcast bertajuk Ruang Tamu Suwarna Sutra, Aldo Rusli berkesempatan berbincang hangat dengan Ci Leli Elvi, seorang konsultan senior dari Fengshui Consulting Group yang telah berkarier profesional selama 18 tahun di bidang Chinese Metaphysics.
Dalam diskusi interaktif tersebut, Ci Leli meluruskan pandangan keliru publik yang kerap menganggap fengshui sebagai bentuk mitos atau mistis. Ia menegaskan bahwa ilmu penataan ini memiliki landasan teori kuat yang bersandar pada basis data (database) ribuan tahun.
"Fenghsui itu tidak bisa dibilang mitos karena dia seperti matematika yang bisa dihitung ada plus dan minusnya. Database kita dihitung berdasarkan posisi matahari, posisi bulan, lalu interaksi lima unsur alam semesta yaitu tanah, api, logam, air, dan kayu yang disesuaikan dengan penghuninya," jelas Ci Leli dalam video podcast tersebut.
Baca Juga: Benarkah Fengshui Bisa Bikin Kaya? Ini Penjelasan Logis dari Pakar Metafisika Kuno
Membongkar Fakta Rumah Tusuk Sate dan Tren Arah Hunian Periode 9
Salah satu topik menarik yang dibahas adalah mengenai mitos properti yang paling populer di Indonesia, yakni rumah tusuk sate dan posisi pintu masuk. Ci Leli memaparkan analisisnya dari sudut pandang aliran energi (chi):
-
Rumah Tusuk Sate: Secara ilmiah fengshui, rumah di posisi ini menerima aliran energi yang jauh lebih deras dan kencang. Jika karakter energi penghuninya kuat, posisi tusuk sate justru bisa mendatangkan rezeki yang sangat masif. Namun, karena risiko perubahan energi yang bisa berbalik menjadi ganas, para konsultan umumnya menyarankan publik untuk menghindarinya demi keamanan jangka panjang.
-
Mitos Hadap Timur Lebih Baik: Pakar fengshui yang berbasis di Batam dan Jakarta ini mematahkan anggapan bahwa rumah harus selalu menghadap ke timur. Ia menyebut banyak konglomerat yang sukses justru memiliki rumah menghadap ke barat.
-
Tren Arah Rumah Periode 9 (Tahun 2024–2044): Dalam perhitungan siklus waktu fengshui, dunia kini telah memasuki Periode 9. Jika pada periode 8 (2004–2024) arah terbaik adalah timur laut dan barat daya, maka untuk 20 tahun ke depan, arah properti yang paling prima dan mendatangkan energi positif maksimal adalah Utara dan Selatan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Menata Ruang Kerja Berdasarkan Fengshui Kuno: Bikin Bisnis Makin Maju!
Bedah Denah Rumah Klaster Caksana: Solusi Pintu Menghadap Tangga
Dalam sesi "Bicara Rumah Kaya Cerita" tersebut, Ci Leli bersama pembawa acara juga melakukan pembedahan langsung terhadap denah tipe Clarkia dari Klaster Caksana milik Suwarna Sutra. Aldo sempat menanyakan perihal tata letak pintu masuk utama yang langsung berhadapan dengan tangga menuju lantai dua.
Ci Leli memberikan solusi arsitektural yang sangat simpel. Menurutnya, aturan pintu menghadap tangga menjadi buruk jika jaraknya terlalu dekat dan langsung. Pada denah tersebut, terdapat jarak aman sekitar 5,7 hingga 6 meter. Hambatan energi negatif tersebut bisa diselesaikan dengan mudah melalui penataan interior yang cerdas, seperti menempatkan sofa atau lemari kabinet sebagai pembatas visual (foyer).
Ia juga menambahkan bahwa posisi dapur di bagian depan rumah—yang sering kali dianggap tabu oleh orang awam—sebenarnya tidak menjadi masalah selama area tersebut berada di sektor rumah yang bagus serta selalu dijaga kerapian dan kebersihannya agar tetap menjadi dapur produktif pembawa berkat.
Tanggal Lahir Sebagai "Manual Book" Kehidupan Manusia
Hal unik lain yang diungkapkan oleh Ci Leli adalah mengenai konsep personal consultation dalam metafisika Tiongkok. Jika barang elektronik memiliki buku panduan, maka manusia terlahir dengan "manual book" berupa tanggal dan jam lahirnya sendiri. Melalui data tersebut, seorang konsultan dapat memetakan 12 sektor kehidupan seseorang secara akurat, mulai dari sektor keuangan, karier bisnis, hingga kecocokan kemitraan (partnership).
Ia juga menjelaskan fenomena perubahan nasib melalui istilah Cong (benturan energi). "Cong itu ada dua jenis, yaitu Cong Positif dan Cong Negatif. Jika seseorang terkena Cong Positif, benturan masalah justru akan menjadi titik balik yang mengubah hidupnya menjadi lebih rajin dan sukses besar. Sebaliknya, jika terkena Cong Negatif, orang tersebut cenderung akan terpuruk, menghadapi masalah berlarut-larut, dan berakhir malas-malasan atau rebahan," tuturnya disambut tawa oleh pembawa acara.
Sebagai penutup, bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keharmonisan dan energi rezeki di rumah secara mandiri, Ci Leli membagikan tiga tips sederhana: jaga area pintu masuk sebersih mungkin dari tumpukan barang atau sepatu berbau, optimalkan pencahayaan lampu (unsur api) agar rumah tidak gelap, dan manfaatkan elemen air mengalir secara konsisten di titik-titik yang tepat.(*)
Editor : Rafael B. Junior