PONTIANAK POST – Keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3 di luar negeri menjadi impian banyak orang. Namun, menurut analisis BaZi, keputusan tersebut juga perlu mempertimbangkan waktu yang tepat serta faktor keberuntungan berdasarkan elemen kelahiran.
Dalam rubrik konsultasi BaZi, seorang pembaca bernama Bernardo mengaku sedang mempertimbangkan melanjutkan studi ke luar negeri dengan memanfaatkan program beasiswa. Namun, keinginannya mendapat penolakan dari sang ibu yang lebih menginginkan dirinya melanjutkan pendidikan di Jakarta.
Dikutip dari rubrik konsultasi BaZi, berdasarkan analisis tanggal, waktu, dan tempat lahir, Bernardo memiliki elemen utama Api Besar (Bing). Karena lahir di Bandung yang berada di Belahan Bumi Selatan, penyusunan chart disesuaikan agar hasil analisis dinilai lebih akurat.
Baca Juga: Sukses dengan Pendidikan, Berilmu, dan Berbudaya
Memerlukan Elemen Tanah dan Air
Dalam analisis tersebut dijelaskan bahwa elemen yang dianggap mendukung perkembangan karier maupun pendidikan Bernardo adalah Tanah dan Air.
Pada rentang usia 18 hingga 34 tahun, ia diperkirakan menghadapi sejumlah tantangan yang berkaitan dengan perjalanan studi. Hambatan tersebut antara lain potensi penundaan pendidikan, persoalan administrasi atau dokumen, masalah kesehatan akibat pola makan, hingga dinamika hubungan dengan ibu yang dinilai memiliki karakter tegas dan dominan.
Karena itu, Bernardo disarankan lebih teliti dalam mengurus dokumen, menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang higienis, serta membangun komunikasi yang baik dengan orang tua.
Baca Juga: Ramalan BaZi: Pengusaha Konstruksi Disarankan Hindari Bisnis Bermodal Besar, Ini Alasannya!
Peluang Beasiswa Masih Terbuka
Analisis BaZi menyebutkan bahwa periode usia 17 hingga 27 tahun tergolong cukup baik untuk pengembangan pendidikan. Pada fase tersebut terdapat peluang memperoleh beasiswa maupun meraih prestasi akademik.
Meski demikian, tantangan yang mungkin muncul adalah pengelolaan keuangan. Bernardo dinilai perlu lebih disiplin mengatur pengeluaran karena berpotensi mengalami kesulitan dalam menyimpan uang.
Sementara itu, memasuki usia 27 hingga 37 tahun, peruntungan di bidang studi disebut tidak sekuat sebelumnya sehingga dibutuhkan usaha yang lebih besar untuk mencapai target pendidikan.
Dalam analisis tersebut juga disebutkan bahwa peluang memperoleh beasiswa diperkirakan lebih baik pada periode 22 Juni 2027 hingga 21 Juni 2034.
Baca Juga: 4 Zodiak yang Dinilai Paling Berbakat dan Unggul Menurut Astrologi, Leo hingga Virgo Masuk Daftar
Kuliah di Dalam Negeri Dinilai Lebih Menguntungkan
Berdasarkan pembacaan chart BaZi, peluang melanjutkan pendidikan di dalam negeri disebut lebih baik dibandingkan kuliah di luar negeri.
Apabila tetap ingin menempuh pendidikan di luar negeri, waktu yang dinilai lebih mendukung adalah pada periode 22 Juni 2029 hingga 21 Juni 2031. Di luar rentang waktu tersebut, peluang untuk berhasil menempuh studi di luar negeri disebut relatif lebih kecil sehingga perguruan tinggi dalam negeri dinilai menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Baca Juga: Ramalan Shio 2026: Tiga Shio Ini Diprediksi Raup Cuan Berlipat dari Bisnis, Apakah Anda Termasuk?
Restu Orang Tua Menjadi Pertimbangan
Analisis tersebut juga menyoroti penolakan dari sang ibu. Menurut pembacaan BaZi, sikap tersebut lebih didorong oleh rasa khawatir dibandingkan keinginan menghalangi pendidikan anak.
Karena itu, apabila Bernardo tetap ingin kuliah ke luar negeri, ia disarankan menunjukkan sikap mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjaga diri dengan baik. Memilih negara tujuan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Indonesia juga dinilai dapat membantu memberikan rasa tenang kepada keluarga.
Perlu diketahui, analisis BaZi merupakan bagian dari praktik astrologi Tiongkok yang bersifat kepercayaan dan hiburan. Hasil pembacaan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan seseorang. Keputusan terkait pendidikan tetap perlu mempertimbangkan kesiapan akademik, kondisi finansial, peluang beasiswa, serta pertimbangan pribadi dan keluarga. (*)
Editor : Rafael B. Junior