Asal Usul Urutan 12 Shio China dari Tikus hingga Babi, Ini Alasan Kucing Tidak Masuk Zodiak China

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi Shio
Ilustrasi Shio

PONTIANAK POST - Dikutip dari China Highlights, urutan 12 shio dalam astrologi China, mulai dari Tikus hingga Babi, memiliki kisah legenda yang telah dikenal luas selama berabad-abad. Cerita tersebut menjelaskan bagaimana setiap hewan memperoleh posisinya dalam daftar shio serta alasan mengapa kucing tidak termasuk di dalamnya.

Menurut legenda, Kaisar Giok atau Jade Emperor, sosok tertinggi dalam mitologi Tiongkok, ingin memilih 12 hewan sebagai pengawal istana langit. Untuk menentukan urutannya, seluruh makhluk di bumi dipanggil mengikuti sebuah perlombaan menuju Gerbang Surga. Hewan yang berhasil tiba lebih dahulu akan memperoleh peringkat lebih tinggi.

Tikus dan Kerbau menjadi peserta yang berangkat paling awal. Saat harus menyeberangi sungai, Tikus menumpang di punggung Kerbau. Sesaat sebelum mencapai Gerbang Surga, Tikus melompat turun dan berlari lebih dulu menghadap Kaisar Giok sehingga berhasil menempati posisi pertama. Kerbau pun harus puas berada di urutan kedua.

Baca Juga: Ramalan Karier 2026: Ini 5 Shio yang Diperkirakan Raih Kesuksesan di Tahun Kuda Api

Posisi ketiga dan keempat ditempati Harimau serta Kelinci. Keduanya dikenal cepat dan kompetitif, namun Harimau berhasil mencapai garis akhir lebih dulu dibandingkan Kelinci.

Di peringkat kelima terdapat Naga, yang langsung menarik perhatian Kaisar Giok karena penampilannya yang gagah. Sang Kaisar bahkan berniat memberikan posisi keenam kepada putra Naga. Namun, Ular segera muncul dan mengaku sebagai anak angkat Naga sehingga akhirnya memperoleh urutan keenam.

Selanjutnya, Kuda dan Kambing tiba hampir bersamaan. Karena sama-sama rendah hati, keduanya saling mempersilakan lawannya untuk mendahului. Pada akhirnya, Kuda ditempatkan di posisi ketujuh, sedangkan Kambing berada di urutan kedelapan.

Baca Juga: Lima Shio Diprediksi Paling Beruntung Secara Finansial pada 2026, Ada Naga hingga Monyet

Monyet sempat tertinggal jauh dari peserta lain. Berkat kelincahannya melompat dari pohon ke bebatuan, ia mampu mengejar ketertinggalan dan mengamankan posisi kesembilan.

Tiga posisi terakhir kemudian ditempati oleh Ayam, Anjing, dan Babi, yang berhasil menyelesaikan perlombaan setelah Monyet.

Mengapa Kucing Tidak Masuk dalam 12 Shio?

Legenda yang sama juga menjelaskan alasan Kucing tidak menjadi bagian dari 12 shio. Dikisahkan bahwa Kucing dan Tikus awalnya bersama-sama menumpang di punggung Kerbau saat menyeberangi sungai. Namun sebelum tiba di tujuan, Tikus mendorong Kucing hingga tercebur ke sungai.

Akibat peristiwa tersebut, Kucing terseret arus dan gagal mencapai Gerbang Surga tepat waktu sehingga tidak memperoleh peringkat. Sejak saat itu, permusuhan antara Kucing dan Tikus dipercaya bermula. Dalam cerita rakyat Tiongkok, hal inilah yang menjadi asal-usul mengapa tikus selalu berusaha melarikan diri ketika melihat kucing.

Kisah mengenai asal-usul urutan 12 shio memiliki banyak versi yang berkembang di berbagai daerah di China. Meski hanya berupa legenda dan bukan catatan sejarah, cerita tersebut tetap populer serta kerap diceritakan kepada anak-anak maupun dijadikan pengenalan mengenai budaya dan mitologi Tiongkok. (*)

Editor : Rafael B. Junior
astrologi china asal usul shio shio kucing legenda