PONTIANAK POST – Menjaga tubuh tetap sehat hingga usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan olahraga, pola makan, tidur, dan pengelolaan stres. Sejumlah kebiasaan sehari-hari juga disebut dapat membantu menjaga kesehatan sel dan memperlambat proses penuaan pada tingkat seluler.
InsideHook melaporkan, penuaan sel menggambarkan kondisi ketika fungsi internal tubuh secara bertahap kehilangan efisiensinya. Bioteknolog Greg Macpherson mengatakan penuaan sel berkaitan dengan perubahan fungsi DNA dan penurunan efisiensi mitokondria seiring bertambahnya usia.
Menurut laporan tersebut, penelitian dari Mayo Clinic menunjukkan adanya hubungan kuat antara penuaan sel dan peningkatan risiko kematian dini. Sel-sel yang mengalami penuaan juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Punya Banyak Manfaat, dari Membakar Lemak hingga Menjaga Massa Otot
Berikut tujuh kebiasaan yang dirangkum InsideHook untuk membantu menjaga kesehatan sel.
1. Rutin Sauna
Sauna menjadi salah satu kebiasaan yang disebut berkaitan dengan kesehatan sel. Macpherson merekomendasikan sauna selama 15–20 menit, empat hingga lima kali dalam sepekan.
Menurutnya, mandi sauna secara rutin dapat memicu proses seluler yang berkaitan dengan umur panjang. Bagi orang yang tidak memiliki akses ke sauna, mandi atau berendam menggunakan air panas disebut dapat menjadi alternatif.
2. Menjaga NAD+
Nicotinamide adenine dinucleotide atau NAD+ merupakan koenzim yang berperan dalam produksi energi dan perbaikan sel. InsideHook menyebut kadar NAD+ secara alami menurun seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kanker yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat
Artikel tersebut juga membahas penggunaan suplemen prekursor NAD+, seperti Niagen, untuk membantu meningkatkan kembali kadar NAD+. Namun, klaim mengenai suplemen tersebut berasal dari narasumber yang dikutip dalam artikel.
3. Lakukan Olahraga Singkat Menjelang Tidur
Olahraga resistensi dalam durasi singkat juga disebut dapat mendukung kesehatan sel. Macpherson menyarankan aktivitas seperti plank sebagai bagian dari jeda aktivitas menjelang akhir hari.
InsideHook mengutip studi 2025 yang menemukan bahwa melakukan tiga menit olahraga, seperti plank, squat, atau push-up, setiap setengah jam dalam empat jam sebelum tidur berpotensi membantu seseorang mendapatkan tidur yang lebih dalam dan lebih lama.
Baca Juga: 7 Makanan untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Jaga Otot, Jantung, dan Pencernaan
4. Perbanyak Interaksi Sosial
Menjaga hubungan sosial juga masuk dalam daftar kebiasaan yang dikaitkan dengan kesehatan sel. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 menyebut hubungan sosial dapat melindungi kesehatan sepanjang kehidupan, salah satunya dengan mengurangi tingkat peradangan dalam sel.
InsideHook juga mengutip ahli nutrisi Dr. Anna Sanniti yang mengaitkan kehidupan sosial dan komunitas yang kuat dengan wilayah Blue Zone, tempat banyak orang hidup hingga usia 100 tahun atau lebih.
Aktivitas sosial dapat digabungkan dengan kegiatan yang memberikan rasa memiliki tujuan, seperti olahraga, kegiatan komunitas, penanaman pohon, atau membersihkan taman.
5. Jangan Lewatkan Kacang-kacangan
Kacang-kacangan disebut sebagai salah satu pilihan makanan untuk mendukung kesehatan sel. Makanan ini merupakan sumber serat dan berbagai nutrisi.
Menurut ahli nutrisi Toby Amidor, konsumsi kacang dapat membantu menjaga kesehatan dan pengelolaan berat badan serta dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah kondisi, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit saluran pencernaan tertentu.
InsideHook juga menyebut penelitian selama 12 minggu menemukan peserta yang mengonsumsi kacang hitam setiap hari mengalami penurunan signifikan pada penanda peradangan interleukin-6.
6. Batasi Waktu Makan
Mengatur waktu makan juga dibahas sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan metabolisme. Dr. Anna Sanniti menyebut makan dalam rentang waktu 8–12 jam dapat bermanfaat bagi kesehatan metabolik dan berpotensi membantu penurunan berat badan.
Periode puasa memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Menurut artikel tersebut, puasa juga dapat mendukung autofagi, yaitu proses tubuh dalam membersihkan sel yang rusak.
InsideHook turut mengutip studi 2025 yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences mengenai kemungkinan hubungan puasa dengan penurunan risiko kanker.
7. Tidur Sambil Menstimulasi Indra Penciuman
Kebiasaan terakhir berkaitan dengan tidur dan indra penciuman. Macpherson menyebut kemampuan mencium bau dapat menurun seiring bertambahnya usia sehingga otak kehilangan rangsangan penting.
Untuk memberikan stimulasi tersebut, ia menyarankan penggunaan diffuser dengan minyak esensial selama satu hingga dua jam ketika tidur. InsideHook menyebut lavender direkomendasikan Brain Health Network karena sifatnya yang dapat membantu menstabilkan suasana hati, sementara rosemary dan sage disebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif.
Kebiasaan Bukan Jaminan Awet Muda
InsideHook menekankan bahwa berbagai kebiasaan tersebut bukanlah solusi ajaib untuk menghentikan penuaan. Manfaatnya perlu dilihat sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Dengan demikian, menjaga kesehatan sel tidak hanya berkaitan dengan satu kebiasaan. Aktivitas fisik, pola makan, tidur, hubungan sosial, serta pengelolaan stres tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia. (*)
Editor : Rafael B. Junior