PONTIANAK POST – Pikiran yang terus bekerja ketika tubuh sudah berada di tempat tidur dapat membuat seseorang sulit terlelap. Berbagai hal yang harus dikerjakan, rencana masa depan, hingga kekhawatiran mengenai hari berikutnya dapat membuat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur menjadi lebih panjang.
InsideHook merangkum delapan strategi dari sejumlah profesional yang memiliki tuntutan pekerjaan tinggi, termasuk dokter, pilot, ahli bedah, petualang, veteran, dan pendiri perusahaan. Strategi tersebut digunakan untuk membantu menenangkan pikiran sebelum tidur.
1. Manfaatkan Cahaya Merah
Seorang dokter unit gawat darurat yang dikutip InsideHook menggunakan terapi cahaya merah sebagai bagian dari rutinitas tidurnya. Ia mengatakan terapi tersebut membantu produksi melatonin dan membuatnya tidur lebih baik pada malam hari.
Dokter tersebut menggunakan terapi cahaya merah satu hingga dua kali dalam sepekan dan mengaku merasa lebih segar pada hari berikutnya.
Baca Juga: Ingin Bangun Lebih Segar? Coba 13 Kebiasaan Sederhana Sebelum dan Saat Tidur
2. Atur Waktu Tidur dalam Siklus
Maurizio Petrone, pendiri PressHERO, menerapkan apa yang disebutnya sebagai aturan 90 menit. Ia mengatur waktu tidur berdasarkan siklus 90 menit.
Menurutnya, ia memilih tidur selama enam jam atau tujuh setengah jam dan menghindari durasi di antara keduanya. Ia mengaku pola tersebut membantu meningkatkan energi dibandingkan ketika tidur selama tujuh atau delapan jam.
3. Perhatikan Denyut Jantung
Petualang Johnny Ward, yang pernah mendayung melintasi Samudra Atlantik dan mendaki Gunung Everest, menjadikan denyut jantung sebagai salah satu indikator sebelum tidur.
Ia berusaha menurunkan denyut jantung istirahat serendah mungkin sebelum tidur. Untuk mendukung kebiasaan tersebut, Ward melakukan latihan kardio setiap hari dan menggunakan pelacak kebugaran untuk memantau perubahan.
Baca Juga: Sering Tidur Telentang? Ini Posisi Tidur yang Disebut Lebih Baik Menurut Dokter
4. Jauhkan Ponsel
Jeanne Retief, pendiri perusahaan kecantikan Figgi, memiliki kebiasaan langsung menjauhkan ponsel setelah tiba di rumah. Ponselnya ditempatkan di ruangan lain untuk diisi daya, kemudian pintu ruangan tersebut ditutup sepanjang malam.
Menurut Retief, kebiasaan itu menjadi semacam penanda berakhirnya aktivitas digital sekaligus membantu pikirannya mulai beristirahat.
5. Jangan Memaksakan Diri untuk Segera Tidur
Seorang pilot maskapai internasional yang dikutip menggunakan strategi berbeda ketika terbangun atau sulit tidur pada malam hari. Ia berusaha tidak memikirkan keharusan untuk segera bangun beberapa jam kemudian.
Daripada terus berbaring sambil memikirkan sulitnya tidur, ia membaca novel menggunakan iPad dengan tingkat kecerahan paling rendah hingga matanya mulai mengantuk. Strategi tersebut bertujuan mengalihkan perhatian pikiran.
6. Berhenti Sibuk Menjelang Waktu Tidur
Grant Aldrich, pendiri Preppy, sebelumnya terbiasa mengorbankan waktu tidur untuk pekerjaan, bisnis, dan kehidupan sosial. Ia kemudian membuat alarm pukul 22.30 sebagai tanda untuk mengakhiri aktivitas hariannya.
Setelah alarm berbunyi, ia hanya membersihkan meja dan mengganti pakaian agar siap tidur. Daftar pekerjaan, media sosial, serta agenda hari berikutnya sudah tersinkronisasi sehingga tidak perlu lagi dipikirkan menjelang tidur.
7. Gunakan White Noise
Seorang mantan tentara yang dikutip InsideHook menggunakan suara latar untuk membantu menenangkan pikiran. Ia membaca sebentar, kemudian menggunakan audiobook dan penutup mata.
Kipas angin digunakan sebagai white noise untuk menutupi suara-suara dari lingkungan sekitar. Saat bepergian, ia menggunakan aplikasi white noise di ponsel. Menurutnya, suara tersebut membantu mengurangi gangguan kecil yang dapat membuat pikiran tetap waspada.
Baca Juga: Sleep Dress Terinspirasi Gaun Tidur, Kini Tampil Chic untuk Berbagai Kesempatan
8. Libatkan Pasangan dalam Pengaturan Waktu Istirahat
Ahli bedah konsultan di London, Arnav, menyebut dukungan pasangan sangat penting, terutama bagi keluarga dengan anak kecil. Ia dan istrinya membuat pembagian tugas untuk menentukan siapa yang bangun bersama anak atau menyiapkan sarapan pada hari tertentu.
Mereka juga merencanakan aktivitas selama sepekan berdasarkan kesibukan masing-masing. Menurut Arnav, sistem tersebut tidak hanya membantu keduanya mendapatkan waktu istirahat, tetapi juga mengurangi potensi perselisihan akibat kelelahan.
Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
Delapan strategi tersebut menunjukkan bahwa menyiapkan pikiran sebelum tidur dapat dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari menjauhkan ponsel, mengurangi aktivitas menjelang malam, membaca, menggunakan white noise, hingga membuat pembagian tugas dengan pasangan.
InsideHook menempatkan strategi tersebut sebagai pengalaman pribadi dari sejumlah profesional, bukan sebagai jaminan bahwa setiap metode akan memberikan hasil yang sama bagi semua orang. (*)
Editor : Rafael B. Junior