PONTIANAK POST – Feng shui memasuki Period 9, sebuah siklus 20 tahun yang dikaitkan dengan elemen api dan disebut berlangsung hingga 2043. Menurut artikel YourTango, periode ini membawa tema gairah, kreativitas, transformasi, dan inspirasi.
Artikel yang ditulis Francesca Duarte pada 2 November 2024 tersebut mengutip konsultan feng shui Jemma, yang dikenal melalui akun TikTok @home_abundance. Ia membagikan tiga hal yang menurutnya perlu dihindari agar seseorang dapat beradaptasi dengan energi Period 9.
Dalam konsep feng shui yang dijelaskan artikel tersebut, period merupakan siklus 20 tahun dengan satu elemen yang dominan. Sembilan periode membentuk satu siklus besar selama 180 tahun. Period 9 disebut mulai pada 4 Februari dan menjadi periode terakhir dalam siklus tersebut.
Baca Juga: Rahasia Sukses Miliarder Dunia: Tips Atur Feng Shui Ruang Kerja untuk Dongkrak Produktivitas Anda
1. Menolak Perkembangan Teknologi
Hal pertama yang disarankan untuk dihindari adalah menolak perkembangan teknologi.
Jemma mengatakan Period 9 akan menjadi masa yang bergerak sangat cepat dan penuh inovasi. Berbagai perkembangan teknologi diperkirakan semakin memengaruhi kehidupan, termasuk dunia kerja.
Karena itu, masyarakat disebut perlu terbuka terhadap teknologi yang berkembang. Jemma secara khusus menyarankan untuk tetap mengikuti perkembangan berbagai program dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pekerjaan.
Dalam pandangan tersebut, kekhawatiran terhadap perubahan teknologi justru dapat membuat seseorang tertinggal dari perkembangan yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Ingin Karier Lebih Lancar? Ini Tips Feng Shui Rumah dan Meja Kerja Menurut Astrologi China
2. Memaksa Anak Kuliah
Hal kedua yang disoroti adalah kebiasaan memaksa anak untuk menempuh pendidikan di universitas.
Jemma menilai gelar universitas tidak lagi memiliki nilai yang sama seperti sebelumnya. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan Period 8, ketika pendidikan universitas disebut sebagai sesuatu yang pada dasarnya diharapkan bagi seseorang yang ingin memperoleh karier sukses.
Ia juga menceritakan pengalamannya yang dahulu didorong orang tua untuk kuliah. Berdasarkan pemahamannya mengenai Period 9, ia mengatakan tidak akan memberikan tekanan yang sama kepada anak-anaknya.
Baca Juga: Tips Feng Shui Studi: Menguak Peluang Beasiswa Internasional dan Cara Atasi Hambatan Kuliah
Menurut Jemma, periode baru tersebut akan menghadirkan pekerjaan dan peluang baru, terutama pada industri-industri yang diperkirakan berkembang dan tidak selalu membutuhkan gelar universitas untuk mencapai kesuksesan.
Namun, pandangan tersebut merupakan pendapat konsultan yang dikutip YourTango, bukan kesimpulan bahwa pendidikan universitas tidak lagi diperlukan secara umum.
3. Mengabaikan Praktik Mindfulness
Hal ketiga yang disebut perlu dihindari adalah mengabaikan praktik mindfulness.
Jemma menggambarkan energi Period 9 sebagai sesuatu yang cepat dan transformatif. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat seseorang merasa kewalahan dan mengalami tekanan.
Ia menjelaskan bahwa pikiran dan tindakan manusia dapat terlalu terfokus pada masa depan. Kondisi tersebut disebut dapat memicu kecemasan dan stres karena seseorang tidak lagi memperhatikan momen yang sedang dijalani.
Karena itu, praktik mindfulness dianggap penting untuk membantu seseorang tetap berada pada saat ini. Meditasi dan latihan pernapasan juga disebut dapat membantu seseorang tetap membumi, mengurangi perasaan cemas, serta menghindari kelelahan akibat tekanan.
Period 9 Disebut Membawa Perubahan Besar
Menurut artikel YourTango, Period 9 merupakan bagian dari siklus feng shui yang berlangsung selama 20 tahun. Elemen api menjadi unsur dominan dan dikaitkan dengan perubahan, kreativitas, inspirasi, serta transformasi.
Jemma menyebut energi periode ini belum pernah dirasakan selama 180 tahun. Karena itu, ia menekankan pentingnya beradaptasi dengan perubahan daripada menolaknya.
Tiga hal yang disoroti adalah menolak teknologi, memaksakan anak masuk universitas, dan mengabaikan mindfulness. Ketiganya dikaitkan dengan cara seseorang menghadapi perubahan yang disebut akan semakin kuat selama Period 9.
Artikel tersebut juga mengajak masyarakat untuk melepaskan gagasan dan kebiasaan lama yang dianggap tidak lagi sesuai dengan tujuan hidup serta terbuka terhadap perubahan baru. (*)
Editor : Rafael B. Junior