alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Prokes Ketat, DBL di Mataram Tuntas

AKIBAT pandemi Covid-19, liga basket pelajar terbesar di Indonesia Developmental Basketball League (DBL) harus rehat pada musim 2020. Namun, pada 2021, DBL Indonesia selaku penyelenggara kembali menjalankan liga dengan memulai pada seri Nusa Tenggara Barat di Mataram. Penyelenggaraan ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan rekomendasi dan pengawasan dari regulator setempat.

Hasilnya, pada 26 Februari, DBL telah menuntaskan seri NTB. Penyelenggaraan ini memang berjalan jauh dari hingar-bingar khas DBL. Tidak ada kerumunan penonton yang biasanya meluber di tribun. Peserta, petugas pertandingan, panitia, semua menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai masker).

CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda mengucapkan terima kasih yang tinggi kepada regulator, pemerintah, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Mataram atas dukungan terhadap DBL. “Kami memiliki sejarah yang baik dengan Mataram. Dulu, ketika pertama kali mengembangkan DBL keluar Jawa Timur, kota pertama yang kami datangi adalah Mataram. Sekarang setelah sempat rehat setahun karena pandemi, kami juga memulai DBL lagi di Mataram,” ujar Azrul.

Dia menyebutkan, “Tim kami banyak terbantu karena arahan yang jelas dari regulator di NTB dan Mataram. Meskipun saat ini belum ada standar yang baku dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga secara nasional, namun berbagai permintaan dari regulator bisa dijalankan. Kolaborasi seperti ini yang kami yakini akan dapat membangkitkan kembali industri olahraga dan penyelenggaraan event di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Selidiki Tuntas Penyerangan Laskar FPI

Azrul juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan peserta DBL yang patuh protokol kesehatan. “Edukasi kami mengenai pentingnya liga ini berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat bisa diikuti dengan baik oleh masyarakat. Walaupun harus melalui berbagai prosedur yang mungkin belum biasa dilakukan, tapi semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sejumlah prosedur ketat memang diterapkan di DBL seri NTB, sesuai dengan arahan regulator. Salah satunya, seluruh pemain wajib  menjalankan tes swab tiga jam sebelum pertandingan masing-masing tim. Panitia dan petugas pertandingan juga wajib diswab. “Ini adalah bagian screening awal kami untuk menekan risiko persebaran virus Covid-19. Sedikitnya kami menjalankan total 820 tes swab sepanjang lima hari pertandingan,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia.

Selain itu, seluruh pihak yang terlibat di DBL juga tetap harus menjalankan protokol yang umum dilakukan di tempat publik seperti mengukur suhu tubuh, membersihkan tangan dengan desinfektan, dan menggunakan masker.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Terus Menurun, Waspada Hadapi Event Nasional dan Libur Nataru

Selama penyelenggaraan DBL 2021 di Mataram, penyelenggara juga melarang kedatangan penonton umum untuk menghindari kerumunan. Sebagai solusi, DBL Indonesia menyiapkan infrastruktur agar seluruh pertandingan dapat ditonton secara live stream melalui aplikasi DBL Play. “Pada musim sebelumnya, kami sudah menjalankan livestream, tapi hanya pada beberapa pertandingan. Tahun ini, seluruh peserta di DBL seri NTB ikut tampil dalam tayangan live stream. Tanpa terkecuali,” ujar Donny.

Hasilnya, di luar dugaan DBL Indonesia. Tayangan live stream ternyata berhasil menggantikan kehebohan khas DBL di lokasi acara, bahkan lebih heboh. Hingga tulisan ini diturunkan pada Senin 1 Maret, tayangan DBL di Mataram menyedot setidaknya 188.290 views dan masih terus bertambah.

“Penonton kami di live stream jauh lebih tinggi daripada penonton kami biasanya di lapangan. Dalam satu game, penonton uniknya bisa mencapai 11.594 sampai delapan kali lebih banyak dari kapasitas gedung,” ujar Azrul.  “Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan juga bisa merefleksikan bagaimana masyarakat sudah sangat ingin menonton pertandingan olahraga, walau harus dengan cara yang baru,” tambahnya. (*)

AKIBAT pandemi Covid-19, liga basket pelajar terbesar di Indonesia Developmental Basketball League (DBL) harus rehat pada musim 2020. Namun, pada 2021, DBL Indonesia selaku penyelenggara kembali menjalankan liga dengan memulai pada seri Nusa Tenggara Barat di Mataram. Penyelenggaraan ini dijalankan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan rekomendasi dan pengawasan dari regulator setempat.

Hasilnya, pada 26 Februari, DBL telah menuntaskan seri NTB. Penyelenggaraan ini memang berjalan jauh dari hingar-bingar khas DBL. Tidak ada kerumunan penonton yang biasanya meluber di tribun. Peserta, petugas pertandingan, panitia, semua menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai masker).

CEO dan Founder DBL Indonesia Azrul Ananda mengucapkan terima kasih yang tinggi kepada regulator, pemerintah, dan masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya Mataram atas dukungan terhadap DBL. “Kami memiliki sejarah yang baik dengan Mataram. Dulu, ketika pertama kali mengembangkan DBL keluar Jawa Timur, kota pertama yang kami datangi adalah Mataram. Sekarang setelah sempat rehat setahun karena pandemi, kami juga memulai DBL lagi di Mataram,” ujar Azrul.

Dia menyebutkan, “Tim kami banyak terbantu karena arahan yang jelas dari regulator di NTB dan Mataram. Meskipun saat ini belum ada standar yang baku dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga secara nasional, namun berbagai permintaan dari regulator bisa dijalankan. Kolaborasi seperti ini yang kami yakini akan dapat membangkitkan kembali industri olahraga dan penyelenggaraan event di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Belanja Elektronik Aman dan Nyaman dengan Protokol Kesehatan

Azrul juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan peserta DBL yang patuh protokol kesehatan. “Edukasi kami mengenai pentingnya liga ini berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat bisa diikuti dengan baik oleh masyarakat. Walaupun harus melalui berbagai prosedur yang mungkin belum biasa dilakukan, tapi semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sejumlah prosedur ketat memang diterapkan di DBL seri NTB, sesuai dengan arahan regulator. Salah satunya, seluruh pemain wajib  menjalankan tes swab tiga jam sebelum pertandingan masing-masing tim. Panitia dan petugas pertandingan juga wajib diswab. “Ini adalah bagian screening awal kami untuk menekan risiko persebaran virus Covid-19. Sedikitnya kami menjalankan total 820 tes swab sepanjang lima hari pertandingan,” ujar Donny Rahardian, Wakil Direktur DBL Indonesia.

Selain itu, seluruh pihak yang terlibat di DBL juga tetap harus menjalankan protokol yang umum dilakukan di tempat publik seperti mengukur suhu tubuh, membersihkan tangan dengan desinfektan, dan menggunakan masker.

Baca Juga :  PLN Jalankan Musyawarah untuk Pengadaan Tanah SUTT 150 kV Kendawangan-Sukamara

Selama penyelenggaraan DBL 2021 di Mataram, penyelenggara juga melarang kedatangan penonton umum untuk menghindari kerumunan. Sebagai solusi, DBL Indonesia menyiapkan infrastruktur agar seluruh pertandingan dapat ditonton secara live stream melalui aplikasi DBL Play. “Pada musim sebelumnya, kami sudah menjalankan livestream, tapi hanya pada beberapa pertandingan. Tahun ini, seluruh peserta di DBL seri NTB ikut tampil dalam tayangan live stream. Tanpa terkecuali,” ujar Donny.

Hasilnya, di luar dugaan DBL Indonesia. Tayangan live stream ternyata berhasil menggantikan kehebohan khas DBL di lokasi acara, bahkan lebih heboh. Hingga tulisan ini diturunkan pada Senin 1 Maret, tayangan DBL di Mataram menyedot setidaknya 188.290 views dan masih terus bertambah.

“Penonton kami di live stream jauh lebih tinggi daripada penonton kami biasanya di lapangan. Dalam satu game, penonton uniknya bisa mencapai 11.594 sampai delapan kali lebih banyak dari kapasitas gedung,” ujar Azrul.  “Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan juga bisa merefleksikan bagaimana masyarakat sudah sangat ingin menonton pertandingan olahraga, walau harus dengan cara yang baru,” tambahnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/