alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

UPT TIKP Tingkatkan Kompetensi Operator /Helpdesk PPDB Online

PONTIANAK – UPT TIKP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelatihan peningkatan kompetensi operator/helpdesk penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun 2021 di Hotel Kapuas Dharma, Senin-Rabu, 8-10 Maret 2021. Kegiatan dibuka Fatmawati, Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalbar mewakili drs Sugeng Hariyadi MM Kepala Disdikbud Kalbar.

“Seiring kondisi pandemi Covid-19, Disdikbud Kalbar menerapkan PPDB online, yang dapat dilakukan dari rumah untuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua. Sistem dengan teknologi web dan komputerisasi ini bertujuan agar pelaksanaan PPDB lebih mudah, cepat, transparan, akurat, dan akuntabel,” ujar Fatmawati, saat membacakan sambutan tertulis kadis, Senin (8/3).

Terkait hal itu, Kemendikbud mengeluarkan peraturan terbaru, tertuang dalam Permendikbud No.1 tahun 2021. Penerimaan siswa baru tahun 2021 melalui: (1) Jalur Zonasi untuk SMA 50 persen dari daya tampung sekolah. (2) Jalur Afirmasi paling banyak 15 persen. (3) Jalur perpindahan tugas orang tua atau wali paling banyak 5 persen. (4) Jalur prestasi, berdasarkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik pada lima semester terakhir sekolah asal.

Baca Juga :  Pengembangan Kedelai Perlu Kepastian Pasar

Untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 10 SMK mempertimbangkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal pada lima semester terakhir. Prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih.

“Seleksi calon siswa kelas 10 SMK harus memprioritaskan calon peserta didik dari keluar ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah. SMK dalam PPDB 2021 dapat memprioritaskan calon peserta didik berdomisili terdekat dengan sekolah, paling banyak 10 persen dari daya tampung,” jelasnya.

Sementara itu, Hj Nur Astina SE MM, Kepala UPT TIKP Disdikbud Kalbar menyampaikan, pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Pelatihan pada tiap gelombang diikuti sekitar 75 operator/helpdesk PPDB online dari sekolah se-Kalbar.

Baca Juga :  KSP Agro Bonti Region Dukung Pemerintah Hadapi Karhutla

“Aplikasi PPDB online yang digunakan semakin baik. Apa yang menjadi kelemahan sebelumnya ditingkatkan lagi. Terkait cakupan saya rasa tidak begitu berbeda dari sebelumnya. Hanya melihat dari peraturan kementerian yang baru ada sedikit perubahan untuk SMK dari tahun sebelumnya,” tutupnya. (ser)

PONTIANAK – UPT TIKP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menggelar pelatihan peningkatan kompetensi operator/helpdesk penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun 2021 di Hotel Kapuas Dharma, Senin-Rabu, 8-10 Maret 2021. Kegiatan dibuka Fatmawati, Kepala Bidang SMA Disdikbud Kalbar mewakili drs Sugeng Hariyadi MM Kepala Disdikbud Kalbar.

“Seiring kondisi pandemi Covid-19, Disdikbud Kalbar menerapkan PPDB online, yang dapat dilakukan dari rumah untuk mencegah berkumpulnya siswa dan orang tua. Sistem dengan teknologi web dan komputerisasi ini bertujuan agar pelaksanaan PPDB lebih mudah, cepat, transparan, akurat, dan akuntabel,” ujar Fatmawati, saat membacakan sambutan tertulis kadis, Senin (8/3).

Terkait hal itu, Kemendikbud mengeluarkan peraturan terbaru, tertuang dalam Permendikbud No.1 tahun 2021. Penerimaan siswa baru tahun 2021 melalui: (1) Jalur Zonasi untuk SMA 50 persen dari daya tampung sekolah. (2) Jalur Afirmasi paling banyak 15 persen. (3) Jalur perpindahan tugas orang tua atau wali paling banyak 5 persen. (4) Jalur prestasi, berdasarkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik pada lima semester terakhir sekolah asal.

Baca Juga :  Kementerian Kominfo Ajak Masyarakat Indonesia Makin Cakap Digital melalui Literasi Digital Netizen Fair 2021

Untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 10 SMK mempertimbangkan rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal pada lima semester terakhir. Prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih.

“Seleksi calon siswa kelas 10 SMK harus memprioritaskan calon peserta didik dari keluar ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah. SMK dalam PPDB 2021 dapat memprioritaskan calon peserta didik berdomisili terdekat dengan sekolah, paling banyak 10 persen dari daya tampung,” jelasnya.

Sementara itu, Hj Nur Astina SE MM, Kepala UPT TIKP Disdikbud Kalbar menyampaikan, pelatihan dibagi dalam dua gelombang. Pelatihan pada tiap gelombang diikuti sekitar 75 operator/helpdesk PPDB online dari sekolah se-Kalbar.

Baca Juga :  Rapimnas Kadin Indonesia 2021, Menko Airlangga Dorong Kadin Indonesia Manfaatkan Momentum Presidensi G20 Indonesia dan Menjadi Pelopor Peningkatan Investasi

“Aplikasi PPDB online yang digunakan semakin baik. Apa yang menjadi kelemahan sebelumnya ditingkatkan lagi. Terkait cakupan saya rasa tidak begitu berbeda dari sebelumnya. Hanya melihat dari peraturan kementerian yang baru ada sedikit perubahan untuk SMK dari tahun sebelumnya,” tutupnya. (ser)

Most Read

Kelurga Korban Menanti Kepastian

Dorong Industri Garam di Kalbar

Sinyal Kuat Berpesta di Kandang

Artikel Terbaru

/