alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

BKIPM Pontianak Luncurkan Bulan Mutu Karantina

PONTIANAK – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali meluncurkan Bulan Mutu Karantina 2021, yang digelar Rabu (14/4).

Kegiatan peluncuran yang juga diikuti secara virtual oleh Stasiun KIPM di sejumlah daerah di Indonesia itu, dirangkai dengan kegiatan Indonesia Satu Ekspor. Di Kalimantan Barat, Stasiun KIPM Pontianak turut menggelar kegiatan tersebut sekaligus melaksanakan pelepasan ekspor produk perikanan via Bandara Supadio Pontianak.

Kepala BKIPM, Rina mengatakan, Bulan Mutu Karantina digelar selama tiga bulan ke depan hingga 14 Juni 2021. “Adapun kegiatan yang kami gelar di antaranya BKIPM peduli sosial, BKIPM peduli lingkungan dan BKIPM peduli pelayanan publik,“ katanya.

Dia menyebut, hingga 13 April 2021, total produk yang diekspor jumlahnya mencapai 11.637 ton atau senilai Rp1,012 triliun. Ekspor produk perikanan dilepas ke 40 negara tujuan yang tersebar di Benua Asia, Eropa dan Amerika. Komoditasnya terdiri dari 157 jenis perikanan dengan rincian perikanan hidup, segar, beku, dan produk olahan ikan.

Baca Juga :  Tiga Dusun di Meranti Terendam

Menteri Kelautan dan Perikanan,  Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, ada tiga strategi untuk menggenjot nilai ekonomi perikanan budidaya. Ketiga terobosan tersebut antara lain, peningkatan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pengembangan budidaya untuk peningkatan ekspor, serta pengembangan kampung-kampung budidaya ikan.

“Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan pemasukan bagi negara,” kata Wahyu.

Kepala BKIPM Pontianak, Miharjo mengatakan, tema Bulan Mutu Karantina tahun ini adalah ‘Ikan Sehat Bermutu untuk Mendukung Pemenuhan Protein Masyarakat’. Berjalan hingga tiga bulan ke depan, salah satu program yang akan dilakukan ada program sosial.“Kami akan membagikan 2500 paket produk perikanan yang sehat dan kepada masyarakat kelautan dan perikanan,” tutur Miharjo.

Baca Juga :  24 Pelatih Sepak Bola Kalbar Ambil Lisensi C AFC

Sementara itu, bersamaan dengan kegiatan tersebut, BKIPM Pontianak juga turut melakukan ekspor produk perikanan sebanyak 570 ekor seberat total 250 kg, dengan nilai ekspor sebesar Rp1,134 Miliar. Adapun komoditas yang diekspor pada kesempatan tersebut antara lain Arowana Super Red dikirim ke Jepang, Hongkong, dan Vietnam, serta Dried Snail yang dikirim ke Hongkong.

Pihaknya terus meningkatkan pelayanan dalam rangka mewujudkan produk perikanan Kalimantan Barat yang berorientasi ekspor. Pihaknya juga terus mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, maskapai, Angkasa Pura, Bea Cukai, dan lain sebagainya, sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk perikanan, dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. “Saat ini tercatat sudah ada 18 perusahaan bersertifikasi ekspor,  dengan tujuan ekspor sebanyak 11 negara,” pungkas dia. (sti/ser)

PONTIANAK – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali meluncurkan Bulan Mutu Karantina 2021, yang digelar Rabu (14/4).

Kegiatan peluncuran yang juga diikuti secara virtual oleh Stasiun KIPM di sejumlah daerah di Indonesia itu, dirangkai dengan kegiatan Indonesia Satu Ekspor. Di Kalimantan Barat, Stasiun KIPM Pontianak turut menggelar kegiatan tersebut sekaligus melaksanakan pelepasan ekspor produk perikanan via Bandara Supadio Pontianak.

Kepala BKIPM, Rina mengatakan, Bulan Mutu Karantina digelar selama tiga bulan ke depan hingga 14 Juni 2021. “Adapun kegiatan yang kami gelar di antaranya BKIPM peduli sosial, BKIPM peduli lingkungan dan BKIPM peduli pelayanan publik,“ katanya.

Dia menyebut, hingga 13 April 2021, total produk yang diekspor jumlahnya mencapai 11.637 ton atau senilai Rp1,012 triliun. Ekspor produk perikanan dilepas ke 40 negara tujuan yang tersebar di Benua Asia, Eropa dan Amerika. Komoditasnya terdiri dari 157 jenis perikanan dengan rincian perikanan hidup, segar, beku, dan produk olahan ikan.

Baca Juga :  Anggota PUPN Cabang Kalbar Dilantik

Menteri Kelautan dan Perikanan,  Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, ada tiga strategi untuk menggenjot nilai ekonomi perikanan budidaya. Ketiga terobosan tersebut antara lain, peningkatan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pengembangan budidaya untuk peningkatan ekspor, serta pengembangan kampung-kampung budidaya ikan.

“Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan pemasukan bagi negara,” kata Wahyu.

Kepala BKIPM Pontianak, Miharjo mengatakan, tema Bulan Mutu Karantina tahun ini adalah ‘Ikan Sehat Bermutu untuk Mendukung Pemenuhan Protein Masyarakat’. Berjalan hingga tiga bulan ke depan, salah satu program yang akan dilakukan ada program sosial.“Kami akan membagikan 2500 paket produk perikanan yang sehat dan kepada masyarakat kelautan dan perikanan,” tutur Miharjo.

Baca Juga :  Kapal Vietnam Tabrak Kapal Pengawas, Dua ABK Terpaksa Ditembak

Sementara itu, bersamaan dengan kegiatan tersebut, BKIPM Pontianak juga turut melakukan ekspor produk perikanan sebanyak 570 ekor seberat total 250 kg, dengan nilai ekspor sebesar Rp1,134 Miliar. Adapun komoditas yang diekspor pada kesempatan tersebut antara lain Arowana Super Red dikirim ke Jepang, Hongkong, dan Vietnam, serta Dried Snail yang dikirim ke Hongkong.

Pihaknya terus meningkatkan pelayanan dalam rangka mewujudkan produk perikanan Kalimantan Barat yang berorientasi ekspor. Pihaknya juga terus mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, pemerintah, maskapai, Angkasa Pura, Bea Cukai, dan lain sebagainya, sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk perikanan, dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. “Saat ini tercatat sudah ada 18 perusahaan bersertifikasi ekspor,  dengan tujuan ekspor sebanyak 11 negara,” pungkas dia. (sti/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/