alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Lembaga Pengelola Investasi Lahir

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia belum terlambat membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebagai pengelola dana sovereign wealth fund (SWF). Sebab, dibandingkan negara lainnya seperti Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Singapura, Kuwait, hingga Qatar sudah sejak 30-40 tahun lalu membentuk pengelola SWF di negaranya.
Jokowi memaparkan, dana kelolaan dari lembaga-lembaga pengelola SWF di negara-negara tersebut pun sudah sangat besar saat ini. Dana kelolaan itu disebut Jokowi bisa digunakan sebagai pembiayaan pembangunan.
“Walaupun lahir belakangan, tidak ada kata terlambat. Saya yakini Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu mendapatkan kepercayaan nasional dan internasional,” ujarnya secara virtual, Selasa (16/2).
Menurutnya, tidak ada kata terlambat dalam pembentukan LPI. Lembaga yang juga disebut Indonesia Investment Authority (INA). Dirinya yakin LPI mampu mengejar ketertinggalan dan mendapatkan kepercayaan dari investor nasional maupun internasional. “Dan (negara tersebut) telah punya akumulasi dana sovereign wealth fund yang besar untuk pembiayaan pembangunan,” tuturnya.
Jokowi memaparkan, terdapat tiga hal yang dapat membuat LPI menjadi lembaga yang bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Pertama, LPI sudah mempunyai dasar hukum yang jelas dan dilandasi langsung dengan perundang-undangan. “Diperintah langsung oleh undang-undang, yaitu UU Cipta Kerja. Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas, diatur dalam PP 74 tahun 2020,” ucapnya.
Kedua, Jokowi menjamin LPI menjadi institusi profesional yang dilindungi undang-undang dan menggunakan pertimbangan profesional untuk langkah kerjanya. Terakhir, LPI pun dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Kapasitas mereka menurut Jokowi juga sudah terbukti di kancah internasional.
“INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah internasional yang dijaring panitia seleksi dan dibantu headhunter profesional,” pungkasnya. (jpc)

Baca Juga :  Tantangan Pembimbing Kemasyarakatan Semakin Berat, Perkuat Kerja Sama Lembaga

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia belum terlambat membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebagai pengelola dana sovereign wealth fund (SWF). Sebab, dibandingkan negara lainnya seperti Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Singapura, Kuwait, hingga Qatar sudah sejak 30-40 tahun lalu membentuk pengelola SWF di negaranya.
Jokowi memaparkan, dana kelolaan dari lembaga-lembaga pengelola SWF di negara-negara tersebut pun sudah sangat besar saat ini. Dana kelolaan itu disebut Jokowi bisa digunakan sebagai pembiayaan pembangunan.
“Walaupun lahir belakangan, tidak ada kata terlambat. Saya yakini Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya dan mampu mendapatkan kepercayaan nasional dan internasional,” ujarnya secara virtual, Selasa (16/2).
Menurutnya, tidak ada kata terlambat dalam pembentukan LPI. Lembaga yang juga disebut Indonesia Investment Authority (INA). Dirinya yakin LPI mampu mengejar ketertinggalan dan mendapatkan kepercayaan dari investor nasional maupun internasional. “Dan (negara tersebut) telah punya akumulasi dana sovereign wealth fund yang besar untuk pembiayaan pembangunan,” tuturnya.
Jokowi memaparkan, terdapat tiga hal yang dapat membuat LPI menjadi lembaga yang bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Pertama, LPI sudah mempunyai dasar hukum yang jelas dan dilandasi langsung dengan perundang-undangan. “Diperintah langsung oleh undang-undang, yaitu UU Cipta Kerja. Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas, diatur dalam PP 74 tahun 2020,” ucapnya.
Kedua, Jokowi menjamin LPI menjadi institusi profesional yang dilindungi undang-undang dan menggunakan pertimbangan profesional untuk langkah kerjanya. Terakhir, LPI pun dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia. Kapasitas mereka menurut Jokowi juga sudah terbukti di kancah internasional.
“INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah internasional yang dijaring panitia seleksi dan dibantu headhunter profesional,” pungkasnya. (jpc)

Baca Juga :  Saat Listrik Menunjang Produktivitas UMKM

Most Read

Artikel Terbaru

/