alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Intervensi Nikah Muda

2020 BKKBN Lakukan Pendataan Keluarga se Kalbar

PONTIANAK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di 2020 tepatnya pada bulan Mei akan melakukan pendataan keluarga. Tahap awal sebelum dilakukan kerja besar itu, terlebih dahulu dilakukan temu kerja data dan informasi yang melibatkan para pendata di lapangan.

Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Kusmana menuturkan, temu kerja data dan informasi ini dilakukan sebagai persiapan pendataan keluarga di 2020 mendatang. Rencana pendataan akan dilakukan serentak di 14 Kabupaten Kota di Provinsi Kalbar selama sebulan penuh, di bulan Mei mendatang.

Berdasar peraturan nomor 87, tentang informasi keluarga pendataan keluarga mesti dilakukan setiap lima tahun sekali. “Ada tiga indikator dalam pendataan ini,” katanya, Rabu (5/12).

Baca Juga :  Pengambilan Sumpah Jabatan Gunakan Cap Jempol Darah

Indikator pertama melihat demografi, yaitu jumlah umur dan jenis kelamin. Kemudian pendataan keluarga berencana pasangan usia subur ibu hamil dan remaja. Indikator terakhir pembangunan keluarga, mulai dari balita, remaja dan lansia.

Pendataan keluarga ini dari enam Provinsi se Indonesia, Kalbar salah satu yang masuk pantauan Pemerintah Pusat. Alasan terpilihnya Kalbar untuk pendataan keluarga belum diketahui pasti. Namun menurut Kusmana, tingginya angka nikah usia muda perempuan umur 15-19 tahun pernah melahirkan membuat pusat melihat ini sebagai persoalan yang patut ditekan.

Dikegiatan ini, pihaknya melibatkan petugas KB yang ada di Kalbar. Agar kerjanya makin cepat BKKBN juga menggandeng mitra buat pendataan keluarga.

Baca Juga :  Dua Minggu Persiapan Tari, Satu Hari Pengambilan Video Klip

Data-data yang didapat tambah Kusmana juga akan disinergikan dengan dinas-dinas terkait. Contohnya, dalam pendataan didapat kelompok nusia sekolah namun posisinya tidak Sekolah maka data tersebut akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan agar bisa ditindaklanjuti. Begitu juga jika menemukan data yang berkaitan dengan bidang kesehatan dan lainnya. Maka akan ditindaklanjuti ke dinas-dinas terkait, karena nantinya data ini bisa digunakan lintas sektor.(iza)

2020 BKKBN Lakukan Pendataan Keluarga se Kalbar

PONTIANAK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di 2020 tepatnya pada bulan Mei akan melakukan pendataan keluarga. Tahap awal sebelum dilakukan kerja besar itu, terlebih dahulu dilakukan temu kerja data dan informasi yang melibatkan para pendata di lapangan.

Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Kusmana menuturkan, temu kerja data dan informasi ini dilakukan sebagai persiapan pendataan keluarga di 2020 mendatang. Rencana pendataan akan dilakukan serentak di 14 Kabupaten Kota di Provinsi Kalbar selama sebulan penuh, di bulan Mei mendatang.

Berdasar peraturan nomor 87, tentang informasi keluarga pendataan keluarga mesti dilakukan setiap lima tahun sekali. “Ada tiga indikator dalam pendataan ini,” katanya, Rabu (5/12).

Baca Juga :  Pameran Harganas 26 Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Indikator pertama melihat demografi, yaitu jumlah umur dan jenis kelamin. Kemudian pendataan keluarga berencana pasangan usia subur ibu hamil dan remaja. Indikator terakhir pembangunan keluarga, mulai dari balita, remaja dan lansia.

Pendataan keluarga ini dari enam Provinsi se Indonesia, Kalbar salah satu yang masuk pantauan Pemerintah Pusat. Alasan terpilihnya Kalbar untuk pendataan keluarga belum diketahui pasti. Namun menurut Kusmana, tingginya angka nikah usia muda perempuan umur 15-19 tahun pernah melahirkan membuat pusat melihat ini sebagai persoalan yang patut ditekan.

Dikegiatan ini, pihaknya melibatkan petugas KB yang ada di Kalbar. Agar kerjanya makin cepat BKKBN juga menggandeng mitra buat pendataan keluarga.

Baca Juga :  Atasi Persoalan Remaja, PKBI Sinergikan Program Bangga Kencana

Data-data yang didapat tambah Kusmana juga akan disinergikan dengan dinas-dinas terkait. Contohnya, dalam pendataan didapat kelompok nusia sekolah namun posisinya tidak Sekolah maka data tersebut akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan agar bisa ditindaklanjuti. Begitu juga jika menemukan data yang berkaitan dengan bidang kesehatan dan lainnya. Maka akan ditindaklanjuti ke dinas-dinas terkait, karena nantinya data ini bisa digunakan lintas sektor.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/