alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Sertifikasi Pra Nikah di MoU Tiga Kementerian

PONTIANAK-Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan keluarga BKKBN, M Yani menuturkan, pemberlakukan sertifikasi pra nikah yang rencana dilaksanakan tahun ini dalam tahap pendantanganan nota kesepahaman. Ada tiga kementerian terlibat dalam kesepakatan itu, yaitu Kementerian Agama, Kesehatan dan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kami (BKKBN) sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Dari hasil koordinasi itu disepakati akan membagi segmen sesuai dengan bidangnya masing-masing,” kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M. Yani belum Senin (20/1)

Pemberlakukan aturan tersebut, BKKBN nanti tidak hanya menangani diseputar alat kontrasepsi. Akan tetapi, persoalan mencakup pembangunan keluarga dan kependudukan juga bakal

Baca Juga :  Pengambilan Sumpah Jabatan Gunakan Cap Jempol Darah

Ia menjelaskan BKKBN tidak hanya menangani terkait dengan alat kontrasepsi, akan tetapi cakupan pembangunan keluarga dan kependudukan juga bakal disosialisasikan.

Di pembangunan keluarga lanjutnya, berkaitan dengan ketahanan keluarga. Berbicara ketahanan keluarga artinya masyarakat harus melaksanakan delapan fungsi keluarga.

Ia optimistis jika fungsi keluarga dapat dilaksanakan, semua calon keluarga dan pengetahuan itu didapatkan sebelum nikah sehingga akan terbentuk keluarga berketahanan, yakni keluarga yang tenteram, mandiri, dan bahagia.

“Kami juga sedang diskusikan dan dalam waktu dekat akan MoU (penandantanganan nota kesepahaman) dengan tiga kementerian itu,” katanya.

Setelah dikoordinasikan kepala BKKBN dan menteri dari ketiga kementerian, kata dia, maka hasilnya akan diputusakan oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan saja dalam tahap demi tahap ini tidak berkendala. Jikapun putusannya memberlakukan sertifikasi pra nikah, bagi pasangan yang bakal menikah, pihaknya akan semaksimal mungkin menjalankan aturan tersebut.(iza)

Baca Juga :  TKI di Malaysia Harap Program Jemput Bola BKKBN Berkelanjutan

PONTIANAK-Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan keluarga BKKBN, M Yani menuturkan, pemberlakukan sertifikasi pra nikah yang rencana dilaksanakan tahun ini dalam tahap pendantanganan nota kesepahaman. Ada tiga kementerian terlibat dalam kesepakatan itu, yaitu Kementerian Agama, Kesehatan dan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kami (BKKBN) sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Dari hasil koordinasi itu disepakati akan membagi segmen sesuai dengan bidangnya masing-masing,” kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M. Yani belum Senin (20/1)

Pemberlakukan aturan tersebut, BKKBN nanti tidak hanya menangani diseputar alat kontrasepsi. Akan tetapi, persoalan mencakup pembangunan keluarga dan kependudukan juga bakal

Baca Juga :  Pendataan Keluarga 2020 Kalbar Menyasar 1,5 Juta Keluarga

Ia menjelaskan BKKBN tidak hanya menangani terkait dengan alat kontrasepsi, akan tetapi cakupan pembangunan keluarga dan kependudukan juga bakal disosialisasikan.

Di pembangunan keluarga lanjutnya, berkaitan dengan ketahanan keluarga. Berbicara ketahanan keluarga artinya masyarakat harus melaksanakan delapan fungsi keluarga.

Ia optimistis jika fungsi keluarga dapat dilaksanakan, semua calon keluarga dan pengetahuan itu didapatkan sebelum nikah sehingga akan terbentuk keluarga berketahanan, yakni keluarga yang tenteram, mandiri, dan bahagia.

“Kami juga sedang diskusikan dan dalam waktu dekat akan MoU (penandantanganan nota kesepahaman) dengan tiga kementerian itu,” katanya.

Setelah dikoordinasikan kepala BKKBN dan menteri dari ketiga kementerian, kata dia, maka hasilnya akan diputusakan oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan saja dalam tahap demi tahap ini tidak berkendala. Jikapun putusannya memberlakukan sertifikasi pra nikah, bagi pasangan yang bakal menikah, pihaknya akan semaksimal mungkin menjalankan aturan tersebut.(iza)

Baca Juga :  BKKBN Miliki Tampilan Baru Maksimalkan Program-Program KKBPK di Kalbar

Most Read

Artikel Terbaru

/