Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seperti Apa Ya Lebaran Ala Rasulullah dan Para Sahabatnya?

S
Penulis: Silvina❯
Ilustrasi
Ilustrasi

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Idul Fitri menjadi momen paling dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Hari raya ini tidak hanya identik dengan kemenangan, tetapi juga menjadi simbol kembalinya manusia kepada fitrahh, kesucian jiwa dan hati.

Advertisement

Namun, di tengah beragam tradisi Lebaran modern yang kian berkembang, penting untuk menelusuri kembali bagaimana Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam dan para sahabat merayakan Idul Fitri. Apakah sama dengan praktik yang dilakukan umat Islam saat ini?

Berdasarkan berbagai sumber kitab klasik Islam, perayaan Idul Fitri di masa Rasulullah berlangsung sederhana, namun sarat nilai spiritual dan sosial.

Makna Idul Fitri dalam Perspektif Islam

Advertisement

Secara bahasa, Idul Fitri berarti kembali kepada fitrah. Dalam konteks syariat, makna tersebut merujuk pada kondisi manusia yang kembali suci setelah ditempa ibadah Ramadan.

Idul Fitri juga dimaknai sebagai hari kebahagiaan yang disyariatkan untuk mensyukuri keberhasilan menjalankan ibadah puasa.

Praktik Idul Fitri ala Rasulullah

Berikut beberapa sunnah yang dicontohkan Rasulullah dalam merayakan Idul Fitri menurut para ulama berdasarkan  hadis shohih 

1.  Mengumandangkan Takbir

Sejak malam Idul Fitri, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk memperbanyak takbir. Dalam riwayat   Shahih Bukhari, para sahabat mengumandangkan takbir di masjid, rumah, hingga jalanan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Kubu Raya Himpun dan Salurkan 29 Hewan Kurban, Siap Didistribusikan H-1 Iduladha

Pemkab Kubu Raya Himpun dan Salurkan 29 Hewan Kurban, Siap Didistribusikan H-1 Iduladha

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya himpun 29 hewan kurban Iduladha 2026, siap disalurkan ke masyarakat H-1 Lebaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer