Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tanda-Tanda Ibadah Ramadan Diterima, Cek Apakah Anda Mengalaminya

S
Penulis: Silvina❯

 


Advertisement

Salah satu  kegiatan bernilai ibadah (sedekah takjil) di Bulan Ramadan
Salah satu kegiatan bernilai ibadah (sedekah takjil) di Bulan Ramadan

PONTIANAK POST – Ramadan yang penuh keberkahan telah berlalu, meninggalkan harapan sekaligus kegelisahan bagi setiap Muslim. Harapan akan diterimanya amal ibadah, serta kekhawatiran jika seluruh amalan selama sebulan penuh tidak bernilai di sisi Allah Subhanahuwata’ala

Advertisement

Pertanyaan ini menjadi refleksi penting: apakah puasa, salat tarawih, sedekah, dan tilawah Al-Qur’an yang telah dilakukan benar-benar diterima? Dalam ajaran Islam, hal tersebut merupakan perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

Namun, terdapat sejumlah tanda yang dapat menjadi indikator. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama, salah satunya Ustadz Muhammad Idris, LC (Alumnus PP. Imam Bukhari Alumnus S1 Syariah Universitas Islam Madinah, KSA)

Amal Ditentukan oleh Akhirnya

Advertisement

Salah satu prinsip penting dalam Islam adalah amal seseorang bergantung pada akhirnya. Hal ini ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam :

“Sungguh, seseorang (kadang) beramal dengan amalan penghuni surga di mata manusia, padahal sesungguhnya ia adalah penghuni neraka…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung pada akhirnya.” (HR. Ibnu Hibban)

Hadis ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak merasa aman dengan amal yang telah dilakukan, melainkan terus menjaga konsistensi hingga akhir hayat, termasuk setelah Ramadan.

Perubahan Menjadi Lebih Baik

Salah satu tanda diterimanya amal adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik setelah Ramadan. Seseorang menjadi lebih taat, lebih semangat beribadah, dan lebih berhati-hati dalam menjauhi dosa.

 

Para ulama menjelaskan kondisi hati yang lapang, semangat dalam kebaikan, serta berkurangnya perbuatan buruk merupakan tanda taufik dari Allah Subhanahuwata’ala.

Advertisement

Artikel Terkait

Buya Yahya Ungkap Keutamaan Menafkahi Anak Istri, Pahalanya Lebih Utama dari Sedekah

Buya Yahya Ungkap Keutamaan Menafkahi Anak Istri, Pahalanya Lebih Utama dari Sedekah

Menafkahi anak dan istri bukan sekadar kewajiban keluarga, tetapi juga ibadah dengan pahala besar menurut Buya. Yahya

Jangan Mudah Memvonis Bidah, Rutinkan Amalan Belum Tentu Menyimpang

Jangan Mudah Memvonis Bidah, Rutinkan Amalan Belum Tentu Menyimpang

seseorang bisa saja memilih waktu tertentu sebagai jadwal pribadi agar lebih mudah menjaga keistiqamahan dalam beribadah.

Jangan Sembarangan Menetapkan Amalan Khusus, Ibadah Harus Berdasarkan Dalil

Jangan Sembarangan Menetapkan Amalan Khusus, Ibadah Harus Berdasarkan Dalil

Masalah muncul ketika pengaturan amalan pribadi kemudian dianggap sebagai aturan syariat yang memiliki keutamaan khusus, padahal tidak terda

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer