Informasi ini dibagikan melalui blog resmi Google pada tahun lalu, dan ketiga fitur tersebut diharapkan akan membantu dalam memerangi penyebaran informasi palsu dan hoaks di platform pencarian mereka. Berikut adalah 3 cara tersebut.
1. Fitur About This Image
Pertama, Google memperkenalkan fitur "About This Image," yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang gambar yang muncul dalam hasil pencarian.
Pada fitur ini, pengguna dapat mengklik titik tiga pada gambar dan mendapatkan informasi dari gambar tersebut.
Fitur ini akan membantu mengidentifikasi gambar palsu atau informasi tidak akurat yang sering kali disertakan dalam gambar.
Pada pembaruan terbarunya, fitur ini sekarang sudah dapat dicoba oleh pengguna berbahasa Inggris di seluruh dunia.
Berikut adalah beberapa informasi yang dapat ditampilkan pada fitur About This Image:
Riwayat Gambar
Setelah mengklik menu About This Image, pengguna dapat melihat umur gambar ini di Google. Sehingga, pengguna dapat mengetahui apakah gambar ini adalah otentik pada masa tertentu.
Hasil Pencarian Gambar di Website Lain
Selain riwayat gambar, pengguna juga dapat melihat bagaimana gambar ini digunakan dan dideskripsikan pada website lain.
Dengan begitu, pengguna dapa memeriksa berita maupun informasi berbeda yang ditampilkan website lain mengenai satu gambar yang sama.
Informasi ini dapat memberikan fakta dan perspektif berbeda dari hasil gambar tersebut.
Metadata Gambar
Pengguna juga dapat memeriksa metadata dari gambar yang mereka cari.
Jika tersedia, pemilik gambar akan menambahkan metadata yang dapat membantu identifikasi gambar seperti apakah gambar ini dibuat melalui AI atau orisinal buatan manusia.
2. Fact Check Explorer
Kedua, Google telah memperbarui Fact Check Explorer, alat yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam memeriksa sumber-sumber dari informasi yang mereka berikan.
Ini akan membantu pengguna untuk dengan cepat menemukan fakta-fakta yang diverifikasi dan menghindari informasi yang tidak benar.
Selanjutnya, pengguna dapat memeriksa hasil dari topik tersebut yang telah diinvestigasi oleh berbagai organisasi di seluruh dunia.
Google akan merilis versi beta secara global yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah atau menyalin URL dari gambar apa pun ke Fact Check Explorer.
Dari sini, pengguna dapat melihat apakah gambar tersebut pernah muncul di dalam pemeriksaan fakta yang ada.
Versi ini juga memberikan gambaran umum tentang berbagai konteks yang terkait dengan gambar tersebut dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Untuk melihat simulasinya, silakan akses blog Google.
3. Search Generative Experience (SGE)
Terakhir, Google memperkenalkan SGE atau Search Generative Experience.
Ini adalah fitur yang dirancang untuk memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan dukungan AI.
SGE menggunakan teknologi pemodelan bahasa untuk memberikan hasil pencarian yang lebih kontekstual dan informatif.
Ini akan membantu pengguna mendapatkan informasi yang lebih akurat dan beragam.
Dengan kemampuan AI, pengguna dapat menemukan deskripsi dari berbagai halaman web untuk mengidentifikasi kebenaran dari informasi yang ditampilkan.
Pengguna dapat melihatnya melalui fitur "more about this page".
Dengan cara ini, pengguna dapat memeriksa apakah hasil yang diberikan sudah sesuai dengan fakta yang tersedia di berbagai sumber.
Google mendorong pengguna untuk mencoba fitur-fitur baru ini dan memberikan umpan balik untuk membantu mereka memperbaiki dan mengembangkannya lebih lanjut.
Dengan pengenalan fitur-fitur baru ini, Google berharap dapat meningkatkan kemampuan pengguna dalam melakukan pemeriksaan fakta dan memerangi penyebaran informasi palsu di platform mereka. (sya)
Editor : Syahriani Siregar