alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Apresiasi Pemanfaatan Halaman

Bupati Panen Kol Budidaya Distanakbun

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH, Msos, bersama Wakil Bupati Ketapang Drs.H. Suprapto S, bersama Sekda Ketapang H. Farhan, SE, M.Si, panen sayur seperti kol, tomat, maupun labu yang dibudidayakan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang, Jumat (30/8) pagi. Sayur yang ditanam merupakan pemanfaatan halaman Distanakbun.

Pemanfaatan halaman dinas untuk tanaman sayur tersebut diapresiasi Bupati. Ia berharap pemanfaatan lahan, termasuk halaman rumah, dimanfaatkan secara maksimal termasuk budidaya sayur untuk kebutuhan sehari-hari. Budidaya sayuran, baik di lahan maupun teknologi hidroponik seperti itu, diharapkannya dapat dicontoh OPD maupun masyarakat. Begitu juga, dia menyoroti pengembangan usaha pertanian di daerah ini. “Ini hasil dari pertanian, peternakan, dan perkebunan. Ini bagian dari pada tanaman-tanaman yang dibudidayakan di halaman Dinas Pertanian dan bisa tumbuh juga di Ketapang hanya disesuaikan dengan musim yang ada,” kata Bupati.

Baca Juga :  Lanal Ketapang Tangkap KM. Sumber Cahaya

Menurutnya, sayur seperti kol, tomat, labu, dan lain lain, merupakan hasil budidaya kurang lebih 2 bulan. Ternyata, dia begitu kaget lantaran pengembangan tersebut dapat dilakukan. Hal tersebut diharapkan dia bisa dicontoh oleh unit usaha, sehingga mendukung agrobisnis dan agrowisata.

“Terima kasih untuk Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang yang sudah memberikan contoh kepada para OPD dan masyarakat, yang mana ini bisa ditanam di halaman rumah. Jadi kalau untuk bisnis bisa dikembangkan dalam lahan yang luas, dan untuk kebutuhan rumah tangga bisa ditanam di halaman rumah di dalam pot atau polibag,” katanya.

Sementara itu, Kepala Distanakbun Kabupaten Ketapang, Ir. L. Sikat Gudag, MSi, menyebutkan bahwa tanaman tersebut merupakan percontohan pertama yang mereka tanam di Ketapang. Kebetulan di percontohan pertama dilakukan mereka di halaman mereka. Mereka membuktikan, dalam waktu 60 hari berhasil dipanen. Mereka menggunakan pupuk organik dalam perlakuannya. Pupuk organik yang digunakan mereka sudah diproduksi di Desa Tempurukan dan Sungai Pelang.

Baca Juga :  Bakar Rumah Ortu Karena Sakit Hati, Bripda DN Terancam Pecat

Dia berharap untuk tanaman kol bisa dikembangkan di Ketapang. Informasi pengembangan kol yang dapat dilakukan di Ketapang, diharapkan dia, dapat menjadi informasi yang baik bagi petani. Dari hasil panen yang dilakukan mereka, kol yang ditanam bisa mencapai berat 1,8 – 1,9 kilogram perbuah. “Bagi yang mau menanam, bibit tersedia di Distanakbun, sebelum menanam ini kita sudah sosialisasikan kepada petani,” ucapnya. (afi/ser)

Bupati Panen Kol Budidaya Distanakbun

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH, Msos, bersama Wakil Bupati Ketapang Drs.H. Suprapto S, bersama Sekda Ketapang H. Farhan, SE, M.Si, panen sayur seperti kol, tomat, maupun labu yang dibudidayakan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Kabupaten Ketapang, Jumat (30/8) pagi. Sayur yang ditanam merupakan pemanfaatan halaman Distanakbun.

Pemanfaatan halaman dinas untuk tanaman sayur tersebut diapresiasi Bupati. Ia berharap pemanfaatan lahan, termasuk halaman rumah, dimanfaatkan secara maksimal termasuk budidaya sayur untuk kebutuhan sehari-hari. Budidaya sayuran, baik di lahan maupun teknologi hidroponik seperti itu, diharapkannya dapat dicontoh OPD maupun masyarakat. Begitu juga, dia menyoroti pengembangan usaha pertanian di daerah ini. “Ini hasil dari pertanian, peternakan, dan perkebunan. Ini bagian dari pada tanaman-tanaman yang dibudidayakan di halaman Dinas Pertanian dan bisa tumbuh juga di Ketapang hanya disesuaikan dengan musim yang ada,” kata Bupati.

Baca Juga :  Resmikan Gedung BUMDes dan Pasar Desa

Menurutnya, sayur seperti kol, tomat, labu, dan lain lain, merupakan hasil budidaya kurang lebih 2 bulan. Ternyata, dia begitu kaget lantaran pengembangan tersebut dapat dilakukan. Hal tersebut diharapkan dia bisa dicontoh oleh unit usaha, sehingga mendukung agrobisnis dan agrowisata.

“Terima kasih untuk Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang yang sudah memberikan contoh kepada para OPD dan masyarakat, yang mana ini bisa ditanam di halaman rumah. Jadi kalau untuk bisnis bisa dikembangkan dalam lahan yang luas, dan untuk kebutuhan rumah tangga bisa ditanam di halaman rumah di dalam pot atau polibag,” katanya.

Sementara itu, Kepala Distanakbun Kabupaten Ketapang, Ir. L. Sikat Gudag, MSi, menyebutkan bahwa tanaman tersebut merupakan percontohan pertama yang mereka tanam di Ketapang. Kebetulan di percontohan pertama dilakukan mereka di halaman mereka. Mereka membuktikan, dalam waktu 60 hari berhasil dipanen. Mereka menggunakan pupuk organik dalam perlakuannya. Pupuk organik yang digunakan mereka sudah diproduksi di Desa Tempurukan dan Sungai Pelang.

Baca Juga :  Guru SD Harus Mampu Bercerita

Dia berharap untuk tanaman kol bisa dikembangkan di Ketapang. Informasi pengembangan kol yang dapat dilakukan di Ketapang, diharapkan dia, dapat menjadi informasi yang baik bagi petani. Dari hasil panen yang dilakukan mereka, kol yang ditanam bisa mencapai berat 1,8 – 1,9 kilogram perbuah. “Bagi yang mau menanam, bibit tersedia di Distanakbun, sebelum menanam ini kita sudah sosialisasikan kepada petani,” ucapnya. (afi/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/