alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

PT HHK-SJE Gelar Ritual Adat Tahunan di Hutan Keramat Balai Tanah

MANIS MATA – PT Harapan Hibrida Kalbar-Sungai Jelai Estate (HHK-SJE), Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) Group menggelar ritual adat tahunan Mematik Meumpan Hutan Keramat Balai Tanah di Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Sabtu (4/12/2021). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PT HHK-SJE untuk berperan aktif dalam pelestarian kearifan lokal masyarakat di sekitar kebunnya.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan rutin, tahun ini yang keempat. Kegiatan ini salah satu wujud upaya kami untuk ikut melestarian adat istiadat setempat,” kata General Manager (GM) PT HHK-SJE Heriyanto Ruchban saat dihubungi Pontianak Post di sela-sela kegiatan.

Ia melanjutkan tidak hanya membantu dari sisi ritual adat saja, PT HHK-SJE juga membantu secara fisik dengan membangun situs Hutan Keramat Balai Tanah hingga seperti saat ini.

“Lokasinya kami bersihkan kami bangun sehingga seperti saat ini, ke depan akan kami perbaiki lagi agar lebih bagus lagi,” ungkap dia.

Baca Juga :  Gimik Atau Serius Membabat Perusahaan Sawit Nakal?

Manager Community Development (CD) Aditya Kusumah mengatakan perusahaannya merupakan pemegang sertifikat Indonesian Palm Oil Plantation (ISPO). Melestarikan kearifan lokal dan hutan bernilai konservasi tinggi merupakan salah satu poin penting.

“Hutan Keramat Balai Tanah ini lokasinya termasuk HCVF (High Conservation Value Forest) dan dari sisi ritual merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan,” terang dia.

Patih Jaga Pati Desa Sembilan Domong, Sepuluh Kerajaan Hulu Ai’k, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi positif pada jajaran manajemen PT HHK-SJE yang telah menggelar acara ini. Pihaknya berpesan agar seluruh Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) baik tingkat Kabupaten Ketapang, maupun tingkat Kecamatan Manis Mata, beserta pada Demang Adat, Mantir Adat dan Dukun Adat agar menjaga keamanan ketertiban masyarakat dan suasana kondusif termasuk iklaim investasi di Kabupaten Ketapang.

Baca Juga :  Tahun Depan Guru Honorer Bisa Ikut Seleksi PPPK

“Saya ingatkan ya Pak Ketua DAD jangan ada pihak-pihak luar yang mengganggu suasana keamanan dan ketertiban kita, kondusifnya kita termasuk fungsi investasi,” tegas dia.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang ini menegaskan bahwa adat istiadat yang berlaku di suatu tempat adalah adat istiadat di daerah tersebut. Sehingga, dirinya meski menjabat Patih Jaga Pati tidak bisa membawa Adat Pesaguan Sekayu, Adat Simpang Sekayu, Adat Iban, Adat Kapuas dan lain sebagainya.

“Saya hadir di sini menghormati adat istiadat di daerah ini yakni Adat Jalan Jamban Titi Kendawangan Seakaran khususnya di Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata ini. Jadi sekali lagi, jika ada pihak-pihak dari luar dengan adat yang tidak sesuai dengan adat kita, jangan kita terima karena kita di Ketapang ini, masih bisa menyelesaikan persoalan kita sendiri,” tegas dia. (r/AGN)

MANIS MATA – PT Harapan Hibrida Kalbar-Sungai Jelai Estate (HHK-SJE), Union Sampoerna Triputra Persada (USTP) Group menggelar ritual adat tahunan Mematik Meumpan Hutan Keramat Balai Tanah di Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Sabtu (4/12/2021). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PT HHK-SJE untuk berperan aktif dalam pelestarian kearifan lokal masyarakat di sekitar kebunnya.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan rutin, tahun ini yang keempat. Kegiatan ini salah satu wujud upaya kami untuk ikut melestarian adat istiadat setempat,” kata General Manager (GM) PT HHK-SJE Heriyanto Ruchban saat dihubungi Pontianak Post di sela-sela kegiatan.

Ia melanjutkan tidak hanya membantu dari sisi ritual adat saja, PT HHK-SJE juga membantu secara fisik dengan membangun situs Hutan Keramat Balai Tanah hingga seperti saat ini.

“Lokasinya kami bersihkan kami bangun sehingga seperti saat ini, ke depan akan kami perbaiki lagi agar lebih bagus lagi,” ungkap dia.

Baca Juga :  Cari Ikan, Warga Kinjil Pesisir Tenggelam di Sungai Kelik

Manager Community Development (CD) Aditya Kusumah mengatakan perusahaannya merupakan pemegang sertifikat Indonesian Palm Oil Plantation (ISPO). Melestarikan kearifan lokal dan hutan bernilai konservasi tinggi merupakan salah satu poin penting.

“Hutan Keramat Balai Tanah ini lokasinya termasuk HCVF (High Conservation Value Forest) dan dari sisi ritual merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan,” terang dia.

Patih Jaga Pati Desa Sembilan Domong, Sepuluh Kerajaan Hulu Ai’k, Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi positif pada jajaran manajemen PT HHK-SJE yang telah menggelar acara ini. Pihaknya berpesan agar seluruh Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) baik tingkat Kabupaten Ketapang, maupun tingkat Kecamatan Manis Mata, beserta pada Demang Adat, Mantir Adat dan Dukun Adat agar menjaga keamanan ketertiban masyarakat dan suasana kondusif termasuk iklaim investasi di Kabupaten Ketapang.

Baca Juga :  Antisipasi dan Cegah Karhutla; HKI Latih Satgas Dalkarhutla

“Saya ingatkan ya Pak Ketua DAD jangan ada pihak-pihak luar yang mengganggu suasana keamanan dan ketertiban kita, kondusifnya kita termasuk fungsi investasi,” tegas dia.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang ini menegaskan bahwa adat istiadat yang berlaku di suatu tempat adalah adat istiadat di daerah tersebut. Sehingga, dirinya meski menjabat Patih Jaga Pati tidak bisa membawa Adat Pesaguan Sekayu, Adat Simpang Sekayu, Adat Iban, Adat Kapuas dan lain sebagainya.

“Saya hadir di sini menghormati adat istiadat di daerah ini yakni Adat Jalan Jamban Titi Kendawangan Seakaran khususnya di Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata ini. Jadi sekali lagi, jika ada pihak-pihak dari luar dengan adat yang tidak sesuai dengan adat kita, jangan kita terima karena kita di Ketapang ini, masih bisa menyelesaikan persoalan kita sendiri,” tegas dia. (r/AGN)

Most Read

Apresiasi Kinerja Polri

Pemkab Tiadakan Acara Seremonial

Target Pertahankan Gelar Juara

Daud Yordan Berlatih di Jakarta

Artikel Terbaru

/