alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Titik Api Muncul Lagi

NGABANG – Curah hujan mulai berkurang, titik api kembali terpantau di wilayah Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir. Satgas tiap kecamatan kembali bergerak untuk mengamankan lokasi hotspot, Kamis (5/9).

Berdasarkan hasil pantauan satelit Lapan pada Selasa (3/9), terpantau setidaknya 11 titik panas di beberapa wilayah hukum Polsek Ngabang dan Jelimpo. Pada Rabu (4/9) titik api sempat berkurang menjadi tujuh titik api.

Kapolsek Ngabang Kompol B. Sembiring memerintahkan agar anggota yang sudah diploting dalam regu Karhutla agar segera mempersiapkan diri untuk menemukan titik Hotspot tersebut.

“Ada sebaran hotspot yang terpantau satelit. Mari kita datangi dan temukan lokasi Hotspot untuk melakukan tindakan preventif atau preentif jika diperlukan,” perintah Kapolsek.

Baca Juga :  Komisi C Minta Pekerjaan Infrastruktur Rampung Sesuai Jadwal

Dalam kesempatan tersebut, regu tiga yang dipercayakan oleh Bripka Eko Pramono sebagai komandan regu, setelah apel pagi, Eko langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan yang tergabung dalam regu tiga untuk memecah kekuatan menjadi dua agar pelaksanaan pencarian Hotspot lebih efisien dan efektif. “Dalam pencarian titik Hotspot, kita bagi dua tim, agar dilapangan lebih efektif,” ujar Bripka Eko Pramono.

Sementara di Mandor, Satgas Karhutla menemukan sisa lahan yang terbakar, saat melakukan patroli rutin, kamis siang (5/9). Bekas pembakaran tersebut berada di salah satu areal hutan di Desa Mangang Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.
Bripka Herman Aprianto menuturkan bahwa pengecekan lokasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada titik api atau sisa sisa kayu yang terbakar.

Baca Juga :  Lindungi Aktivitas Usaha Sesuai Undang-Undang

“Saat tiba dilokasi kami langsung mengecek dan kami tidak menemukan lagi sisa sisa kayu yang terbakar maupun asap,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi ini diketahui terbakar berberapa hari yang lalu dan luas areal terbakar hanya seperempat hektar. “Areal yang terbakar ini berdekatan dengan kebun sawit dimana ada berberapa pohon sawit yang sudah produksi hampir tebakar namun berkat kesigapan masyarakat sekitar api berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke perkebunan warga maupun ke hutan lainnya”, jelasnya. (mif)

NGABANG – Curah hujan mulai berkurang, titik api kembali terpantau di wilayah Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir. Satgas tiap kecamatan kembali bergerak untuk mengamankan lokasi hotspot, Kamis (5/9).

Berdasarkan hasil pantauan satelit Lapan pada Selasa (3/9), terpantau setidaknya 11 titik panas di beberapa wilayah hukum Polsek Ngabang dan Jelimpo. Pada Rabu (4/9) titik api sempat berkurang menjadi tujuh titik api.

Kapolsek Ngabang Kompol B. Sembiring memerintahkan agar anggota yang sudah diploting dalam regu Karhutla agar segera mempersiapkan diri untuk menemukan titik Hotspot tersebut.

“Ada sebaran hotspot yang terpantau satelit. Mari kita datangi dan temukan lokasi Hotspot untuk melakukan tindakan preventif atau preentif jika diperlukan,” perintah Kapolsek.

Baca Juga :  Jam Operasional Pusat Perbelanjaan dan Restoran Dibatasi

Dalam kesempatan tersebut, regu tiga yang dipercayakan oleh Bripka Eko Pramono sebagai komandan regu, setelah apel pagi, Eko langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan yang tergabung dalam regu tiga untuk memecah kekuatan menjadi dua agar pelaksanaan pencarian Hotspot lebih efisien dan efektif. “Dalam pencarian titik Hotspot, kita bagi dua tim, agar dilapangan lebih efektif,” ujar Bripka Eko Pramono.

Sementara di Mandor, Satgas Karhutla menemukan sisa lahan yang terbakar, saat melakukan patroli rutin, kamis siang (5/9). Bekas pembakaran tersebut berada di salah satu areal hutan di Desa Mangang Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.
Bripka Herman Aprianto menuturkan bahwa pengecekan lokasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada titik api atau sisa sisa kayu yang terbakar.

Baca Juga :  Banjir Luapan Sungai Landak Mulai Rendam Jalan Ngabang

“Saat tiba dilokasi kami langsung mengecek dan kami tidak menemukan lagi sisa sisa kayu yang terbakar maupun asap,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa lokasi ini diketahui terbakar berberapa hari yang lalu dan luas areal terbakar hanya seperempat hektar. “Areal yang terbakar ini berdekatan dengan kebun sawit dimana ada berberapa pohon sawit yang sudah produksi hampir tebakar namun berkat kesigapan masyarakat sekitar api berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke perkebunan warga maupun ke hutan lainnya”, jelasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/