alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Gudang BBM Terbakar, Satu Nyawa Melayang

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

NGABANG – Api melalap tiga ruko gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Pulau Bendu, Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, tepatnya di dekat jembatan lama, Jumat (6/3) pagi. Musibah kebakaran tersebut merenggut satu korban jiwa.

Korban meninggal dunia merupakan karyawan yang bekerja di ruko tersebut bejenis kelamin laki-laki. Korban diduga tidak dapat menyelamatkan diri karena api dengan cepat melahap hampir seluruh isi ruko. “Setelah dilakukan oleh TKP diperoleh satu orang korban meninggal dunia,” kata Kapolres AKBP Ade Kuncoro Ridwan.

Sementara itu, kepastian penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polres Landak. Kapolres menegaskan, pihaknya tengah mendalami penyebab kebakaran yang merenggut satu nyawa tersebut. “Untuk informasi lebih lanjut akan kita sampaikan kemudian setelah hasil olah TKP selesai,” jelasnya.

Api diperkirakan muncul sekitar pukul 07.40 WIB dari sebuah ruko gudang BBM. Ruko itu dipenuhi drum berisi BBM sehingga api cepat membesar dan menjalar. Asap hitam membumbung dapat dilihat dari jarak beberapa kilometer.

Baca Juga :  Bupati Minta BPNT dari Produk Lokal

Beberapa menit berselang, pasukan pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Dengan sigap mereka menyemprotkan air ke arah api. Namun, air yang disemprotkan petugas itu seolah tidak mempan memadamkan api karena ruko tersebut dipenuhi bahan bakar solar dan gas. Api justru semakin besar.

Menyikapi situasi ini, petugas kemudian berinisiatif mencampuri air dengan detergen. Api pun akhirnya bisa dijinakkan. Suara ledakan sempat terdengar dari dalam ruko. Api kembali membesar sehingga menambah pekerjaan petugas damkar. Warga sekitar yang menonton terkejut dan lari berhamburan menjauhi tempat kejadian perkara (TKP).

Ada pula yang bergegas menyelamatkan barang-barang, terutama dari ruko di sebelah sumber api. Dealer Yamaha yang berada sekitar 20 meter dari lokasi pun tak ketinggalan mengevakuasi sepeda motor. Warga kampung di belakang ruko juga demikian. Barang-barang berharga mereka keluarkan dari dalam rumah. Lemari, kasur hingga alat masak berjejer di pinggir jalan.

Alex, karyawan ruko di depan TKP mengungkapkan api awalnya muncul dari ruko yang berisi tumpukan drum solar. Dalam hitungan menit, api langsung membesar. “Hanya satu mobil yang bisa diselamatkan. Sisanya tidak sempat,” katanya. Dua jam kemudian, api masih muncul di dalam ruko tersebut. Kebakaran baru bisa dipadamkan secara total pada pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Urus Perizinan Secara Online

Usai memadamkan api, petugas pun mengecek kepastian satu karyawan yang dikabarkan terjebak api. Ternyata benar. Korban ditemukan dalam kondisi terpanggang di antara drum BBM. Korban didapati petugas dalam posisi telentang, di dekat tiang utama lantai satu ruko. Jasad korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Kebakaran Lingkungan Satpol PP Landak, Stepanus membenarkan hal tersebut. “Korban diduga tidak sempat melarikan diri saat api membesar,” katanya. Mengenai penyebab kebakaran, ia mengungkapkan api diperkirakan muncul saat seorang karyawan memindahkan minyak dari drum. Ketika itulah timbul percikan api yang menyulut minyak dalam drum. (mif)

 

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

NGABANG – Api melalap tiga ruko gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Pulau Bendu, Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, tepatnya di dekat jembatan lama, Jumat (6/3) pagi. Musibah kebakaran tersebut merenggut satu korban jiwa.

Korban meninggal dunia merupakan karyawan yang bekerja di ruko tersebut bejenis kelamin laki-laki. Korban diduga tidak dapat menyelamatkan diri karena api dengan cepat melahap hampir seluruh isi ruko. “Setelah dilakukan oleh TKP diperoleh satu orang korban meninggal dunia,” kata Kapolres AKBP Ade Kuncoro Ridwan.

Sementara itu, kepastian penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polres Landak. Kapolres menegaskan, pihaknya tengah mendalami penyebab kebakaran yang merenggut satu nyawa tersebut. “Untuk informasi lebih lanjut akan kita sampaikan kemudian setelah hasil olah TKP selesai,” jelasnya.

Api diperkirakan muncul sekitar pukul 07.40 WIB dari sebuah ruko gudang BBM. Ruko itu dipenuhi drum berisi BBM sehingga api cepat membesar dan menjalar. Asap hitam membumbung dapat dilihat dari jarak beberapa kilometer.

Baca Juga :  Bupati Minta BPNT dari Produk Lokal

Beberapa menit berselang, pasukan pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi. Dengan sigap mereka menyemprotkan air ke arah api. Namun, air yang disemprotkan petugas itu seolah tidak mempan memadamkan api karena ruko tersebut dipenuhi bahan bakar solar dan gas. Api justru semakin besar.

Menyikapi situasi ini, petugas kemudian berinisiatif mencampuri air dengan detergen. Api pun akhirnya bisa dijinakkan. Suara ledakan sempat terdengar dari dalam ruko. Api kembali membesar sehingga menambah pekerjaan petugas damkar. Warga sekitar yang menonton terkejut dan lari berhamburan menjauhi tempat kejadian perkara (TKP).

Ada pula yang bergegas menyelamatkan barang-barang, terutama dari ruko di sebelah sumber api. Dealer Yamaha yang berada sekitar 20 meter dari lokasi pun tak ketinggalan mengevakuasi sepeda motor. Warga kampung di belakang ruko juga demikian. Barang-barang berharga mereka keluarkan dari dalam rumah. Lemari, kasur hingga alat masak berjejer di pinggir jalan.

Alex, karyawan ruko di depan TKP mengungkapkan api awalnya muncul dari ruko yang berisi tumpukan drum solar. Dalam hitungan menit, api langsung membesar. “Hanya satu mobil yang bisa diselamatkan. Sisanya tidak sempat,” katanya. Dua jam kemudian, api masih muncul di dalam ruko tersebut. Kebakaran baru bisa dipadamkan secara total pada pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Berdamai di Mapolsek Ngabang

Usai memadamkan api, petugas pun mengecek kepastian satu karyawan yang dikabarkan terjebak api. Ternyata benar. Korban ditemukan dalam kondisi terpanggang di antara drum BBM. Korban didapati petugas dalam posisi telentang, di dekat tiang utama lantai satu ruko. Jasad korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Kebakaran Lingkungan Satpol PP Landak, Stepanus membenarkan hal tersebut. “Korban diduga tidak sempat melarikan diri saat api membesar,” katanya. Mengenai penyebab kebakaran, ia mengungkapkan api diperkirakan muncul saat seorang karyawan memindahkan minyak dari drum. Ketika itulah timbul percikan api yang menyulut minyak dalam drum. (mif)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/