alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

SDN 03 Tenguwe Porak Poranda Pasca Banjir

Siswa Belum Bisa Belajar

NGABANG – Banjir yang menerjang Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak pada pertengah Desember 2019 lalu ikut memporak-porandakan gedung SDN 03 Desa Tenguwe. Siswa-siswi belum dapat belajar. Selama satu minggu, mereka masih fokus membersihkan lingkungan sekolah. Kini Guru dan Siswa-siswi sangat membutuhkan buku pelajaran untuk bahan belajar mereka.

Pada 17 desember lalu, Desa Tenguwe kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, dilanda Bencana Banjir setinggi 4 meter, pada pukul 00:00 WIB malam hingga surut pada pukul 16.00 WIB. banjir tersebut juga menenggelamkan bangunan SDN 03 Tenguwe dan menyebabkan semua bahan ajaran seperti buku, poster dan lain-lain juga tidak bisa diselamatkan.

Tiga ruang kelas rusak berat. Lantai kelas yang masih terbuat dari papan terangkat. Lemari berpindah dari posisinya. Buku-buku yang tersimpan di dalamnya ikut hancur. Puluhan kursi dan meja kelas rusak. Juga kursi dan meja di ruang guru, tak lagi bisa digunakan.

Kepala SDN 03 Tenguwe Ya’ Rosihan Anwar menceritakan, ia tak banyak inventaris sekolah yang bisa diselamatkan. Malam itu, sebelum banjir meninggi, ia hanya bisa menyelamatkan dokumen penting milik sekolah, satu buah laptop, printer, sound system, dan genset.

“Lainnya tak bisa diselamatkan. Rusak semua,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (9/1).

Baca Juga :  Pengedar Dibekuk, Polisi Amankan 2,51 Ons Sabu di Ngabang

Ia mengatakan, di tiga ruang kelas yang rusak, pihaknya telah memasang papan lantai ke tempat semula, meski tanpa paku. Pihaknya telah bekerja untuk membersihkan selama tiga hari sebelum jadwal masuk sekolah pada Senin, 6 Januari lalu.

“Pembenahan sekolah kami selama tiga hari. Sekarang masih dalam kondisi bersih-bersih karena kondisinya sangat memperihatinkan,” terangnya.

Ia mencatat terdapat enam meja guru tidak dapat digunakan, termasuk kursi. Buku pegangan untuk para siswa tak banyak yang bisa diselamatkan. Buku Kurikulum 2013 sebanyak 110 hancur. Buku agama Islam sebanyak 104 buah habis dan buku bacaan sebanyak 700 buah.

“Buku-buku itu sudah dikumpulkan di satu tempat, lalu dijemur. Begitu kering, kita buka bukunya tidak bisa karena rusak,” ceritanya.
Ia pun mengharapkan bantuan dari semua pihak dapat segera datang. Terlebih ia mengatakan belum punya solusi lebih lanjut untuk menangani masalah ini dan alternatif lokasi belajar mengajar. Apalagi untuk menghadapi ujian, terutama siswa di kelas 6, karena buku sudah habis.

Siswa-siswi mesti menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan kondisi seadanya. Menggunakan buku yang setengah hancur akibat terendam air semalaman.

“Kita gunakanlah apa adanya karena susah cari yang baru lagi. Cuma saat ini, memang butuh buku untuk semester dua. Tidak ada sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan RTLH Rampung Setengahnya

Pengawas Sekolah Air Besar, Ramli mengatakan, laporan tak resmi sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak. Sulitnya sinyal seluler dan jalan rusak menjadi penghambat komunikasi di daerah tersebut.
“Kami belum meninjau langsung ke sana. Baru dari mulut ke mulut. Tapi dokumentasi sudah dikumpulkan,” katanya.

Ia mengatakan, banjir kala itu tak terprediksi. Menurutnya banjir setingi empat meter itu ialah yang terparah. “Selama ini banjir hanya sebetis atau 30 cm dari lantai kelas. Kali ini parah, sampai ke ventilasi bangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Buyung mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kerusakan di SDN 03 Tenguwe tersebut. Melalui sejumlah foto yang dikirimkan lewat pesan singkat Whatsapp.

Untuk sementara waktu, ia pun masih menunggu laporan pihak sekolah dan pengawas berupa berita acara dan laporan data kerusakan. Pihaknya pun sudah mengajukan sejumlah bantuan untuk disalurkan. “Ada bantuan tahun ini 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujarnya.

Selain itu, bantuan fisik berupa meja, kursi dan pembangunan ruang kelas juga sudah diajukan. “Buku, meja dan kursi di tahun ini. Bantuan fisik lainnya di programkan sampai tahun 2021,” ungkapnya. (mif)

Siswa Belum Bisa Belajar

NGABANG – Banjir yang menerjang Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak pada pertengah Desember 2019 lalu ikut memporak-porandakan gedung SDN 03 Desa Tenguwe. Siswa-siswi belum dapat belajar. Selama satu minggu, mereka masih fokus membersihkan lingkungan sekolah. Kini Guru dan Siswa-siswi sangat membutuhkan buku pelajaran untuk bahan belajar mereka.

Pada 17 desember lalu, Desa Tenguwe kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, dilanda Bencana Banjir setinggi 4 meter, pada pukul 00:00 WIB malam hingga surut pada pukul 16.00 WIB. banjir tersebut juga menenggelamkan bangunan SDN 03 Tenguwe dan menyebabkan semua bahan ajaran seperti buku, poster dan lain-lain juga tidak bisa diselamatkan.

Tiga ruang kelas rusak berat. Lantai kelas yang masih terbuat dari papan terangkat. Lemari berpindah dari posisinya. Buku-buku yang tersimpan di dalamnya ikut hancur. Puluhan kursi dan meja kelas rusak. Juga kursi dan meja di ruang guru, tak lagi bisa digunakan.

Kepala SDN 03 Tenguwe Ya’ Rosihan Anwar menceritakan, ia tak banyak inventaris sekolah yang bisa diselamatkan. Malam itu, sebelum banjir meninggi, ia hanya bisa menyelamatkan dokumen penting milik sekolah, satu buah laptop, printer, sound system, dan genset.

“Lainnya tak bisa diselamatkan. Rusak semua,” katanya kepada Pontianak Post, Kamis (9/1).

Baca Juga :  Pengedar Dibekuk, Polisi Amankan 2,51 Ons Sabu di Ngabang

Ia mengatakan, di tiga ruang kelas yang rusak, pihaknya telah memasang papan lantai ke tempat semula, meski tanpa paku. Pihaknya telah bekerja untuk membersihkan selama tiga hari sebelum jadwal masuk sekolah pada Senin, 6 Januari lalu.

“Pembenahan sekolah kami selama tiga hari. Sekarang masih dalam kondisi bersih-bersih karena kondisinya sangat memperihatinkan,” terangnya.

Ia mencatat terdapat enam meja guru tidak dapat digunakan, termasuk kursi. Buku pegangan untuk para siswa tak banyak yang bisa diselamatkan. Buku Kurikulum 2013 sebanyak 110 hancur. Buku agama Islam sebanyak 104 buah habis dan buku bacaan sebanyak 700 buah.

“Buku-buku itu sudah dikumpulkan di satu tempat, lalu dijemur. Begitu kering, kita buka bukunya tidak bisa karena rusak,” ceritanya.
Ia pun mengharapkan bantuan dari semua pihak dapat segera datang. Terlebih ia mengatakan belum punya solusi lebih lanjut untuk menangani masalah ini dan alternatif lokasi belajar mengajar. Apalagi untuk menghadapi ujian, terutama siswa di kelas 6, karena buku sudah habis.

Siswa-siswi mesti menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan kondisi seadanya. Menggunakan buku yang setengah hancur akibat terendam air semalaman.

“Kita gunakanlah apa adanya karena susah cari yang baru lagi. Cuma saat ini, memang butuh buku untuk semester dua. Tidak ada sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  Warga Selutung Ditemukan Tewas Tergantung

Pengawas Sekolah Air Besar, Ramli mengatakan, laporan tak resmi sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak. Sulitnya sinyal seluler dan jalan rusak menjadi penghambat komunikasi di daerah tersebut.
“Kami belum meninjau langsung ke sana. Baru dari mulut ke mulut. Tapi dokumentasi sudah dikumpulkan,” katanya.

Ia mengatakan, banjir kala itu tak terprediksi. Menurutnya banjir setingi empat meter itu ialah yang terparah. “Selama ini banjir hanya sebetis atau 30 cm dari lantai kelas. Kali ini parah, sampai ke ventilasi bangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Buyung mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kerusakan di SDN 03 Tenguwe tersebut. Melalui sejumlah foto yang dikirimkan lewat pesan singkat Whatsapp.

Untuk sementara waktu, ia pun masih menunggu laporan pihak sekolah dan pengawas berupa berita acara dan laporan data kerusakan. Pihaknya pun sudah mengajukan sejumlah bantuan untuk disalurkan. “Ada bantuan tahun ini 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujarnya.

Selain itu, bantuan fisik berupa meja, kursi dan pembangunan ruang kelas juga sudah diajukan. “Buku, meja dan kursi di tahun ini. Bantuan fisik lainnya di programkan sampai tahun 2021,” ungkapnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/