alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Harga Bahan Pokok Normal Jelang Ramadan

NGABANG – Harga bahan pokok dan pangan masih terpantau stabil di Kota Ngabang, Kabupaten Landak jelang bulan suci Ramadhan berlanjut Idul Fitri tahun ini. Hanya harga ayam yang terpantau mengalami kenaikan karena stok ayam di Kalbar menipis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Landak, Samsul Bahri menjelaskan, dari hasil pemantauan pihaknya di Pasar Rakyat Landak, Jumat (9/4) harga bahan pokok dan penting (Bapokting) masih dalam keadaan normal.

“Dari monitoring kita hari ini, kita sudah langsung menanyakan kepada penjual bahwa harga-harga masih kondisi normal. Begitu juga dengan kondisi stok bapokting,” kata Samsul di Ngabang.

Namun, kata dia, masih ada beberapa bapokting yang mengalami kenaikan di pasar tradisional terbesar di Landak tersebut, yakni ayam potong dan ayam hidup. Keduanya mengalami kenaikan sebanyak Rp2.000.

Harga ayam potong naik menjadi Rp40.000 per kilogram dan ayam hidup menjadi Rp32.000 per ekor. Hal tersebut dikarenakan stok ayam di Kalimantan Barat sedang sedikit. Alhasil, stok ayam dipasok dari Sampit, Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Jalan Jembatan Ngabang Terendam, Akses Ngabang - Sanggau Hampir Putus

“Berarti masih dari luar Kalbar untuk memenuhi stok. Kondisi di Kalbar agak berkurang stok ayam putih. Sementara ayam kampung masih normal dan stok tersedia. Ayam merah juga tersedia,” jelas Samsul.
Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Dari Rp1.400 menjadi Rp1.600 per butir. Harga ini, menurut Samsul, naik karena ada kenaikan jumlah pemesanan.

“Telur ada kenaikan (harga). Memang stok cukup, cuma memang ada kenaikan sekitar Rp200 dari hari biasa. Mungkin karena persiapan pemesan banyak, jadi ini mungkin harga naik karena pemesan banyak,” ucapnya.

Sementara harga bapokting lain seperti daging sapi masih normal di kisaran Rp140.000 – Rp150.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga ikan, masih normal. “Stok masih ada, cukup,” katanya.

Baca Juga :  Upacara Puncak HUT ke 12 Kubu Raya

Kemudian untuk harga sayur, kata dia masih dalam kondisi normal. Justru, terjadi penurunan harga di berbagai jenis sayur. Menurut informasi dari pedagang, stok sayur sedang melimpah.

“Dari kondisi banyak pemasokan dari Singkawang, mungkin lagi panen raya kondisinya. Kemudian daerah sekitar kita kondisi normal. Terutama jagung dan sebagainya. Yang biasanya naik adalah wortel dan kentang karena datang dari luar Kalbar. Namun kondisi masih normal semuanya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pihaknya berusaha mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga apabila stok barang masih cukup banyak dan harga dari agen masih normal. “Kalau memang kondisi stok barang cukup banyak dan harga dari agen memang normal, jangan sampai dinaikkan. Artinya mencari kesempatan saat orang perlu banyak. Ini sudah kita sampaikan kepada para pedagang supaya tetap menjual dengan harga normal dengan kondisi yang sampai saat ini,” tutupnya. (mif)

NGABANG – Harga bahan pokok dan pangan masih terpantau stabil di Kota Ngabang, Kabupaten Landak jelang bulan suci Ramadhan berlanjut Idul Fitri tahun ini. Hanya harga ayam yang terpantau mengalami kenaikan karena stok ayam di Kalbar menipis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Landak, Samsul Bahri menjelaskan, dari hasil pemantauan pihaknya di Pasar Rakyat Landak, Jumat (9/4) harga bahan pokok dan penting (Bapokting) masih dalam keadaan normal.

“Dari monitoring kita hari ini, kita sudah langsung menanyakan kepada penjual bahwa harga-harga masih kondisi normal. Begitu juga dengan kondisi stok bapokting,” kata Samsul di Ngabang.

Namun, kata dia, masih ada beberapa bapokting yang mengalami kenaikan di pasar tradisional terbesar di Landak tersebut, yakni ayam potong dan ayam hidup. Keduanya mengalami kenaikan sebanyak Rp2.000.

Harga ayam potong naik menjadi Rp40.000 per kilogram dan ayam hidup menjadi Rp32.000 per ekor. Hal tersebut dikarenakan stok ayam di Kalimantan Barat sedang sedikit. Alhasil, stok ayam dipasok dari Sampit, Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Sosialisasikan Program Strategis di Landak

“Berarti masih dari luar Kalbar untuk memenuhi stok. Kondisi di Kalbar agak berkurang stok ayam putih. Sementara ayam kampung masih normal dan stok tersedia. Ayam merah juga tersedia,” jelas Samsul.
Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Dari Rp1.400 menjadi Rp1.600 per butir. Harga ini, menurut Samsul, naik karena ada kenaikan jumlah pemesanan.

“Telur ada kenaikan (harga). Memang stok cukup, cuma memang ada kenaikan sekitar Rp200 dari hari biasa. Mungkin karena persiapan pemesan banyak, jadi ini mungkin harga naik karena pemesan banyak,” ucapnya.

Sementara harga bapokting lain seperti daging sapi masih normal di kisaran Rp140.000 – Rp150.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga ikan, masih normal. “Stok masih ada, cukup,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Berlakukan Pembatasan Sosial Khusus di Menjalin

Kemudian untuk harga sayur, kata dia masih dalam kondisi normal. Justru, terjadi penurunan harga di berbagai jenis sayur. Menurut informasi dari pedagang, stok sayur sedang melimpah.

“Dari kondisi banyak pemasokan dari Singkawang, mungkin lagi panen raya kondisinya. Kemudian daerah sekitar kita kondisi normal. Terutama jagung dan sebagainya. Yang biasanya naik adalah wortel dan kentang karena datang dari luar Kalbar. Namun kondisi masih normal semuanya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pihaknya berusaha mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga apabila stok barang masih cukup banyak dan harga dari agen masih normal. “Kalau memang kondisi stok barang cukup banyak dan harga dari agen memang normal, jangan sampai dinaikkan. Artinya mencari kesempatan saat orang perlu banyak. Ini sudah kita sampaikan kepada para pedagang supaya tetap menjual dengan harga normal dengan kondisi yang sampai saat ini,” tutupnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/