alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Konflik Warga dan PTPN XIII Ngabang berujung Damai, Ketua DAD: Investor Dan Masyarakat Harus Saling Menguntungkan

NGABANG – Konflik antara masyarakat Desa Amboyo Inti dan Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang dengan PTPN XII berakhir dengan rapat dengar pendapat yang digelar Bupati Landak, Kamis (12/11).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak Heri saman rapat yang digelar di aula Kantor Bupati Landak tersebut sebagai tindak lanjut terhadap persoalan antara masyarakat Desa Amboyo Inti dan Amboyo Selatan dengan pihak PTPN XIII Ngabang.

“Tentunya setiap pertemuan harus ada solusi, dan kita juga menyarankan intinya ada komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dan masyarakat. Terkait dengan persoalan yang terjadi saat ini, sudah ada kesepakatan adat damai, kalau tidak ada halangan hari ini (Jumat, red) akan dilaksanakan,” jelas Heri saman, Jumat (13/11).

Baca Juga :  Marcel Beni Jabat Camat Sompak

Ia menambahkan dalam rapat dengan pendapat yang digelar tersebut ada beberapa tuntutan yang menjadi kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dan masyarakat diantaranya mengenai revisi HGU, maupun hal-hal yang berkenaan dengan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.

“Dalam rapat tersebut juga meminta lokasi kebun diperhatikan sesuai kualitas serta meminta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk betul-betul diperhatikan dan direalisasikan terutama dibidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, pemukiman dan lingkungan. Semua tadi sudah disampaikan dan disepakati oleh perusahaan untuk ditindaklanjuti,” tambah Heri saman.

Selain itu ia juga meminta kepada masyarakat sekitar kebun agar bisa mendukung kelangsungan dan keamanan kebun PTPN XIII sebagaimana yang disampaikan oleh pihak direksi PTPN XIII Ngabang.

Baca Juga :  Bupati Landak Keluhkan Lamanya Hasil Swab COVID-19

Ia juga menyarankan agar kedepan pihak perusahaan PTPN XIII untuk lebih aktif lagi dalam menjalin komunikasi terutama dengan aparat desa setempat, fungsionaris adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bersama dapat didekteksi dini untuk dapat dikomunikasikan.

“Kita berharapa agar kedua belah pihak bisa saling menghargai dan saling menguntungkan satu sama lain, karena di situ ada investor dan ada masyarakat, sehingga saling ketergantungan,” pungkasnya. (mif)

NGABANG – Konflik antara masyarakat Desa Amboyo Inti dan Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang dengan PTPN XII berakhir dengan rapat dengar pendapat yang digelar Bupati Landak, Kamis (12/11).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Landak Heri saman rapat yang digelar di aula Kantor Bupati Landak tersebut sebagai tindak lanjut terhadap persoalan antara masyarakat Desa Amboyo Inti dan Amboyo Selatan dengan pihak PTPN XIII Ngabang.

“Tentunya setiap pertemuan harus ada solusi, dan kita juga menyarankan intinya ada komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dan masyarakat. Terkait dengan persoalan yang terjadi saat ini, sudah ada kesepakatan adat damai, kalau tidak ada halangan hari ini (Jumat, red) akan dilaksanakan,” jelas Heri saman, Jumat (13/11).

Baca Juga :  ODP Nekat Berkeliaran, Siap-Siap Kena Sanksi Adat

Ia menambahkan dalam rapat dengan pendapat yang digelar tersebut ada beberapa tuntutan yang menjadi kesepakatan bersama antara pihak perusahaan dan masyarakat diantaranya mengenai revisi HGU, maupun hal-hal yang berkenaan dengan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat sekitar.

“Dalam rapat tersebut juga meminta lokasi kebun diperhatikan sesuai kualitas serta meminta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk betul-betul diperhatikan dan direalisasikan terutama dibidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya, pemukiman dan lingkungan. Semua tadi sudah disampaikan dan disepakati oleh perusahaan untuk ditindaklanjuti,” tambah Heri saman.

Selain itu ia juga meminta kepada masyarakat sekitar kebun agar bisa mendukung kelangsungan dan keamanan kebun PTPN XIII sebagaimana yang disampaikan oleh pihak direksi PTPN XIII Ngabang.

Baca Juga :  Harapkan Sertifikat Tanah Tingkatkan Perekonomian

Ia juga menyarankan agar kedepan pihak perusahaan PTPN XIII untuk lebih aktif lagi dalam menjalin komunikasi terutama dengan aparat desa setempat, fungsionaris adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bersama dapat didekteksi dini untuk dapat dikomunikasikan.

“Kita berharapa agar kedua belah pihak bisa saling menghargai dan saling menguntungkan satu sama lain, karena di situ ada investor dan ada masyarakat, sehingga saling ketergantungan,” pungkasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/