alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Karantina Pertanian Sita Benih Asal Malaysia

Karantina Pertanian Entikong di Aruk bersama Bea dan Cukai Sintete menggagalkan pemasukkan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), berupa bibit dan benih tanaman yang ditengarai tidak meiliki dokumen. Penanggung Jawab Karantina Pertanian di Aruk, Adhi Pradhana mengatakan, barang OPTK tersebut terdeteksi saat menintasi X Ray yang dibawa oleh seorang pelintas dalam sebuah boks kardus. Dalam mesin X-Ray, nampak visual yang menunjukkan komoditas pertanian. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan bibit tanaman jeruk dan jambu dalam box yang di masukkan dalam kantong-kantong plastik serta beberapa pack benih tanaman.

Setelah dilakukan pengecekan, boks tersebut berisi sebanyak 108 batang bibit jeruk, 14 batang bibit jambu, 400 gram benih kacang panjang, 10 gram benih cabai, dan 100 gram benih mentimun berasal dari Miri, Malaysia.  Namun, media pembawa OPTK tersebut tidak dilengkapi dokumen Phytosanitary Certificate dari negara asal dan dokumen lain yang dipersyaratkan.   “Bibit dan benih tersebut tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan,” katanya.  Dikatakan Adhi, tindakan karantina yang dilakukan merupakan upaya pencegahan masuknya OPTK ke wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Pemusnahan Rokok Ilegal di Kantor BC Kalimantan Bagian Barat

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Karantina Pertanian Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan, Karantina Pertanian Entikong tidak ragu untuk  tegas menegakan aturan dan melakukan tindakan karantina terhadap Media Pembawa HPHK/OPTK yang beresiko tinggi membawa dan berpotensi membawa HPHK/OPTK masuk atau keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengingatkan bagi pelintas batas untuk mematuhi aturan perkarantinaan, dan pihaknya tidak segan untuk menindak tegas oknum yang mencoba melanggar.  “Peran Karantina Pertanian di wilayah perbatasan sangat vital dalam menjaga kelestarian pertanian di kawasan terluar negeri. Oleh karena itu penegakkan aturan di perbatasan harus dilaksanakan secara tegas,” tutup Yongki. (arf)

Karantina Pertanian Entikong di Aruk bersama Bea dan Cukai Sintete menggagalkan pemasukkan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), berupa bibit dan benih tanaman yang ditengarai tidak meiliki dokumen. Penanggung Jawab Karantina Pertanian di Aruk, Adhi Pradhana mengatakan, barang OPTK tersebut terdeteksi saat menintasi X Ray yang dibawa oleh seorang pelintas dalam sebuah boks kardus. Dalam mesin X-Ray, nampak visual yang menunjukkan komoditas pertanian. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan bibit tanaman jeruk dan jambu dalam box yang di masukkan dalam kantong-kantong plastik serta beberapa pack benih tanaman.

Setelah dilakukan pengecekan, boks tersebut berisi sebanyak 108 batang bibit jeruk, 14 batang bibit jambu, 400 gram benih kacang panjang, 10 gram benih cabai, dan 100 gram benih mentimun berasal dari Miri, Malaysia.  Namun, media pembawa OPTK tersebut tidak dilengkapi dokumen Phytosanitary Certificate dari negara asal dan dokumen lain yang dipersyaratkan.   “Bibit dan benih tersebut tidak dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan,” katanya.  Dikatakan Adhi, tindakan karantina yang dilakukan merupakan upaya pencegahan masuknya OPTK ke wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Kantor Bea Cukai Entikong Musnahkan Rokok dan Minol Ilegal

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Karantina Pertanian Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan, Karantina Pertanian Entikong tidak ragu untuk  tegas menegakan aturan dan melakukan tindakan karantina terhadap Media Pembawa HPHK/OPTK yang beresiko tinggi membawa dan berpotensi membawa HPHK/OPTK masuk atau keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengingatkan bagi pelintas batas untuk mematuhi aturan perkarantinaan, dan pihaknya tidak segan untuk menindak tegas oknum yang mencoba melanggar.  “Peran Karantina Pertanian di wilayah perbatasan sangat vital dalam menjaga kelestarian pertanian di kawasan terluar negeri. Oleh karena itu penegakkan aturan di perbatasan harus dilaksanakan secara tegas,” tutup Yongki. (arf)

Most Read

Optimalkan Pelayanan Bandara

Ibu- Anak Tewas Mengenaskan

Bermain Taktis dan Atraktif

Artikel Terbaru

/