alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Potensi Magnet Wisata  

BUPATI Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan  Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Kalbar XVII Bridge 2019 bisa menjadi salah satu wadah penyemangat para atlet bridge untuk berprestasi lebih baik ke depan.

“Saya melihat, ajang bridge ini juga bisa menjadi salah satu event pariwisata di Kubu Raya. Apalagi, saat ini Pemerintah Kubu Raya sedang fokus untuk mengembangkan wisata-wisata lokal maupun event-event budaya,” kata Muda usai membuka Kejurprov Kalbar XVII Bridge 2019, Jumat (13/9) di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya.

Ajang olahraga menurutnya, juga menjadi target untuk event wisata, karena salah satu pintu masuk orang luar ke Kalimantan Barat, yakni bandara terletak di Kubu Raya. “Sangat sayang jika kita tidak maksimalkan termasuk bridge ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Cek dan Konsultasi Kesehatan Masyarakat meramaikan Ekspedisi Merah Putih Kalimantan Barat

Muda juga berharap melalui event kejurprov dapat mempererat silaturahmi dan persahabatan antar kabupaten/kota di Kalimantan Barat. “Mudah-mudahan melalui event ini semakin banyak para generasi milenial yang gemar dengan bridge ini,” tutupnya

Seperti diketahui  Kubu Raya pada tahun ini didaulat sebagai tuan rumah Kejuaraan Kejurprov Kalbar XVII Bridge 2019. Kata Muda, bridge merupakan olahraga yang dapat memberikan ruang yang baik bagi generasi milenial saat ini. “Bridge ini bisa melatih kecerdasan sekaligus berpikir untuk langkah yang terbaik. Maka saya juga setuju dengan adanya konsep bridge masuk ke sekolah,” ujarnya.

Ia menerangkan, pemain bridge produktif untuk menjadi ekstrakurikuler di sekolah karena permainan ini cukup digemari para pelajar. Bahkan lanjutnya, Bridge juga merupakan olahraga internasional yang memiliki sejarah yang cukup panjang.

Baca Juga :  Ingatkan Masyarakat Waspadai Batingsor

Ketua Panitia Penyelenggara Kejurprov, Abdul Aziz, menuturkan, kejurprov diikuti atlet bridge dari delapan kabupaten/kota se- Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Kayong Utara, Landak, dan Sintang. “Kami berharap kejuaraan ini berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada kendala apapun,”kata Abdul Aziz.

Ia menerangkan, kejurprov  mempertandingkan beberapa kategori, yakni open beregu yang diikuti 10 tim dan kategori usia 24 yang diikuti 11 tim dari berbagai klub bridge di Kalbar. “Kami berharap melalui kejuaraan ini dapat melahirkan atlet terbaik yang bisa menjadi juara nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (ash)

BUPATI Kubu Raya, Muda Mahendrawan menginginkan  Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Kalbar XVII Bridge 2019 bisa menjadi salah satu wadah penyemangat para atlet bridge untuk berprestasi lebih baik ke depan.

“Saya melihat, ajang bridge ini juga bisa menjadi salah satu event pariwisata di Kubu Raya. Apalagi, saat ini Pemerintah Kubu Raya sedang fokus untuk mengembangkan wisata-wisata lokal maupun event-event budaya,” kata Muda usai membuka Kejurprov Kalbar XVII Bridge 2019, Jumat (13/9) di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya.

Ajang olahraga menurutnya, juga menjadi target untuk event wisata, karena salah satu pintu masuk orang luar ke Kalimantan Barat, yakni bandara terletak di Kubu Raya. “Sangat sayang jika kita tidak maksimalkan termasuk bridge ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pesisir

Muda juga berharap melalui event kejurprov dapat mempererat silaturahmi dan persahabatan antar kabupaten/kota di Kalimantan Barat. “Mudah-mudahan melalui event ini semakin banyak para generasi milenial yang gemar dengan bridge ini,” tutupnya

Seperti diketahui  Kubu Raya pada tahun ini didaulat sebagai tuan rumah Kejuaraan Kejurprov Kalbar XVII Bridge 2019. Kata Muda, bridge merupakan olahraga yang dapat memberikan ruang yang baik bagi generasi milenial saat ini. “Bridge ini bisa melatih kecerdasan sekaligus berpikir untuk langkah yang terbaik. Maka saya juga setuju dengan adanya konsep bridge masuk ke sekolah,” ujarnya.

Ia menerangkan, pemain bridge produktif untuk menjadi ekstrakurikuler di sekolah karena permainan ini cukup digemari para pelajar. Bahkan lanjutnya, Bridge juga merupakan olahraga internasional yang memiliki sejarah yang cukup panjang.

Baca Juga :  Ingatkan ASN, Pahami Standarisasi Tata Naskah

Ketua Panitia Penyelenggara Kejurprov, Abdul Aziz, menuturkan, kejurprov diikuti atlet bridge dari delapan kabupaten/kota se- Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Kayong Utara, Landak, dan Sintang. “Kami berharap kejuaraan ini berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada kendala apapun,”kata Abdul Aziz.

Ia menerangkan, kejurprov  mempertandingkan beberapa kategori, yakni open beregu yang diikuti 10 tim dan kategori usia 24 yang diikuti 11 tim dari berbagai klub bridge di Kalbar. “Kami berharap melalui kejuaraan ini dapat melahirkan atlet terbaik yang bisa menjadi juara nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Karhutla 714 Ha Hangus

Bursa Transfer Terimbas Korona

PLN Putus Aliran Listrik Warga

Casback hingga Rp51 Juta

Artikel Terbaru

/