alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Munziri Senang, Janji Masuk Sekolah Lagi

Tangan Palsunya Dipasangkan Oleh Pak Bupati Sambas

Ada motivasi dari Bupati Sambas kepada penerima bantuan penyandang disabilitas dari
Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Sambas. Semua manusia memiliki kekurangan, katanya. Namun dibalik itu semua ada hikmah yang diberikan.

Fahrozy, SAMBAS

MUNZIRI senang. Dia kembali bisa memfungsikan tangannya. Meski terbatas. Dia mendapatkan tangan palsu, yang langsung dipasangkan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili. Peristiwa itu terjadi saat penyerahan bantuan berupa kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sambas, Selasa (15/10).
Munziri yang disabilitas sejak lahir inipun mengaku senang. Bahkan, dirinya setelah memiliki tangan palsu, berniat akan bersekolah lagi.

“Dulu pernah sekolah, sampai kelas 3 Sekolah Dasar. Tapi karena sering diolok, saya keluar,” kata Munziri.

Bak sebenarnya, tangan palsu yang diterima Munziri juga bisa digerakkan. Hal ini dicoba setelah Bupati Sambas secara langsung memasangkannya. Begitu juga dengan penerima bantuan lainnya, juga langsung dipraktekkan saat setelah dipasangkan Bupati Sambas.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengatakan bantuan yang diberikan, adalah perhatian dan kepedulian pemerintah dan Negara kepada warga penyandang disabilitas. Diharapkan, apa yang sudah diterima, memotivasi penerima untuk terus berkarier.

Baca Juga :  Bupati Sambut Kedatangan Jemaah Haji

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas memberikan motivasi kepada penerima bantuan serta warga Sambas penyandang disabilitas lainnya. Semua manusia memiliki kekurangan. Namun dibalik itu semua ada hikmah yang diberikan.

“Sebagai manusia, semua ada kekurangan. Tapi jangan sampai merasa diri kekurangan, dan itulah sebabnya semua manusia harus saling menguatkan, misalnya suami dan istri, tentunya ada kelemahan, namun dipertemukan agar saling menutupi kekurangan,” katanya. Bupati berharap, penderita disabiltas tak minder.

“Jangan minder, karena ada hikmah dari itu semua. Misalnya, ada orang yang tak bisa melihat, namun diberikan hikmah oleh Allah SWT bisa menghafal Alquran meski dengan mendengar, artinya aka nada kelebihan lain diberikan dibalik kekurangan itu,” katanya.

Bantuan diberikan kepada lima warga penerima, yakni Munziri dari Dusun Tumpak Jawai RT 11 RW 06 Desa Pagkalan Kongsi Kecamatan Tebas (Protese Tepat Siku Kiri), Mitun (Protese Bawah Siku Kiri) Dusun Karang San, Desa Sempurna Kecamatan Subah, Ali (Protese Syme Kanan) Dusun Mengkayar Desa Mekar Sekuntum Kecamatan Teluk Keramat, Risndak (Protese Atas lutut kanan) Dusun Kenanai Desa Piantus Kecamatan Sejangkung dan Suwardi (Protese telapak kanan kiri) Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas.

Baca Juga :  Hakli Sambas Dukung Sanitasi Lingkungan

Sebelumnya kelimanya sudah diperiksa dan dipaskan di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof Dr Soeharso Surakarta Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas secara langsung memasangkan kaki atau tangan palsu kepada penerima.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sambas, Edi M Eng mengatakan sebelum bantuan diterima, pihaknya mengusulkan calon penerima. Kemudian dari kementerian melakukan verifikasi kepada mereka.

Program ini, sebutnya, adalah perdana untuk di Kabupaten Sambas. Diharapkan ke depannya, ada bantuan serupa dalam upaya membantu warga penyandang disabilitas lainnya.

“Alhamdulillah, di Sambas mendapatkan bantuan tersebut, ke depannya akan diusulkan kembali, mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Terkait dengan salahs atu penerima yang masih usia sekolah. Edi menyebutkan karena ada keinginan dari Munziri untuk bersekolah kembali. Pihaknya akan menyampaikan masalah ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas.

“Kami akan konekkan ke dinas terkait, yang penting Munziri bisa sekolah,” katanya.(*)

Tangan Palsunya Dipasangkan Oleh Pak Bupati Sambas

Ada motivasi dari Bupati Sambas kepada penerima bantuan penyandang disabilitas dari
Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Sambas. Semua manusia memiliki kekurangan, katanya. Namun dibalik itu semua ada hikmah yang diberikan.

Fahrozy, SAMBAS

MUNZIRI senang. Dia kembali bisa memfungsikan tangannya. Meski terbatas. Dia mendapatkan tangan palsu, yang langsung dipasangkan Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili. Peristiwa itu terjadi saat penyerahan bantuan berupa kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas dari Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sambas, Selasa (15/10).
Munziri yang disabilitas sejak lahir inipun mengaku senang. Bahkan, dirinya setelah memiliki tangan palsu, berniat akan bersekolah lagi.

“Dulu pernah sekolah, sampai kelas 3 Sekolah Dasar. Tapi karena sering diolok, saya keluar,” kata Munziri.

Bak sebenarnya, tangan palsu yang diterima Munziri juga bisa digerakkan. Hal ini dicoba setelah Bupati Sambas secara langsung memasangkannya. Begitu juga dengan penerima bantuan lainnya, juga langsung dipraktekkan saat setelah dipasangkan Bupati Sambas.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengatakan bantuan yang diberikan, adalah perhatian dan kepedulian pemerintah dan Negara kepada warga penyandang disabilitas. Diharapkan, apa yang sudah diterima, memotivasi penerima untuk terus berkarier.

Baca Juga :  Guru Negeri Berkurang 97 Orang

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas memberikan motivasi kepada penerima bantuan serta warga Sambas penyandang disabilitas lainnya. Semua manusia memiliki kekurangan. Namun dibalik itu semua ada hikmah yang diberikan.

“Sebagai manusia, semua ada kekurangan. Tapi jangan sampai merasa diri kekurangan, dan itulah sebabnya semua manusia harus saling menguatkan, misalnya suami dan istri, tentunya ada kelemahan, namun dipertemukan agar saling menutupi kekurangan,” katanya. Bupati berharap, penderita disabiltas tak minder.

“Jangan minder, karena ada hikmah dari itu semua. Misalnya, ada orang yang tak bisa melihat, namun diberikan hikmah oleh Allah SWT bisa menghafal Alquran meski dengan mendengar, artinya aka nada kelebihan lain diberikan dibalik kekurangan itu,” katanya.

Bantuan diberikan kepada lima warga penerima, yakni Munziri dari Dusun Tumpak Jawai RT 11 RW 06 Desa Pagkalan Kongsi Kecamatan Tebas (Protese Tepat Siku Kiri), Mitun (Protese Bawah Siku Kiri) Dusun Karang San, Desa Sempurna Kecamatan Subah, Ali (Protese Syme Kanan) Dusun Mengkayar Desa Mekar Sekuntum Kecamatan Teluk Keramat, Risndak (Protese Atas lutut kanan) Dusun Kenanai Desa Piantus Kecamatan Sejangkung dan Suwardi (Protese telapak kanan kiri) Dusun Turusan Desa Lorong Kecamatan Sambas.

Baca Juga :  Beras Lokal Siap Dipasarkan

Sebelumnya kelimanya sudah diperiksa dan dipaskan di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof Dr Soeharso Surakarta Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas secara langsung memasangkan kaki atau tangan palsu kepada penerima.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sambas, Edi M Eng mengatakan sebelum bantuan diterima, pihaknya mengusulkan calon penerima. Kemudian dari kementerian melakukan verifikasi kepada mereka.

Program ini, sebutnya, adalah perdana untuk di Kabupaten Sambas. Diharapkan ke depannya, ada bantuan serupa dalam upaya membantu warga penyandang disabilitas lainnya.

“Alhamdulillah, di Sambas mendapatkan bantuan tersebut, ke depannya akan diusulkan kembali, mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Terkait dengan salahs atu penerima yang masih usia sekolah. Edi menyebutkan karena ada keinginan dari Munziri untuk bersekolah kembali. Pihaknya akan menyampaikan masalah ini ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas.

“Kami akan konekkan ke dinas terkait, yang penting Munziri bisa sekolah,” katanya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/