alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Lahan Konsensi Perusahaan Disegel

Sebabkan Kebakaran

SINTANG-Terkait penyegelan di wilayah konsensi perkebunan yang sebabkan kebakaran, Bupati Sintang, Jarot Winarno saat dihubungi oleh Pontianak Post mengonfirmasi terkait dengan penyegelan area yang terbakar di wilayah konsesi perkebunan sawit milik PT. Grand Mandiri Utama (GMU) yang terletak di Kecamatan Kelam Permai dan PT. Jake Sarana (Indofood Group) di Desa Sinar Pekayau, Kecamatan Sepauk.

“Iya benar disegel, bahwa pihak Polres Sintang sudah menyegel area terbakar di wilayah konsesi PT. Jake Sarana di Kecamatan Sepauk, kemarin. Dan sekarang di area kebun PT. GMU di Kecamatan Kelam yang terbakar juga disegel,” beber Jarot Winarno pada Pontianak Post, Senin (16/9).

Baca Juga :  Kades Dilantik Awal Oktober

Terkait dengan Karhutla di wilayah konsensi milik perusahaan ini. Jarot juga menjelaskan bahwa  penyegelan di area konsensi ini pihaknya tetap mengacu pada Peraturan Gubernur.

“Kalau Pemkab Sintang tetap mengacu kepada Peraturan Gubernur. Tidak sengajar atau lalai areal terbakar kita suspend (tangguhkan,RED) 3 tahun tidak boleh dikelola. Kalau nyatanya perbuatan sengaja kita suspend 5 tahun,” ungkap orang nomor satu di Sintang ini.

Dan pasca penyegelan ini, Jarot akan terus memantau pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan dari Polda Kalbar dan Polres Sintang.

Ia juga menambahkan bahwa kasus Karhutla di dalam konsesi perkebunan sawit ini sudah sangat sering terjadi. Namun, Jarot menegaskan bahwa setiap kejadian Karhutla di wilayah konsensi perusahaan perkebunan, walaupun yang membakar adalah masyarakat, tetap menjadi tanggung jawab korporasi yang memiliki izin konsensinya.

Baca Juga :  Lama Menderita Sakit, Tak Pernah Dapat Bantuan

“Sudah sering. Karena di sintang ada Foksi (Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan), yang penting selalu kita ingatkan bahwa untuk setiap kejadian Karhutla di wilayah konsensi, meskipun masyarakat yang membakar, tetap menjadi tanggung jawab korporasi yang memiliki konsesinya,” tegas Jarot. (fds)

 

 

 

 

 

 

 

Sebabkan Kebakaran

SINTANG-Terkait penyegelan di wilayah konsensi perkebunan yang sebabkan kebakaran, Bupati Sintang, Jarot Winarno saat dihubungi oleh Pontianak Post mengonfirmasi terkait dengan penyegelan area yang terbakar di wilayah konsesi perkebunan sawit milik PT. Grand Mandiri Utama (GMU) yang terletak di Kecamatan Kelam Permai dan PT. Jake Sarana (Indofood Group) di Desa Sinar Pekayau, Kecamatan Sepauk.

“Iya benar disegel, bahwa pihak Polres Sintang sudah menyegel area terbakar di wilayah konsesi PT. Jake Sarana di Kecamatan Sepauk, kemarin. Dan sekarang di area kebun PT. GMU di Kecamatan Kelam yang terbakar juga disegel,” beber Jarot Winarno pada Pontianak Post, Senin (16/9).

Baca Juga :  Pantau Potensi Banjir di Kayan Hulu

Terkait dengan Karhutla di wilayah konsensi milik perusahaan ini. Jarot juga menjelaskan bahwa  penyegelan di area konsensi ini pihaknya tetap mengacu pada Peraturan Gubernur.

“Kalau Pemkab Sintang tetap mengacu kepada Peraturan Gubernur. Tidak sengajar atau lalai areal terbakar kita suspend (tangguhkan,RED) 3 tahun tidak boleh dikelola. Kalau nyatanya perbuatan sengaja kita suspend 5 tahun,” ungkap orang nomor satu di Sintang ini.

Dan pasca penyegelan ini, Jarot akan terus memantau pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan dari Polda Kalbar dan Polres Sintang.

Ia juga menambahkan bahwa kasus Karhutla di dalam konsesi perkebunan sawit ini sudah sangat sering terjadi. Namun, Jarot menegaskan bahwa setiap kejadian Karhutla di wilayah konsensi perusahaan perkebunan, walaupun yang membakar adalah masyarakat, tetap menjadi tanggung jawab korporasi yang memiliki izin konsensinya.

Baca Juga :  TNI di Perbatasan Gotong Royong Perbaiki Jalan

“Sudah sering. Karena di sintang ada Foksi (Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan), yang penting selalu kita ingatkan bahwa untuk setiap kejadian Karhutla di wilayah konsensi, meskipun masyarakat yang membakar, tetap menjadi tanggung jawab korporasi yang memiliki konsesinya,” tegas Jarot. (fds)

 

 

 

 

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/