alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Lantunan Istigfar Menggema di Pelataran Masjid Agung

Ribuan Umat Islam Kayong Utara Laksanakan Salat Istisqa

Sejumlah muslim Kayong Utara menggelar salat istisqa di pelataran Masjid Agung Oesman Al Khair Sukadana, Senin (16/9). Salat mengharap turunnya hujan yang penuh rahmat ini dipimpin Ustaz Yanto Hardianto. Sementara bertindak sebagai khatib, Ustaz Abu Amin. Sebelum salat dimulai, Ustaz Abu Amin mengajak seluruh jemaah agar memperbanyak membaca istigfar.

DANANG PRASETYO, Sukadana

BACAAN istigfar itu terlantun bersama-sama sebagai pengakuan dosa seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ustaz Abu Amin bergantian dengan Habib Hasan Al Haddad memimpin lantunan istigfar yang diikuti para jemaah yang berdatangan dari berbagai tempat dan kalangan.

Salat dilaksanakan setelah adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, dengan melihat kondisi udara Kayong Utara yang kian hari semakin tebal diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nazril Hijar, kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kayong Utara mengatakan, salat istisqa sengaja mereka laksanakan, sesuai Surat Edaran Bupati Kayong Utara Nomor: 450/1922/Kesra.B. Surat yang ditandatangani Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad itu, mengajak kepada umat Islam untuk melaksanakan salat istisqa. Salat tersebut, dalam edaran itu, sebagai ikhtiar untuk menghadapi situasi dan kondisi yang dirasakan masyarakat Kabupaten Kayong Utara akibat kekeringan air dan kabut asap di mana-mana, sehingga sudah termasuk dalam katagori berbahaya.

Baca Juga :  Posko Covid 19 Diaktifkan Kembali, Melintasi Siduk akan Diperiksa

Salat istisqa itu juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, Hidayatullah, Masjid Agung Oesman Al Khair, dan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD). Ribuan jemaah hadir mulai dari pejabat pemerintah, pelajar, jemaah dari ormas Islam, serta umat Islam lainnya.

Pelaksanaan salat dimulai sekitar pukul 08.03 WIB. Sebelum Ustaz Yanto, pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Baitul Quran Sukadana memimpin salat, Nazril Hijar, ketua PCNU menyampaikan mengenai tata cara salat istisqa kepada jemaah. “Salat istisqa dilaksanakan dua rakaat, mirip seperti salat id, tujuh takbir pada rakaat pertama, dan lima takbir pada rakaat kedua,” imbuhnya.

Sosok yang juga Ketua Harian Masjid Agung Oesman Al Khair Sukadana tersebut berharap dengan salat istisqa, Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat.  “Salat istisqa adalah upaya kita agar Allah SWT mengabulkan hajat kita yaitu agar turun hujan. Yang paling mendesak adalah kabut asap akibat karhutla yang bisa mengancam kesehatan seperti ISPA, maka salat istisqa sudah memenuhi syarat untuk digelar,” sambungnya.

Baca Juga :  Melalui Kampung KB Desa Teluk Bakung Bakal Teraliri Listrik

Ia menambahkan bahwa sebetulnya disunahkan berpuasa empat hari sebelum salat istisqa. Selama puasa, menurut dia, jemaah dianjurkan memperbanyak istigfar, memohon ampun pada Allah SWT.  “Harapan kita dengan salat istisqa yang pertama ini, bisa mengundang turunnya hujan atas izin Allah. Jika belum turun hujan hingga seminggu ke depan, kita akan gelar lagi salat istisqa dengan lebih sempurna, seperti melakukan puasa lebih dulu. Yang jelas kita harus terus berupaya dan berdoa dan jangan sampai putus asa dari rahmat Allah,” gugahnya.

Pada khotbahnya, Ustaz Abu Amin mengajak umat Islam untuk memperbanyak permohonan ampunan kepada Allah SWT. “Kekeringan dan kabut asap terjadi akibat ulah tangan manusia,” kata dia.

Dalam khotbahnya, Ustaz Abu Amin pun memanjatkan doa agar hujan deras yang membawa rahmat, bisa segera menyirami Kayong Utara. Amin… (*)

Ribuan Umat Islam Kayong Utara Laksanakan Salat Istisqa

Sejumlah muslim Kayong Utara menggelar salat istisqa di pelataran Masjid Agung Oesman Al Khair Sukadana, Senin (16/9). Salat mengharap turunnya hujan yang penuh rahmat ini dipimpin Ustaz Yanto Hardianto. Sementara bertindak sebagai khatib, Ustaz Abu Amin. Sebelum salat dimulai, Ustaz Abu Amin mengajak seluruh jemaah agar memperbanyak membaca istigfar.

DANANG PRASETYO, Sukadana

BACAAN istigfar itu terlantun bersama-sama sebagai pengakuan dosa seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ustaz Abu Amin bergantian dengan Habib Hasan Al Haddad memimpin lantunan istigfar yang diikuti para jemaah yang berdatangan dari berbagai tempat dan kalangan.

Salat dilaksanakan setelah adanya surat edaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, dengan melihat kondisi udara Kayong Utara yang kian hari semakin tebal diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nazril Hijar, kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kayong Utara mengatakan, salat istisqa sengaja mereka laksanakan, sesuai Surat Edaran Bupati Kayong Utara Nomor: 450/1922/Kesra.B. Surat yang ditandatangani Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad itu, mengajak kepada umat Islam untuk melaksanakan salat istisqa. Salat tersebut, dalam edaran itu, sebagai ikhtiar untuk menghadapi situasi dan kondisi yang dirasakan masyarakat Kabupaten Kayong Utara akibat kekeringan air dan kabut asap di mana-mana, sehingga sudah termasuk dalam katagori berbahaya.

Baca Juga :  Kapolda Sambangi Kayong Utara, Rencanakan Bentuk Polisi Kepulauan

Salat istisqa itu juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, Hidayatullah, Masjid Agung Oesman Al Khair, dan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD). Ribuan jemaah hadir mulai dari pejabat pemerintah, pelajar, jemaah dari ormas Islam, serta umat Islam lainnya.

Pelaksanaan salat dimulai sekitar pukul 08.03 WIB. Sebelum Ustaz Yanto, pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Baitul Quran Sukadana memimpin salat, Nazril Hijar, ketua PCNU menyampaikan mengenai tata cara salat istisqa kepada jemaah. “Salat istisqa dilaksanakan dua rakaat, mirip seperti salat id, tujuh takbir pada rakaat pertama, dan lima takbir pada rakaat kedua,” imbuhnya.

Sosok yang juga Ketua Harian Masjid Agung Oesman Al Khair Sukadana tersebut berharap dengan salat istisqa, Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat.  “Salat istisqa adalah upaya kita agar Allah SWT mengabulkan hajat kita yaitu agar turun hujan. Yang paling mendesak adalah kabut asap akibat karhutla yang bisa mengancam kesehatan seperti ISPA, maka salat istisqa sudah memenuhi syarat untuk digelar,” sambungnya.

Baca Juga :  Cabuli 11 Siswa, Oknum Kepsek di Landak Dipecat

Ia menambahkan bahwa sebetulnya disunahkan berpuasa empat hari sebelum salat istisqa. Selama puasa, menurut dia, jemaah dianjurkan memperbanyak istigfar, memohon ampun pada Allah SWT.  “Harapan kita dengan salat istisqa yang pertama ini, bisa mengundang turunnya hujan atas izin Allah. Jika belum turun hujan hingga seminggu ke depan, kita akan gelar lagi salat istisqa dengan lebih sempurna, seperti melakukan puasa lebih dulu. Yang jelas kita harus terus berupaya dan berdoa dan jangan sampai putus asa dari rahmat Allah,” gugahnya.

Pada khotbahnya, Ustaz Abu Amin mengajak umat Islam untuk memperbanyak permohonan ampunan kepada Allah SWT. “Kekeringan dan kabut asap terjadi akibat ulah tangan manusia,” kata dia.

Dalam khotbahnya, Ustaz Abu Amin pun memanjatkan doa agar hujan deras yang membawa rahmat, bisa segera menyirami Kayong Utara. Amin… (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/