alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Oknum Kepsek di Landak Cabuli 11 Siswa

NGABANG –Is, 55 seorang kepala sekolah di salah satu desa di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak ditetapkan sebagai tersangka dugaan tidak pencabulan terhadap sebelas siswanya.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro dalam press release, Rabu (16/10) memaparkan, kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oknum kepala sekolah terungkap pada 6 September 2019. Salah seorang orang tua korban, mendengar pengakuan anaknya yang telah mengalami pencabulan tersebut.

Menurut keterangan saksi, modus operandi pencabulan yang dilakukan Is ialah korban disuruh untuk mengoral pelaku di ruang kerjanya. Korban diancam tidak diberikan ijazah jika tidak menuruti perintah oknum kepala sekolah tersebut

“Sehingga korban bersedia melakukannya. Kejadian tersebut lebih dari satu kali dan sering dilakukan oleh pelaku terhadap korban,” terang Kapolres.

Baca Juga :  Dalam Semalam, Dua Tersangka Narkoba Dibekuk

Kasat Reskrim IPTU Idris menambahkan dari pendalaman polisi, tersangka sudah lama melakukan aksi pencabulan tersebut. Korban diketahui hingga sebelas orang. Bahkan sudah ada korban yang kini telah duduk di bangku SMP. Pelaku terjerat Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku IS sudah ditetapkan tersangka dan masih proses sidik dan menunggu hasil psikiater,” kata Kasat. (mif)

NGABANG –Is, 55 seorang kepala sekolah di salah satu desa di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak ditetapkan sebagai tersangka dugaan tidak pencabulan terhadap sebelas siswanya.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro dalam press release, Rabu (16/10) memaparkan, kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oknum kepala sekolah terungkap pada 6 September 2019. Salah seorang orang tua korban, mendengar pengakuan anaknya yang telah mengalami pencabulan tersebut.

Menurut keterangan saksi, modus operandi pencabulan yang dilakukan Is ialah korban disuruh untuk mengoral pelaku di ruang kerjanya. Korban diancam tidak diberikan ijazah jika tidak menuruti perintah oknum kepala sekolah tersebut

“Sehingga korban bersedia melakukannya. Kejadian tersebut lebih dari satu kali dan sering dilakukan oleh pelaku terhadap korban,” terang Kapolres.

Baca Juga :  Pemkab Landak Siap Laksanakan TES CPNS

Kasat Reskrim IPTU Idris menambahkan dari pendalaman polisi, tersangka sudah lama melakukan aksi pencabulan tersebut. Korban diketahui hingga sebelas orang. Bahkan sudah ada korban yang kini telah duduk di bangku SMP. Pelaku terjerat Pasal 82 ayat (1) dan (2) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pelaku IS sudah ditetapkan tersangka dan masih proses sidik dan menunggu hasil psikiater,” kata Kasat. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/