alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pemkab Landak Segera Tertibkan Gudang Karet di Tengah Kota

NGABANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Landak segera menertibkan sejumlah gudang karet yang ada di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (14/10) lalu. Selain karena tak memiliki izin, adanya gudang karet di tengah-tengah kota menimbulkan bau tidak sedap.

Kepala Bidang Katim, Ya’ Jayadi menyampaikan saat ini seluruh dinas terkait sudah berkoordinasi dan mengambil keputusan melakukan penertiban terhadap aktivitas jual beli karet di pasar Ngabang. Penertiban ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 tentang Pengendalian Mutu Bahan Olah Karet Alam Spesifikasi Teknis Yang Diperdagangkan.

“Ada beberapa OPD yang diundang. Dan sudah diambil keputusan, jual beli karet ini akan kita tertibkan dan mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 pada pasal 6,7,8 dan 9 terkait dengan perdagangan karet dan pengolahan karet baik dari kebun petani sampai menjual keluar.

Ini sudah diatur oleh Menteri Perdagangan sesuai PP yang terbaru,” ujar Ya’ Jayadi, Selasa (15/10) pagi.
Ia juga mengatakan ada beberapa pedagang karet yang ada di luar dan dalam kota Ngabang yang sudah mulai melakukan pendekatan terhadap pedagang-pedagang itu sendiri. “Saat ini pedagang karet yang berada di kota Ngabang, ada 11 pedagang dalam kota dan tiga pedagang luar kota. Dalam hal ini, Satpol PP, Perdagangan (Dinas Koperasi Usaha Menengah Perindustrian dan Perdagangan-Diskumindag) dan PTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja-DPMPTSPTK) bekerjasama untuk terus melakukan pengecekan dalam persuasif terlebih dahulu. Seperti melakukan pendekatan dengan pedagang-pedagang itu sendiri,” jelas Ya’ Yadi.

Baca Juga :  Warga Digegerkan Penemuan Mayat Pria Hanya Gunakan Pakaian Dalam di Sungai Sompak

Selain itu ia menjelaskan, jual beli tersebut tidak boleh di dalam kota sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019. “Kalau kita lihat dari 11 pedagang yang ada di dalam kota Ngabang, perizinan jual beli barang tersebut yaitu barang klontong. Sesuai dengan peraturan menteri perdagangan, maka untuk jual beli karet ini tidak boleh di dalam kota dan surat izinnya tersendiri. Sementara leading sektornya yaitu dari perdagangan kemudian yang mengeluarkan izinnya adalah PTSP dan ini sudah diatur oleh peraturan menteri tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, tujuan penertiban juga untuk mengurangi kemacetan pada arus lalu lintas jalan serta menghindari kerusakan jalan. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mereka, yaitu efek jual beli karet tersebut di dalam kota. Dimana dari segi arus lalu lintas akan mengakibatkan timbulnya kemacetan di ruas jalan tersebut dan memakan badan jalan yang seharusnya bisa digunakan untuk lahan parkir. “Itu disebabkan adanya penumpukan-penumpukan karet tersebut. Oleh karena itu kami selaku pemerintah Kabupaten Landak terus berkomitmen menjaga dan menertibkan Pasar Ngabang ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemilik Mini Market Diingatkan Untuk Terapkan Prokes

Ia berharap dengan dilakukan penertiban jual beli karet tersebut, kota Ngabang bisa semakin terarah, tertib dan tertata ke depannya. “Dengan ditertibkan pedagang jual beli karet ini mudah-mudahan kota ngabang ini akan tertata rapi dan berjalan dengan baik ke depannya,” ujarnya. (mif)

NGABANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Landak segera menertibkan sejumlah gudang karet yang ada di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (14/10) lalu. Selain karena tak memiliki izin, adanya gudang karet di tengah-tengah kota menimbulkan bau tidak sedap.

Kepala Bidang Katim, Ya’ Jayadi menyampaikan saat ini seluruh dinas terkait sudah berkoordinasi dan mengambil keputusan melakukan penertiban terhadap aktivitas jual beli karet di pasar Ngabang. Penertiban ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 tentang Pengendalian Mutu Bahan Olah Karet Alam Spesifikasi Teknis Yang Diperdagangkan.

“Ada beberapa OPD yang diundang. Dan sudah diambil keputusan, jual beli karet ini akan kita tertibkan dan mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 pada pasal 6,7,8 dan 9 terkait dengan perdagangan karet dan pengolahan karet baik dari kebun petani sampai menjual keluar.

Ini sudah diatur oleh Menteri Perdagangan sesuai PP yang terbaru,” ujar Ya’ Jayadi, Selasa (15/10) pagi.
Ia juga mengatakan ada beberapa pedagang karet yang ada di luar dan dalam kota Ngabang yang sudah mulai melakukan pendekatan terhadap pedagang-pedagang itu sendiri. “Saat ini pedagang karet yang berada di kota Ngabang, ada 11 pedagang dalam kota dan tiga pedagang luar kota. Dalam hal ini, Satpol PP, Perdagangan (Dinas Koperasi Usaha Menengah Perindustrian dan Perdagangan-Diskumindag) dan PTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja-DPMPTSPTK) bekerjasama untuk terus melakukan pengecekan dalam persuasif terlebih dahulu. Seperti melakukan pendekatan dengan pedagang-pedagang itu sendiri,” jelas Ya’ Yadi.

Baca Juga :  Pemkab Landak Siap Salurkan BLT Rp600 Ribu per Bulan

Selain itu ia menjelaskan, jual beli tersebut tidak boleh di dalam kota sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019. “Kalau kita lihat dari 11 pedagang yang ada di dalam kota Ngabang, perizinan jual beli barang tersebut yaitu barang klontong. Sesuai dengan peraturan menteri perdagangan, maka untuk jual beli karet ini tidak boleh di dalam kota dan surat izinnya tersendiri. Sementara leading sektornya yaitu dari perdagangan kemudian yang mengeluarkan izinnya adalah PTSP dan ini sudah diatur oleh peraturan menteri tersebut,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, tujuan penertiban juga untuk mengurangi kemacetan pada arus lalu lintas jalan serta menghindari kerusakan jalan. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mereka, yaitu efek jual beli karet tersebut di dalam kota. Dimana dari segi arus lalu lintas akan mengakibatkan timbulnya kemacetan di ruas jalan tersebut dan memakan badan jalan yang seharusnya bisa digunakan untuk lahan parkir. “Itu disebabkan adanya penumpukan-penumpukan karet tersebut. Oleh karena itu kami selaku pemerintah Kabupaten Landak terus berkomitmen menjaga dan menertibkan Pasar Ngabang ini,” ucapnya.

Baca Juga :  TNI Sosialisasi Cegah Karhutla di Air Besar

Ia berharap dengan dilakukan penertiban jual beli karet tersebut, kota Ngabang bisa semakin terarah, tertib dan tertata ke depannya. “Dengan ditertibkan pedagang jual beli karet ini mudah-mudahan kota ngabang ini akan tertata rapi dan berjalan dengan baik ke depannya,” ujarnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/