alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Perbanyak Parit dan Sumur

SINGKAWANG–Kebakaran lahan yang terjadi mulai dari Kelurahan Naram sampai Kelurahan Sei Rasau sejak malam hingga Selasa (17/9) kemarin menjadi perhatian Pemkot Singkawang dan Forkopimda. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, TNI, Manggala Agni, Satpol PP, BPBD, Camat, Lurah, hingga warga setempat menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 15.30 wib.

Di ujung Jalan Senen itu kebakaran terjadi. Sekitar 4 km masuk ke dalam asap masih tampak. Yang terbakar mulai kebun nanas hingga kebun karet. Di sini sebagian lahan gambut yang terbakar. Dimana ketebalan gambut rata rata 1 meter sampai 1,5 meter.

Untuk memadamkan api, petugas harus menggali lubang sedalam satu meter lebih. Itu pun airnya bercampur lumpur, serabut gambut. Namun hal itu tak menyurutkan upaya petugas memadamkan api. Setidaknya ada 30 hektar lahan terbakar.

Baca Juga :  Gudang Penggilingan Padi di Setapuk Besar Terbakar

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pihaknya terus stand by memadamkan api yang melibatkan tim terpadu. Makanya kedepan, kata Wali Kota, meminta pemetaan wilayah oleh Camat dan lurah. Sehingga nantinya kedepan akan dilakukan pembuatan sumur maupun parit parit. “Buat parit dan sumur sehingga memudahkan warga maupun petugas mendapatkan sumber air,” ungkapnya. Pihaknya berharap semakin banyak nantinya titik sumur di lahan warga ini, serta pembuatan parit.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, mengatakan kebarakan di lokasi Sei Bulan ini rembetan dari Kelurahan Naram. “Diperkirakan sebanyak 30 hektare laham yang terbakar,” ujarnya. Untuk kebakaran lahan dari Naram hingga merembet ke Sei Rasau ini pihaknya akan melakukan penyelidikan. Kapolres kembali menekankan agar warga dalam membuka lahan tidak melakukan dengan cara dibakar. “Kami tetap siaga dan terus melakukan pemantauan Karhutla,” katanya.

Baca Juga :  Mitsubishi Gelar Pinter Bener Family Festival 2019

Zulfah (61), salah satu pemilik lahan di sekitar lokasi terbakar menyatakan kebakaran sudah terjadi dari semalam Senin (17/9). Ia pun membenarkan bahwa api berasal dari arah Naram hingga ke Sei Rasau. “Kami harus menggali parit yang kering untuk memadamkan api,” katanya. Pemilik lahan 2 hektar yang ditanami karet dan rambutan ini kedepannya memang perlu diperbanyak penggalian parit. (har)

SINGKAWANG–Kebakaran lahan yang terjadi mulai dari Kelurahan Naram sampai Kelurahan Sei Rasau sejak malam hingga Selasa (17/9) kemarin menjadi perhatian Pemkot Singkawang dan Forkopimda. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, TNI, Manggala Agni, Satpol PP, BPBD, Camat, Lurah, hingga warga setempat menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 15.30 wib.

Di ujung Jalan Senen itu kebakaran terjadi. Sekitar 4 km masuk ke dalam asap masih tampak. Yang terbakar mulai kebun nanas hingga kebun karet. Di sini sebagian lahan gambut yang terbakar. Dimana ketebalan gambut rata rata 1 meter sampai 1,5 meter.

Untuk memadamkan api, petugas harus menggali lubang sedalam satu meter lebih. Itu pun airnya bercampur lumpur, serabut gambut. Namun hal itu tak menyurutkan upaya petugas memadamkan api. Setidaknya ada 30 hektar lahan terbakar.

Baca Juga :  Mengawal Dana Desa dari Perbatasan

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pihaknya terus stand by memadamkan api yang melibatkan tim terpadu. Makanya kedepan, kata Wali Kota, meminta pemetaan wilayah oleh Camat dan lurah. Sehingga nantinya kedepan akan dilakukan pembuatan sumur maupun parit parit. “Buat parit dan sumur sehingga memudahkan warga maupun petugas mendapatkan sumber air,” ungkapnya. Pihaknya berharap semakin banyak nantinya titik sumur di lahan warga ini, serta pembuatan parit.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi, mengatakan kebarakan di lokasi Sei Bulan ini rembetan dari Kelurahan Naram. “Diperkirakan sebanyak 30 hektare laham yang terbakar,” ujarnya. Untuk kebakaran lahan dari Naram hingga merembet ke Sei Rasau ini pihaknya akan melakukan penyelidikan. Kapolres kembali menekankan agar warga dalam membuka lahan tidak melakukan dengan cara dibakar. “Kami tetap siaga dan terus melakukan pemantauan Karhutla,” katanya.

Baca Juga :  Satlantas Amankan Sejumlah Remaja Tanpa Gunakan Masker

Zulfah (61), salah satu pemilik lahan di sekitar lokasi terbakar menyatakan kebakaran sudah terjadi dari semalam Senin (17/9). Ia pun membenarkan bahwa api berasal dari arah Naram hingga ke Sei Rasau. “Kami harus menggali parit yang kering untuk memadamkan api,” katanya. Pemilik lahan 2 hektar yang ditanami karet dan rambutan ini kedepannya memang perlu diperbanyak penggalian parit. (har)

Most Read

Ruas Jalan Provinsi Segera Diperbaiki

Warga Temukan Bayi Perempuan di Hutan

Mahasiswa Papua Kerasan di Kalbar

Rusia Bom Sekolah di Ukraina

Artikel Terbaru

/