alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Asap Mulai Ganggu Kesehatan

Senin Salat Istisqa

SAMBAS – Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menegaskan karena  dampak kerugiannya luar bisa. Pihaknya berharap seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Sambas terutama di tingkat kecamatan dengan melibatkan stakeholder terkait, bisa maksimal dalam mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

“Mari buktikan bahwa jajaran pemerintah terlibat aktif dan memiliki niat bagaimana di Sambas tak terjadi karhutla. Karena bencana ini kerugiannya luar biasa, termasuk kerugian dalam keuangan Negara,” kata Bupati Sambas, saat memberikan pengarahan kepada camat se Kabupaten Sambas dalam tindak lanjut penanganan Karhutla, Selasa (17/9) didampingi Sekda, Staf Ahli, Asisten Setda, Kalak BPBD.

Termasuk bagaimana membangkitkan masyarakat, untuk peduli terhadap pencegahan bencana karhutla.

Baca Juga :  Jaga Kualitas, Kenali Buahnya dan Ikutkan Lomba

“Harus melibatkan semua pihak dalam penanganan karhutla. Dan saya pikir di tingkat kecamatan, ini tugas pak camat, untuk melibatkan tokoh pemuda, anak muda dan elemen masyarakat lainnya untuk bisa diarahkan dan sertakan guna antisipasi,

jika ada titik karhutla langsung dipadamkan,” katanya.

Saat ini, sebut Atbah, kondisi asap akibat karhutla di Kabupaten Sambas, sudah mulai mengganggu kesehatan masyarakat. Pemkab, sudah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir akibat tersebut, diantaranya memperpanjang libur anak-anak sekolah.

Kemudian merencanakan melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan yang rencananya digelar Senin (23/9) mendatang.

“Hujan adalah harapan yang bisa memadamkan karhutla, ditengah kesulitan-kesulitan di lapangan, mulai dari jarak yang jauh, susah sumber air dan lainnya. Sehingga kami merencanakan melaksanakan salat meminta hujan pada Senin depan, dan mudah-mudahan sebelum salat, hujan sudah turun,” kata Bupati Sambas.(fah)

Baca Juga :  Tembang P Ramlee Menggema di Aula

 

Senin Salat Istisqa

SAMBAS – Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menegaskan karena  dampak kerugiannya luar bisa. Pihaknya berharap seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Sambas terutama di tingkat kecamatan dengan melibatkan stakeholder terkait, bisa maksimal dalam mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

“Mari buktikan bahwa jajaran pemerintah terlibat aktif dan memiliki niat bagaimana di Sambas tak terjadi karhutla. Karena bencana ini kerugiannya luar biasa, termasuk kerugian dalam keuangan Negara,” kata Bupati Sambas, saat memberikan pengarahan kepada camat se Kabupaten Sambas dalam tindak lanjut penanganan Karhutla, Selasa (17/9) didampingi Sekda, Staf Ahli, Asisten Setda, Kalak BPBD.

Termasuk bagaimana membangkitkan masyarakat, untuk peduli terhadap pencegahan bencana karhutla.

Baca Juga :  Masukkan Prolegda Bentuk Perumda

“Harus melibatkan semua pihak dalam penanganan karhutla. Dan saya pikir di tingkat kecamatan, ini tugas pak camat, untuk melibatkan tokoh pemuda, anak muda dan elemen masyarakat lainnya untuk bisa diarahkan dan sertakan guna antisipasi,

jika ada titik karhutla langsung dipadamkan,” katanya.

Saat ini, sebut Atbah, kondisi asap akibat karhutla di Kabupaten Sambas, sudah mulai mengganggu kesehatan masyarakat. Pemkab, sudah mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir akibat tersebut, diantaranya memperpanjang libur anak-anak sekolah.

Kemudian merencanakan melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan yang rencananya digelar Senin (23/9) mendatang.

“Hujan adalah harapan yang bisa memadamkan karhutla, ditengah kesulitan-kesulitan di lapangan, mulai dari jarak yang jauh, susah sumber air dan lainnya. Sehingga kami merencanakan melaksanakan salat meminta hujan pada Senin depan, dan mudah-mudahan sebelum salat, hujan sudah turun,” kata Bupati Sambas.(fah)

Baca Juga :  Masih Dibahas Pansus Bersama Instansi Terkait

 

Most Read

Artikel Terbaru

/