alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Tim PPDM Poltesa Terbitkan Buku Tenun

Kenalkan Tenun Sambas

SAMBAS – Tenun songket sambas merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Sambas yang telah dikenal sampai ke mancanegara. Pada umumnya, kegiatan bertenun sebagian besar digeluti para ibu rumah tangga , sebagai pengisi waktu luang atau mencari nafkah tambahan untuk keluarga. Sedangkan kalangan muda biasanya kurang begitu tertarik untuk bertenun, karena penghasilan yang kecil dan waktu untuk memproses kain tenun relatif lama. Mereka lebih tertarik pada pekerjaan kantoran, bekerja di perusahaan atau berwiraswasta.

Hal tersebut menyebabkan banyak kalangan muda yang sudah tidak mengetahui tata cara, tahapan bertenun, jenis motif, perlengkapan tenun atau menggunakan peralatan tenun. Selain itu, berbagai referensi yang berhubungan dengan tenun saat ini cukup sulit ditemui. Menyikapi permasalahan tersebut, tim pelaksanaan dari Politeknik Negeri Sambas yang tergabung dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) , atas pembiayaan dari Kemenristekdikti berupaya menggali kembali berbagai informasi yang berhubungan dengan tenun. Akhirnya karena adanya niat yang kuat dan kerja keras selama 1,5 tahun, terbitkanlah sebuah buku berjudul: Pengantar Tenun Songket Sambas, yang membahas tentang kain tenun sambas. Buku tersebut  terbit setebal 96 halaman, dan diterbitkan pada bulan Juni 2019, dan ditulis oleh empat orang tim pelaksana kegiatan PPDM , yaitu Suhendra, Andri Hidayat, Feby Nopriandy dan Budi Setiawan.

Baca Juga :  Munziri Senang, Janji Masuk Sekolah Lagi

“Tujuan penulisan buku ini adalah untuk memperkaya referensi yang berhubungan dengan tenun, mengenalkan tenun pada kalangan muda, selain itu juga sebagai ajang promosi tenun sambas,” kata Suhendra ST MSc, dosen pengajar Politeknik Negeri Sambas yang juga ikut membidani terbitnya buku karya ilmiah ini. Kemudian kata dia, buku ini dibagikan secara gratis di sekolah-sekolah, berbagai instansi atau lembaga hingga didistribusikan sampai keluar daerah.

“Harapan kita dengan terbit dan dibagikannya buku ini adalah agar kain tenun sambas menjadi semakin dikenal , bukan hanya oleh masyarakat Sambas sendiri, tetapi juga sampai keluar daerah sehingga keberlangsungan dan kelestarian kain tenun sambas tetap terjaga, terimakasih saya ucapkan kepada saudara Andri Hidayat, Feby Nopriandy dan Budi Setiawan, kami berempat telah menyelesaikan tugas penyusunan buku ini dengan baik, semoga memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Sambas” tutup Suhendra.(fah)

Kenalkan Tenun Sambas

SAMBAS – Tenun songket sambas merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Sambas yang telah dikenal sampai ke mancanegara. Pada umumnya, kegiatan bertenun sebagian besar digeluti para ibu rumah tangga , sebagai pengisi waktu luang atau mencari nafkah tambahan untuk keluarga. Sedangkan kalangan muda biasanya kurang begitu tertarik untuk bertenun, karena penghasilan yang kecil dan waktu untuk memproses kain tenun relatif lama. Mereka lebih tertarik pada pekerjaan kantoran, bekerja di perusahaan atau berwiraswasta.

Hal tersebut menyebabkan banyak kalangan muda yang sudah tidak mengetahui tata cara, tahapan bertenun, jenis motif, perlengkapan tenun atau menggunakan peralatan tenun. Selain itu, berbagai referensi yang berhubungan dengan tenun saat ini cukup sulit ditemui. Menyikapi permasalahan tersebut, tim pelaksanaan dari Politeknik Negeri Sambas yang tergabung dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) , atas pembiayaan dari Kemenristekdikti berupaya menggali kembali berbagai informasi yang berhubungan dengan tenun. Akhirnya karena adanya niat yang kuat dan kerja keras selama 1,5 tahun, terbitkanlah sebuah buku berjudul: Pengantar Tenun Songket Sambas, yang membahas tentang kain tenun sambas. Buku tersebut  terbit setebal 96 halaman, dan diterbitkan pada bulan Juni 2019, dan ditulis oleh empat orang tim pelaksana kegiatan PPDM , yaitu Suhendra, Andri Hidayat, Feby Nopriandy dan Budi Setiawan.

Baca Juga :  Beras Produksi Lokal, Hadiah Vaksin Dosis 1

“Tujuan penulisan buku ini adalah untuk memperkaya referensi yang berhubungan dengan tenun, mengenalkan tenun pada kalangan muda, selain itu juga sebagai ajang promosi tenun sambas,” kata Suhendra ST MSc, dosen pengajar Politeknik Negeri Sambas yang juga ikut membidani terbitnya buku karya ilmiah ini. Kemudian kata dia, buku ini dibagikan secara gratis di sekolah-sekolah, berbagai instansi atau lembaga hingga didistribusikan sampai keluar daerah.

“Harapan kita dengan terbit dan dibagikannya buku ini adalah agar kain tenun sambas menjadi semakin dikenal , bukan hanya oleh masyarakat Sambas sendiri, tetapi juga sampai keluar daerah sehingga keberlangsungan dan kelestarian kain tenun sambas tetap terjaga, terimakasih saya ucapkan kepada saudara Andri Hidayat, Feby Nopriandy dan Budi Setiawan, kami berempat telah menyelesaikan tugas penyusunan buku ini dengan baik, semoga memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Sambas” tutup Suhendra.(fah)

Most Read

Artikel Terbaru

/