alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Kepala Sekolah di SintangTewas Ditusuk

SINTANG – Warga Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Sintang dihebohkan dengan pembunuhan Kepala SD Negeri 24 Mensiap Baru, Sukimin. Korban dibunuh ketika hendak pergi ke sekolah, Kamis (17/10) pagi.

Kapolsek Tempunak, Iptu Mulyo Wibowo, mengatakan, pelaku penusukan adalah FS, warga asal Pecalungan, Jawa Tengah. FS menusuk bagian perut korban dengan menggunakan pisau dapur.

Menurut Kapolsek, pagi itu, korban yang hendak berangkat ke sekolah tiba-tiba dihentikan pelaku. Saat itu terjadi cekcok antara korban dan pelaku. “Pelaku langsung menusuk korban ke bagian perut sebanyak dua kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Mulyo.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sintang, AKP Indra Asrianto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menangkap pelaku. Polisi bahkan sudah menginterogasi pelaku untuk mengetahui motif penusukan.

Menurut Indra, pelaku masih ada hubungan keluarga dengan korban. Istri pelaku adalah keponakan korban. Jadi korban adalah paman dari istri pelaku. “Berdasarkan pengakuan pelaku, FS memang sering cekcok dengan sang istri. Kemudian, korban yang merupakan paman dari istri selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pelaku,” ungkap Indra.

Baca Juga :  Mahasiswa Duduki Kantor DPRD Sintang

Indra menambahkan, pelaku merasa sakit hati kepada korban karena merasa sering dicampuri persoalan rumah tangganya. “Pelaku ini ketahuan sudah memiliki istri di Pulau Jawa. Jadi setelah ketahuan, percecokan pun kerap terjadi. Korban meminta pelaku untuk menceraikan istrinya yang ada di Pulau Jawa. Dan yang bersangkutan diminta fokus kepada istrinya yang ada di Desa Mensiap Baru. Dan didesak juga dengan membuat surat pernyataan,” tambah AKP Indra.

Pada Kamis (17/10) sekitar pukul 06.30, pelaku sudah menunggu korban di jalan yang biasa dilalui pelaku. Saat korban lewat dengan mengendarai sepeda motor pelaku mencegatnya. Saat itu terjadi cekcok mulut. Pelaku secara spontan mencabut pisau dari pinggang dan menusuk perut korban sebanyak dua kali.

“Ketika peristiwa itu terjadi, ada warga yang lewat dan segera memanggil warga yang lain untuk membantu meleraikan. Namun sayangnya korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ucapnya.
Saat ini, pelaku FS ditahan di Mapolres Sintang. Selain menyita barang bukti, polisi juga memeriksa saksi-saksi.

Baca Juga :  Meski Landak Zona Kuning, Ketua DPRD Landak Imbau Masyarakat Tak Lalai Prokes

“Intinya gara-gara sakit hati kepada korban yang selalu ikut campur padahal korban adalah paman dari istri pelaku. Menurut analisa kita juga memang ini ada perencanaan pembunuhan oleh pelaku karena pisau yang memang sudah disiapkan oleh pelaku,” paparnya.

Pelaku FS saat ditemui Pontianak Post di ruang pemeriksaan mengatakan, saat kejadian ia dalam kondisi emosi. FS juga mengakui bahwa pelaku sudah sakit hati pada korban akibat seringnya ikut campur masalah rumah tangganya. Menurut pengakuan pelaku, kenapa tidak orang tua dari istri yang ikut campur, tapi malah pamannya. “Saya diminta untuk menceraikan istri saya yang ada di Jawa, dan fokus mengurus istri di Desa Mensiap Baru,” ujar FS.

FS mengaku membawa pisau sejak awal. Pisau itulah yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. (fds)

SINTANG – Warga Desa Mensiap Baru, Kecamatan Tempunak, Sintang dihebohkan dengan pembunuhan Kepala SD Negeri 24 Mensiap Baru, Sukimin. Korban dibunuh ketika hendak pergi ke sekolah, Kamis (17/10) pagi.

Kapolsek Tempunak, Iptu Mulyo Wibowo, mengatakan, pelaku penusukan adalah FS, warga asal Pecalungan, Jawa Tengah. FS menusuk bagian perut korban dengan menggunakan pisau dapur.

Menurut Kapolsek, pagi itu, korban yang hendak berangkat ke sekolah tiba-tiba dihentikan pelaku. Saat itu terjadi cekcok antara korban dan pelaku. “Pelaku langsung menusuk korban ke bagian perut sebanyak dua kali hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Mulyo.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Sintang, AKP Indra Asrianto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menangkap pelaku. Polisi bahkan sudah menginterogasi pelaku untuk mengetahui motif penusukan.

Menurut Indra, pelaku masih ada hubungan keluarga dengan korban. Istri pelaku adalah keponakan korban. Jadi korban adalah paman dari istri pelaku. “Berdasarkan pengakuan pelaku, FS memang sering cekcok dengan sang istri. Kemudian, korban yang merupakan paman dari istri selalu ikut campur dalam urusan rumah tangga pelaku,” ungkap Indra.

Baca Juga :  Cabuli 11 Siswa, Oknum Kepsek di Landak Dipecat

Indra menambahkan, pelaku merasa sakit hati kepada korban karena merasa sering dicampuri persoalan rumah tangganya. “Pelaku ini ketahuan sudah memiliki istri di Pulau Jawa. Jadi setelah ketahuan, percecokan pun kerap terjadi. Korban meminta pelaku untuk menceraikan istrinya yang ada di Pulau Jawa. Dan yang bersangkutan diminta fokus kepada istrinya yang ada di Desa Mensiap Baru. Dan didesak juga dengan membuat surat pernyataan,” tambah AKP Indra.

Pada Kamis (17/10) sekitar pukul 06.30, pelaku sudah menunggu korban di jalan yang biasa dilalui pelaku. Saat korban lewat dengan mengendarai sepeda motor pelaku mencegatnya. Saat itu terjadi cekcok mulut. Pelaku secara spontan mencabut pisau dari pinggang dan menusuk perut korban sebanyak dua kali.

“Ketika peristiwa itu terjadi, ada warga yang lewat dan segera memanggil warga yang lain untuk membantu meleraikan. Namun sayangnya korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ucapnya.
Saat ini, pelaku FS ditahan di Mapolres Sintang. Selain menyita barang bukti, polisi juga memeriksa saksi-saksi.

Baca Juga :  Ubah Paradigma Investasi di Daerah

“Intinya gara-gara sakit hati kepada korban yang selalu ikut campur padahal korban adalah paman dari istri pelaku. Menurut analisa kita juga memang ini ada perencanaan pembunuhan oleh pelaku karena pisau yang memang sudah disiapkan oleh pelaku,” paparnya.

Pelaku FS saat ditemui Pontianak Post di ruang pemeriksaan mengatakan, saat kejadian ia dalam kondisi emosi. FS juga mengakui bahwa pelaku sudah sakit hati pada korban akibat seringnya ikut campur masalah rumah tangganya. Menurut pengakuan pelaku, kenapa tidak orang tua dari istri yang ikut campur, tapi malah pamannya. “Saya diminta untuk menceraikan istri saya yang ada di Jawa, dan fokus mengurus istri di Desa Mensiap Baru,” ujar FS.

FS mengaku membawa pisau sejak awal. Pisau itulah yang digunakan pelaku untuk menusuk korban. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/