alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Puskesmas Sungai Durian Jalani Penilaian Re-Akreditasi

Bidik Akreditasi Paripurna

SUNGAI RAYA–Tim Surveyor Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan RI mendatangi Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sungai Raya, Kamis (17/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangan Tim dalam rangka melakukan penilaian re-akreditasi terhadap Puskesmas Sungai Durian. Saat ini, Puskesmas Sungai Durian menyandang akreditasi madya.

Menanggapi penilaian re-akreditas tersebut, Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo merasa gembira dengan adanya penilaian re-akreditasi oleh tim surveyor Kementerian Kesehatan. Dengan begitu, hasil dari penilaian akan menjadi informasi bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Khususnya terkait capaian kinerja dari aparatur Puskesmas Sungai Durian. Selain itu, ia mengaku optimistis Puskesmas Sungai Durian mampu memenuhi kriteria-kriteria akreditasi yang dipersyaratkan.

“Untuk Puskesmas Sungai Durian, yang lalu kita sudah mendapatkan rekomendasi dan penilaian madya. Tentunya kita inginkan, dengan adanya peningkatan pelayanan, kondisi puskesmas, peralatan medis, dan seterusnya, mudah-mudahan bisa mendapatkan lompatan penilaian dari madya ke utama, atau bahkan langsung mencapai akreditasi paripurna,” tuturnya seusai menyambut kedatangan tim surveyor di Puskesmas Sungai Durian.

Dia menilai proses re-akreditasi bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengetahui bagaimana kinerja pelayanan di puskesmas. Jika akreditasi meningkat, berarti ada peningkatan kinerja dan begitu juga sebaliknya. Sujiwo juga menyatakan keinginannya agar tim surveyor melakukan penilaian secara obyektif. Karena menurutnya, kondisi yang ideal adalah liniernya antara status akreditasi dengan mutu pelayanan yang ada. Terlebih bagi aparatur puskesmas, hal ini akan menjadi tantangan untuk bisa menunjukkan kinerja yang sesuai dengan tingkat akreditasi yang akan diterima.

Baca Juga :  PT BPK Wilmar Serahkan Bantuan Covid-19 di Desa Mega Timur

Sujiwo menyebut peningkatan status akreditasi akan memberikan motivasi khusus kepada aparatur puskesmas. Karena itu, jika Puskesmas Sungai Durian mampu meningkatkan akreditasi dari madya ke utama atau bahkan paripurna, maka hal itu harus diikuti dengan peningkatan kinerja pelayanan.

“Makanya kita meminta tim untuk melakukan penilaian secara obyektif. Karena penilaian ini, misalnya diberikan akreditasi paripurna, maka tentu kondisi pelayanan pun memang sudah mendukung untuk paripurna. Jadi kinerja pelayanan harus berbanding lurus linier dengan status yang diterima. Jadi, ketika nanti mendapatkan rekomendasi dan penilaian yang meningkat, harus diiringi juga dengan peningkatan kinerja pegawai yang ada di sini,” jelasnya.

Sampai saat ini, Sujiwo menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan atensi khusus pada pembangunan kesehatan. Karena kesehatan merupakan salah satu sektor pembangunan yang diamanahkan langsung oleh konstitusi. Kesehatan, sebutnya, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang utama.

“Selain itu, dengan adanya penilaian re-akreditasi ini kita harapkan agar kedepan kondisi semua puskesmas dan pelayanannya di Kubu Raya betul-betul representatif,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan mengungkapkan sejak Puskesmas Sungai Durian mendapatkan akreditasi madya pada tiga tahun lalu, telah ada rekomendasi awal dari akreditasi ke re-akreditasi. Rekomendasi tersebut wajib untuk dilaksanakan oleh puskesmas. Berupa pendampingan dari Dinas Kesehatan kabupaten.

Baca Juga :  Puskesmas Gang Sehat Miliki Alat VITHA

“Ini (re-akreditasi) sangat penting. terutama untuk mengetahui kekurangan-kekurangan, kelengkapan sarana prasarana, kemudian sumber daya manusia kesehatan, dan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan. Karena yang namanya re-akreditasi ini kan meningkatkan mutu pelayanan yang ada di puskesmas,” timpalnya.

Berharap Puskesmas Sungai Durian mampu melakukan lompatan capaian re-akreditasi yang dilakukan kali ini. Dia pun mengungkapkan target dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk akreditasi yang dilakukan kali ini adalah tingkat akreditasi paripurna. “Mudah-mudahan dari madya bisa ada lompatan ke paripurna,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Sungai Durian, Yudi Paulian Heriwibowo menjelaskan prinsip akreditasi adalah mencatat apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dicatat. “Jadi itu sudah kegiatan rutin dari program puskesmas. Di mana harapannya apa yang sudah kita lakukan itu sesuai dengan standar maksimal dari Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas,” jelasnya.

Meski sebelumnya menyandang akreditasi madya, Yudi mengaku optimistis Puskesmas Sungai Durian mampu melompati akreditasi utama dan mencapai akreditasi paripurna. Menurutnya, secara aturan hal itu masih memungkinkan jika melihat kondisi saat ini.

“Masalah tingkatan dari madya ke paripurna memungkinkan saja. Tergantung dari hasil yang kita dapatkan dari penilaian surveyor. Jadi tidak masalah. Kalau ada lompatan, berarti kan ada perubahan perbaikan mutu pelayanan di puskesmas. dan itu sangat baik,” pungkasnya singkat. (sig)

Bidik Akreditasi Paripurna

SUNGAI RAYA–Tim Surveyor Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan RI mendatangi Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sungai Raya, Kamis (17/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Kedatangan Tim dalam rangka melakukan penilaian re-akreditasi terhadap Puskesmas Sungai Durian. Saat ini, Puskesmas Sungai Durian menyandang akreditasi madya.

Menanggapi penilaian re-akreditas tersebut, Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo merasa gembira dengan adanya penilaian re-akreditasi oleh tim surveyor Kementerian Kesehatan. Dengan begitu, hasil dari penilaian akan menjadi informasi bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Khususnya terkait capaian kinerja dari aparatur Puskesmas Sungai Durian. Selain itu, ia mengaku optimistis Puskesmas Sungai Durian mampu memenuhi kriteria-kriteria akreditasi yang dipersyaratkan.

“Untuk Puskesmas Sungai Durian, yang lalu kita sudah mendapatkan rekomendasi dan penilaian madya. Tentunya kita inginkan, dengan adanya peningkatan pelayanan, kondisi puskesmas, peralatan medis, dan seterusnya, mudah-mudahan bisa mendapatkan lompatan penilaian dari madya ke utama, atau bahkan langsung mencapai akreditasi paripurna,” tuturnya seusai menyambut kedatangan tim surveyor di Puskesmas Sungai Durian.

Dia menilai proses re-akreditasi bisa dijadikan sebagai barometer untuk mengetahui bagaimana kinerja pelayanan di puskesmas. Jika akreditasi meningkat, berarti ada peningkatan kinerja dan begitu juga sebaliknya. Sujiwo juga menyatakan keinginannya agar tim surveyor melakukan penilaian secara obyektif. Karena menurutnya, kondisi yang ideal adalah liniernya antara status akreditasi dengan mutu pelayanan yang ada. Terlebih bagi aparatur puskesmas, hal ini akan menjadi tantangan untuk bisa menunjukkan kinerja yang sesuai dengan tingkat akreditasi yang akan diterima.

Baca Juga :  Peringati HKN, Puskesmas Saigon Bagikan Masker

Sujiwo menyebut peningkatan status akreditasi akan memberikan motivasi khusus kepada aparatur puskesmas. Karena itu, jika Puskesmas Sungai Durian mampu meningkatkan akreditasi dari madya ke utama atau bahkan paripurna, maka hal itu harus diikuti dengan peningkatan kinerja pelayanan.

“Makanya kita meminta tim untuk melakukan penilaian secara obyektif. Karena penilaian ini, misalnya diberikan akreditasi paripurna, maka tentu kondisi pelayanan pun memang sudah mendukung untuk paripurna. Jadi kinerja pelayanan harus berbanding lurus linier dengan status yang diterima. Jadi, ketika nanti mendapatkan rekomendasi dan penilaian yang meningkat, harus diiringi juga dengan peningkatan kinerja pegawai yang ada di sini,” jelasnya.

Sampai saat ini, Sujiwo menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan atensi khusus pada pembangunan kesehatan. Karena kesehatan merupakan salah satu sektor pembangunan yang diamanahkan langsung oleh konstitusi. Kesehatan, sebutnya, merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang utama.

“Selain itu, dengan adanya penilaian re-akreditasi ini kita harapkan agar kedepan kondisi semua puskesmas dan pelayanannya di Kubu Raya betul-betul representatif,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan mengungkapkan sejak Puskesmas Sungai Durian mendapatkan akreditasi madya pada tiga tahun lalu, telah ada rekomendasi awal dari akreditasi ke re-akreditasi. Rekomendasi tersebut wajib untuk dilaksanakan oleh puskesmas. Berupa pendampingan dari Dinas Kesehatan kabupaten.

Baca Juga :  Puskesmas Rawat Jalan Buka Kembali

“Ini (re-akreditasi) sangat penting. terutama untuk mengetahui kekurangan-kekurangan, kelengkapan sarana prasarana, kemudian sumber daya manusia kesehatan, dan hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan. Karena yang namanya re-akreditasi ini kan meningkatkan mutu pelayanan yang ada di puskesmas,” timpalnya.

Berharap Puskesmas Sungai Durian mampu melakukan lompatan capaian re-akreditasi yang dilakukan kali ini. Dia pun mengungkapkan target dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kubu Raya untuk akreditasi yang dilakukan kali ini adalah tingkat akreditasi paripurna. “Mudah-mudahan dari madya bisa ada lompatan ke paripurna,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Sungai Durian, Yudi Paulian Heriwibowo menjelaskan prinsip akreditasi adalah mencatat apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dicatat. “Jadi itu sudah kegiatan rutin dari program puskesmas. Di mana harapannya apa yang sudah kita lakukan itu sesuai dengan standar maksimal dari Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas,” jelasnya.

Meski sebelumnya menyandang akreditasi madya, Yudi mengaku optimistis Puskesmas Sungai Durian mampu melompati akreditasi utama dan mencapai akreditasi paripurna. Menurutnya, secara aturan hal itu masih memungkinkan jika melihat kondisi saat ini.

“Masalah tingkatan dari madya ke paripurna memungkinkan saja. Tergantung dari hasil yang kita dapatkan dari penilaian surveyor. Jadi tidak masalah. Kalau ada lompatan, berarti kan ada perubahan perbaikan mutu pelayanan di puskesmas. dan itu sangat baik,” pungkasnya singkat. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/