alexametrics
25.6 C
Pontianak
Sunday, May 22, 2022

Mahasiswa Duduki Kantor DPRD Sintang

SINTANG – Mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (Asap) seketika menerobos masuk ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Sintang, Selasa (19/11).

Kedatangan demonstran ini terkait dengan tuntutan agar wakil rakyat menerima dan menampung aspirasi mereka terkait enam terdakwa karhutla yang saat ini sedang  berproses hukum.

Ratusan masa ini mencoba menghentikan jalannya Rapat Paripurna ke – 14 masa persidangan III Tahun 2019  dalam rangka tanggapan/jawaban Bupati Sintang atas Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Kabupaten Sintang Tahun 2020.

Namun, ketika demonstran menyampaikan aspirasi. Teriakan aksi massa sempat menghentikan jalannya sidang paripurna. Dimana Wakil Bupati Sintang, Askiman sedang membacakan tanggapan/jawaban Bupati Sintang atas Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Kabupaten Sintang tahun 2020.
Wakil Bupati Sintang, Askiman meminta masa untuk tenang dan memberikan waktu kurang lebih 10 menit untuk melanjutkan jalannya sidang paripurna tersebut.

Baca Juga :  Dapati 3 Pengunjung Positif Antigen

“Tolong tenang. Berikan kami waktu 10 menit, setelah itu kami akan menerima aspirasi yang akan disampaikan,” ucap Askiman kepada massa.

Sementara itu, Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny juga memohon agar massa untuk tenang, karena saat ini sedang berjalannya rapat paripurna.

“Harap tenang. Kami sedang rapat, biarkan rapat ini selesai. Setelah itu apa yang menjadi apsirasi dan tuntutan akan kami terima,” pungkasnya.

Setelah diberikan masukan dan saran oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sintang, ratusan masa  akhirnya menerima dan berusaha tenang hingga rapat paripurna selesai dilaksanakan. (fds)

SINTANG – Mahasiswa dan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Solidaritas Anak Peladang (Asap) seketika menerobos masuk ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Sintang, Selasa (19/11).

Kedatangan demonstran ini terkait dengan tuntutan agar wakil rakyat menerima dan menampung aspirasi mereka terkait enam terdakwa karhutla yang saat ini sedang  berproses hukum.

Ratusan masa ini mencoba menghentikan jalannya Rapat Paripurna ke – 14 masa persidangan III Tahun 2019  dalam rangka tanggapan/jawaban Bupati Sintang atas Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Kabupaten Sintang Tahun 2020.

Namun, ketika demonstran menyampaikan aspirasi. Teriakan aksi massa sempat menghentikan jalannya sidang paripurna. Dimana Wakil Bupati Sintang, Askiman sedang membacakan tanggapan/jawaban Bupati Sintang atas Nota Keuangan dan Raperda tentang APBD Kabupaten Sintang tahun 2020.
Wakil Bupati Sintang, Askiman meminta masa untuk tenang dan memberikan waktu kurang lebih 10 menit untuk melanjutkan jalannya sidang paripurna tersebut.

Baca Juga :  12 Unit Ruko Ludes, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

“Tolong tenang. Berikan kami waktu 10 menit, setelah itu kami akan menerima aspirasi yang akan disampaikan,” ucap Askiman kepada massa.

Sementara itu, Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny juga memohon agar massa untuk tenang, karena saat ini sedang berjalannya rapat paripurna.

“Harap tenang. Kami sedang rapat, biarkan rapat ini selesai. Setelah itu apa yang menjadi apsirasi dan tuntutan akan kami terima,” pungkasnya.

Setelah diberikan masukan dan saran oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sintang, ratusan masa  akhirnya menerima dan berusaha tenang hingga rapat paripurna selesai dilaksanakan. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/