alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Gunakan 3R untuk Restorasi Gambut

KETAPANG – Bupati Ketapang yang diwakili Staf Ahli Bupati, Edy Junaidi, membuka kegiatan sosialisasi dan diskusi tentang gambut serta bimbingan teknis pembangunan sumur bor dan sekat kanal di Yayasan Inisiasi Alam rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada Selasa (19/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan publik secara umum terhadap upaya penyelamatan gambut.

Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut, Deputi Bidang Kontruksi Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Permukiman dan Lingkungan, Direktur Yayasan Inisiasi Alam rehabilitasi Indonesia (YIARI), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung.

Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama antara Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Kegiatan ini patut diapresiasi, bahwa Badan Restorasi Gambut (BRG) dibentuk dengan dan melakukan percepatan pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut akibat kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh.

Baca Juga :  Pemenang Lomba Karya Ilmiah akan Ikuti PIRN di Temanggung

Sosialisasi dan edukasi restorasi gambut ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dan publik secara umum terhadap upaya penyelamatan gambut. Oleh sebab itu, maka sejumlah media, komunikasi dan edukasi penting disiapkan. Selain fungsi sosialisasi dan edukasi restorasi gambut, BRG memiliki fungsi pelaksanaan konstruksi infrastruktur pembasahan (rewetting) gambut dan segala kelengkapannya.

Dalam pelaksanaan restorasi gambut, BRG menggunakan tiga pendekatan pokok yaitu, Pembasahan Kembali Gambut (peat rewetting), Revegetasi (revegetation), dan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian (revitalization of local livelihoods). Ketiga Pendekatan ini lebih kenal sebagai pendekatan 3R. “Kegiatan pembasahan gambut (peat rewetting) dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat kanal (canal blocking), penimbunan kanal (canal backfilling) dan sumur bor (deep wells),” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini diharapkan mampu menyatukan para pihak dari tingkat pusat hingga kelompok masyarakat dan memberikan gambaran utuh secara teknis kepada calon pelaksana terkait tata cara pembangunan IPG sumur bor dan sekat kanal dari awal dilaksanakan hingga selesai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Dari kegiatan ini diharapkan partisipasi seluruh pihak dalam mensukseskan kegiatan restorasi gambut demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat daerah setempat.

Baca Juga :  Mengenang Pendiri Sinar Mas Group

“Saya juga harapkan dukungan dari semua pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Polres, Kodim, YIARI, Camat, Kepala Desa dan pihak-pihak terkait untuk menyokong dan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan BRG dan YIARI sebagai bentuk aspirasi dan terima kasih untuk aksi merestorasi di daerah kita ini,” harapnya.

“Saya juga berharap kepada para peserta pelatihan, kita sama-sama memahami pentingnya restorasi gambut dan langkahnya, maka bencana alam, kebakaran hutan dan Iahan di daerah kita masing-masing mampu dicegah dinii sekaligus dapat melestarikan fungsi dan potensi gambut Kabupaten Ketapang,” pungkasnya. (ser)

KETAPANG – Bupati Ketapang yang diwakili Staf Ahli Bupati, Edy Junaidi, membuka kegiatan sosialisasi dan diskusi tentang gambut serta bimbingan teknis pembangunan sumur bor dan sekat kanal di Yayasan Inisiasi Alam rehabilitasi Indonesia (YIARI) pada Selasa (19/11). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan publik secara umum terhadap upaya penyelamatan gambut.

Kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut, Deputi Bidang Kontruksi Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Permukiman dan Lingkungan, Direktur Yayasan Inisiasi Alam rehabilitasi Indonesia (YIARI), Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung.

Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama antara Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Kegiatan ini patut diapresiasi, bahwa Badan Restorasi Gambut (BRG) dibentuk dengan dan melakukan percepatan pemulihan dan pengembalian fungsi hidrologis gambut akibat kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh.

Baca Juga :  Mengenang Pendiri Sinar Mas Group

Sosialisasi dan edukasi restorasi gambut ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dan publik secara umum terhadap upaya penyelamatan gambut. Oleh sebab itu, maka sejumlah media, komunikasi dan edukasi penting disiapkan. Selain fungsi sosialisasi dan edukasi restorasi gambut, BRG memiliki fungsi pelaksanaan konstruksi infrastruktur pembasahan (rewetting) gambut dan segala kelengkapannya.

Dalam pelaksanaan restorasi gambut, BRG menggunakan tiga pendekatan pokok yaitu, Pembasahan Kembali Gambut (peat rewetting), Revegetasi (revegetation), dan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian (revitalization of local livelihoods). Ketiga Pendekatan ini lebih kenal sebagai pendekatan 3R. “Kegiatan pembasahan gambut (peat rewetting) dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat kanal (canal blocking), penimbunan kanal (canal backfilling) dan sumur bor (deep wells),” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini diharapkan mampu menyatukan para pihak dari tingkat pusat hingga kelompok masyarakat dan memberikan gambaran utuh secara teknis kepada calon pelaksana terkait tata cara pembangunan IPG sumur bor dan sekat kanal dari awal dilaksanakan hingga selesai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Dari kegiatan ini diharapkan partisipasi seluruh pihak dalam mensukseskan kegiatan restorasi gambut demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat daerah setempat.

Baca Juga :  Demi Jaga Stamina, Cabup Junaidi Minum Jamu di Pasar Tradisional

“Saya juga harapkan dukungan dari semua pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Polres, Kodim, YIARI, Camat, Kepala Desa dan pihak-pihak terkait untuk menyokong dan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan BRG dan YIARI sebagai bentuk aspirasi dan terima kasih untuk aksi merestorasi di daerah kita ini,” harapnya.

“Saya juga berharap kepada para peserta pelatihan, kita sama-sama memahami pentingnya restorasi gambut dan langkahnya, maka bencana alam, kebakaran hutan dan Iahan di daerah kita masing-masing mampu dicegah dinii sekaligus dapat melestarikan fungsi dan potensi gambut Kabupaten Ketapang,” pungkasnya. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/