alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Air Bersih dan Asap Kian Mengganggu Aktifitas Warga

ISPA Kabupaten Sambas Menyentuh Seribu Lebih Kasus

Selain dikepung asap sejumlah warga saat ini, mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan mencuci maupun mandi. Yayasan Fogoromas Jakarta bekerjasama dengan BPK Swasta Sambas mendistribusikan 25 ribu liter air bersih ke tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Sambas, Sebawi dan Teluk Keramat.

Achmad Fahrozy, SAMBAS

MOMOK saat kemarau. Kabut asap. Bahkan, hingga hari ini masih mengepung wilayah Kabupaten Sambas. Jika siang agak berkurang pekatnya, tetapi tidak memasuki malam hingga pagi hari. Tak berkurang, asap makin kuat dan tebal.

Seperti Jumat (20/9) kemarin. Asap semakin pekat hasil kebakaran lahan di beberapa wilayah membuat dada sesak. Kayaknya, masker yang dibagikan secara gratis di pinggir jalan, tak membuat warga bisa terhindar dari menghirup udara bercampur asap.

Baca Juga :  Pilkada Sambas; Politisi, Birokrat dan Pengusaha Lawan Berat Petahana

Akibatnya, banyak warga, khususnya yang sudah berumur dan para balita terserangkan Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Bahkan, berdasarkan data harian ISPA Tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. Akibat cuaca panas, hujan tak kunjung turun yang memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kabut asap. Hingga minggu ke 37 atau antara 8-14 September 2019, kasus ISPA yang ditangani sudah menyentuh angka 1150 kasus.

“Kalau per minggu ke 37, kasus makin naik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr H Fatah Maryunani. Bahkan jumlah tersebut, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan minggu ke 36, dengan kasus ISPA sebanyak 846.

Selain ISPA, sejumlah warga saat ini, mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan mencuci maupun mandi. Hal ini menjadi perhatian sejumlah piihak, diantaranya Yayasan Fogoromas Jakarta bekerjasama dengan BPK Swasta Sambas mendistribusikan 25 ribu liter air bersih ke 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sambas diantaranya di Dusun Jaur

Baca Juga :  Empat Kandidat Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua KNPI Singkawang

Kartiasa. Kemudian di Kecamatan Sebawi diantaranya di Sebatuk, dan KEcamatan Teluk Keramat diantaranya di Kubung.

Hujan menjadi hal yang sangat diharapkan, dengan harapan bisa mengurangi karhutla. Sehingga Pemkab Sambas mengajak kepada kepala dinas, badan, kantor instansi di Kabupaten Sambas, Camat se Kabupaten Sambas dan Ketua Ormas Islam se Kabupaten Sambas untuk melaksanakan Salat Istisqa, yang rencanakan digelar pada Senin (23/9) di masjid Babul Janah Sambas. Dimana akan bertindak selaku imam dan khatib Dr Adnan Mahdi MSI. Ajakan ini juga dilakukan MUI Kabupaten Sambas, untuk melaksanakan salat minta hujan.(*)

ISPA Kabupaten Sambas Menyentuh Seribu Lebih Kasus

Selain dikepung asap sejumlah warga saat ini, mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan mencuci maupun mandi. Yayasan Fogoromas Jakarta bekerjasama dengan BPK Swasta Sambas mendistribusikan 25 ribu liter air bersih ke tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Sambas, Sebawi dan Teluk Keramat.

Achmad Fahrozy, SAMBAS

MOMOK saat kemarau. Kabut asap. Bahkan, hingga hari ini masih mengepung wilayah Kabupaten Sambas. Jika siang agak berkurang pekatnya, tetapi tidak memasuki malam hingga pagi hari. Tak berkurang, asap makin kuat dan tebal.

Seperti Jumat (20/9) kemarin. Asap semakin pekat hasil kebakaran lahan di beberapa wilayah membuat dada sesak. Kayaknya, masker yang dibagikan secara gratis di pinggir jalan, tak membuat warga bisa terhindar dari menghirup udara bercampur asap.

Baca Juga :  Usai Dilantik, Langsung Turun Ke Lapangan Cegah Covid-19

Akibatnya, banyak warga, khususnya yang sudah berumur dan para balita terserangkan Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Bahkan, berdasarkan data harian ISPA Tahun 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. Akibat cuaca panas, hujan tak kunjung turun yang memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kabut asap. Hingga minggu ke 37 atau antara 8-14 September 2019, kasus ISPA yang ditangani sudah menyentuh angka 1150 kasus.

“Kalau per minggu ke 37, kasus makin naik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr H Fatah Maryunani. Bahkan jumlah tersebut, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan minggu ke 36, dengan kasus ISPA sebanyak 846.

Selain ISPA, sejumlah warga saat ini, mulai kesulitan mendapatkan air untuk keperluan mencuci maupun mandi. Hal ini menjadi perhatian sejumlah piihak, diantaranya Yayasan Fogoromas Jakarta bekerjasama dengan BPK Swasta Sambas mendistribusikan 25 ribu liter air bersih ke 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sambas diantaranya di Dusun Jaur

Baca Juga :  Gereja Disemprot Disinfektan

Kartiasa. Kemudian di Kecamatan Sebawi diantaranya di Sebatuk, dan KEcamatan Teluk Keramat diantaranya di Kubung.

Hujan menjadi hal yang sangat diharapkan, dengan harapan bisa mengurangi karhutla. Sehingga Pemkab Sambas mengajak kepada kepala dinas, badan, kantor instansi di Kabupaten Sambas, Camat se Kabupaten Sambas dan Ketua Ormas Islam se Kabupaten Sambas untuk melaksanakan Salat Istisqa, yang rencanakan digelar pada Senin (23/9) di masjid Babul Janah Sambas. Dimana akan bertindak selaku imam dan khatib Dr Adnan Mahdi MSI. Ajakan ini juga dilakukan MUI Kabupaten Sambas, untuk melaksanakan salat minta hujan.(*)

Most Read

Durian Banjiri Pontianak

Harga Karet Kalbar Sulit Naik

Agen Penyalur Diburu

Artikel Terbaru

/