alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Usai Direnovasi, Gereja di Serawai Diresmikan

SINTANG – Ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di Gereja Katolik St. Montfort yang terletak di Kecamatan Serawai, akhirnya  gereka ini diresmikan bersama dengan Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, O.F.M, Cap, kemarin. Bupati Sintang, Jarot Winarno pada kesempatan ini mengatakan bahwa Pemkab Sintang mendukung sepenuhnya kegiatan keagamaan di Kabupaten Sintang.

Karena, lanjut Jarot hal ini sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang yaitu mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera yang ditopang dengan tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih. “Pada poin religius, tentunya Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan dukungan yang sebesar-besarnya terhadap kegiatan keagamaan, salah satunya seperti peresmian pembangunan rumah ibadah Gereja St. Montfort Serawai ini,” kata Jarot.

Jarot juga mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan tanpa keimanan tidak akan menjadi apa-apa. “Kalaulah ada ilmu pengetahuan tanpa dikawal dengan keimanan dan ketaqwaan maka tidak akan menghasilkan apa-apa, karena Pemkab ingin anak-anak di gereja ini dapat menjadi anak yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cabai Tembus Rp 95.000 per Kilogram

Masih kata Bupati Sintang, Jarot menilai lokasi Gereja St. Montfort Serawai ini memiliki suasana alam yang sejuk dan asri.  “Kita berbahagia hari ini, gereja ini diresmikan setelah direnovasi, jadi dari beberapa paroki yang pernah saya kunjungi, paroki ini paling enak, tempatnya hijau, memiliki suasana alam yang begitu alami,” ujar Jarot.

Sementara itu Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, O.F.M, Cap, menilai bahwa Pemerintah membangun masyarakat secara holistik, utuh dan menyeluruh. “Gereja itu memperhatikan kejiwaan umat dalam arti rohaninya, sementara Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan dalam arti jasmaninya fisiknya, sehingga membangun itu bukan hanya manusia rohaninya saja tetapi juga manusia secara jasmani juga dibangun,” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Prioritas Peningkatan Pendidikan  

Menurut Uskup, bahwa dengan kegiatan seremonial ini menunjukkan bahwa adanya jiwa gotong royong masyarakat Indonesia. Terutama dalam membangun kemanusiaan itu harus memiliki nilai gotong royong, salah satunya dalam kegiatan seremonial ini selalu menampilkan semangat kegotong-royongan sebagai masyarakat Indonesia.  “Terima kasih kepada Pemerintah yang telah turut andil dalam membangun masyarakat Katolik, yang bersesuaian dengan keimanan orang Katolik, sehingga dengan terbangunnya gereja ini bukan hanya kekuatan orang Katolik saja, tetapi didukung oleh berbagai pihak, salah satunya ialah Pemerintah Kabupaten Sintang,” ucap Uskup Sintang.  Kemudian, Ketua Panitia Pembangunan, Ngawan menjelaskan bahwa peresmian Gereja St. Montfort Serawai ini merupakan bangunan renovasi. “Jadi bangunan ini merupakan bangunan hasil renovasi, yang sejak tahun 80-an sudah berdiri disini, dan inilah bangunan yang sudah direnovasi karena dahulu kurang memadai,” jelas Ngawan. (fds)

SINTANG – Ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno di Gereja Katolik St. Montfort yang terletak di Kecamatan Serawai, akhirnya  gereka ini diresmikan bersama dengan Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, O.F.M, Cap, kemarin. Bupati Sintang, Jarot Winarno pada kesempatan ini mengatakan bahwa Pemkab Sintang mendukung sepenuhnya kegiatan keagamaan di Kabupaten Sintang.

Karena, lanjut Jarot hal ini sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Sintang yaitu mewujudkan masyarakat Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera yang ditopang dengan tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih. “Pada poin religius, tentunya Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan dukungan yang sebesar-besarnya terhadap kegiatan keagamaan, salah satunya seperti peresmian pembangunan rumah ibadah Gereja St. Montfort Serawai ini,” kata Jarot.

Jarot juga mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan tanpa keimanan tidak akan menjadi apa-apa. “Kalaulah ada ilmu pengetahuan tanpa dikawal dengan keimanan dan ketaqwaan maka tidak akan menghasilkan apa-apa, karena Pemkab ingin anak-anak di gereja ini dapat menjadi anak yang cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual,” ungkapnya.

Baca Juga :  Desa di Kubu Raya Terapkan Transaksi Non Tunai

Masih kata Bupati Sintang, Jarot menilai lokasi Gereja St. Montfort Serawai ini memiliki suasana alam yang sejuk dan asri.  “Kita berbahagia hari ini, gereja ini diresmikan setelah direnovasi, jadi dari beberapa paroki yang pernah saya kunjungi, paroki ini paling enak, tempatnya hijau, memiliki suasana alam yang begitu alami,” ujar Jarot.

Sementara itu Uskup Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, O.F.M, Cap, menilai bahwa Pemerintah membangun masyarakat secara holistik, utuh dan menyeluruh. “Gereja itu memperhatikan kejiwaan umat dalam arti rohaninya, sementara Pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan dalam arti jasmaninya fisiknya, sehingga membangun itu bukan hanya manusia rohaninya saja tetapi juga manusia secara jasmani juga dibangun,” ujarnya.

Baca Juga :  Usut Korupsi Masjid Melawi

Menurut Uskup, bahwa dengan kegiatan seremonial ini menunjukkan bahwa adanya jiwa gotong royong masyarakat Indonesia. Terutama dalam membangun kemanusiaan itu harus memiliki nilai gotong royong, salah satunya dalam kegiatan seremonial ini selalu menampilkan semangat kegotong-royongan sebagai masyarakat Indonesia.  “Terima kasih kepada Pemerintah yang telah turut andil dalam membangun masyarakat Katolik, yang bersesuaian dengan keimanan orang Katolik, sehingga dengan terbangunnya gereja ini bukan hanya kekuatan orang Katolik saja, tetapi didukung oleh berbagai pihak, salah satunya ialah Pemerintah Kabupaten Sintang,” ucap Uskup Sintang.  Kemudian, Ketua Panitia Pembangunan, Ngawan menjelaskan bahwa peresmian Gereja St. Montfort Serawai ini merupakan bangunan renovasi. “Jadi bangunan ini merupakan bangunan hasil renovasi, yang sejak tahun 80-an sudah berdiri disini, dan inilah bangunan yang sudah direnovasi karena dahulu kurang memadai,” jelas Ngawan. (fds)

Most Read

Artikel Terbaru

/