alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

BPBD Imbau Masyarakat Siaga Banjir

Lakukan 10 Langkah Penting

MEMPAWAH– Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2019 ini, BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mewaspadai potensi bencana banjir. Petugas telah melakukan pemetaan 35 desa rawan banjir di daerah itu. Masyarakat pun dihimbau untuk siaga dan meningkatkan kehati-hatian.

Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, H Hermansyah memaparkan, 35 desa rawan banjir di Kabupaten Mempawah tersebar di 8 kecamatan. Yakni, Mempawah Hilir terdapat ada 4 desa, Mempawah Timur 5 desa, Sungai Pinyuh 4 desa, Segedong 3 desa, Jongkat 3 desa, Toho 3 desa, Sadaniang 3 desa dan Sungai Kunyit ada 9 desa. Hanya Kecamatan Anjongan yang bebas banjir.

“Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah-wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan. Terlebih bagi masyarakat yang belum berpengalaman menghadapi musibah banjir,” kata Hermansyah, kemarin siang.
Hermansyah menilai, ada 10 hal yang harus dicermati masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir dilingkungannya. Dengan memperhatikan 10 hal ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi resiko ancaman banjir dilingkungannya.

Baca Juga :  Pemkot Siap Lanjutkan Program Mak Lurah

“Pertama, sebisa mungkin selalu mengupdate informasi terkait curah hujan dan ketinggian air baik melalui siaran televisi, radio, media cetak maupun melihat langsung kondisi air di lingkungannya,” sebut Hermansyah.
Selanjutnya, ungkap dia, mempersiapkan perangkat dan peralatan keselamatan dalam menghadapi banjir. Misalnya, radio, baterai, senter, korek api, lilin, selimut, jas hujan hingga ban karet. Sehingga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan peralatan ini sudah tersedia dan siap pakai.

“Ketiga, aman-aman barang yang ada di dalam rumah ke tempat yang lebih tinggi. Keempat, siapkan bahan makanan siap saji seperti mie instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih yang cukup,” sarannya.

Masih menurut Hermansyah, masyarakat juga disarankan agar mempersiapkan perlengkapan obat-obatan. Terutama untuk mengatasi penyakit ringan yang disebabkan rendaman banjir seperti, oralit, anti diare, influenza dan obat lainnya.

Baca Juga :  Masjid Agung Oesman Al-Khair Raih Runner Up

“Berikutnya, amankan dokumen penting seperti ijazah, dokumen kependudukan maupun benda berharga lainnya yang ada di dalam rumah. Pastikan, dokumen-dokumen ini disimpan di tempat yang aman dari jangkauan banjir,” ucapnya.

Ketujuh, sambung Hermansyah, jika ketinggian air mencapai rumah maka matikan aliran listrik dan hubungi petugas PLN agar memadamkan listrik di wilayah bencana. Para korban bencana juga disarankan agar segera mengevakuasi diri sebelum wilayah tersebut terisolasi banjir yang semakin meningi.

“Sembilan, hindari berjalan kaki di dekat saluran air agar tidak terseret arus. Dan jika kondisi banjir semakin tinggi secepatnya menghubungi petugas desa, kelurahan maupun kecamatan agar segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mempawah,” tukasnya.(wah)

Lakukan 10 Langkah Penting

MEMPAWAH– Memasuki musim hujan di penghujung tahun 2019 ini, BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mewaspadai potensi bencana banjir. Petugas telah melakukan pemetaan 35 desa rawan banjir di daerah itu. Masyarakat pun dihimbau untuk siaga dan meningkatkan kehati-hatian.

Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, H Hermansyah memaparkan, 35 desa rawan banjir di Kabupaten Mempawah tersebar di 8 kecamatan. Yakni, Mempawah Hilir terdapat ada 4 desa, Mempawah Timur 5 desa, Sungai Pinyuh 4 desa, Segedong 3 desa, Jongkat 3 desa, Toho 3 desa, Sadaniang 3 desa dan Sungai Kunyit ada 9 desa. Hanya Kecamatan Anjongan yang bebas banjir.

“Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah-wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan. Terlebih bagi masyarakat yang belum berpengalaman menghadapi musibah banjir,” kata Hermansyah, kemarin siang.
Hermansyah menilai, ada 10 hal yang harus dicermati masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir dilingkungannya. Dengan memperhatikan 10 hal ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi resiko ancaman banjir dilingkungannya.

Baca Juga :  Bupati Terima Bantuan 15 Unit Alat Cuci Tangan dari BUMN

“Pertama, sebisa mungkin selalu mengupdate informasi terkait curah hujan dan ketinggian air baik melalui siaran televisi, radio, media cetak maupun melihat langsung kondisi air di lingkungannya,” sebut Hermansyah.
Selanjutnya, ungkap dia, mempersiapkan perangkat dan peralatan keselamatan dalam menghadapi banjir. Misalnya, radio, baterai, senter, korek api, lilin, selimut, jas hujan hingga ban karet. Sehingga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan peralatan ini sudah tersedia dan siap pakai.

“Ketiga, aman-aman barang yang ada di dalam rumah ke tempat yang lebih tinggi. Keempat, siapkan bahan makanan siap saji seperti mie instan, ikan asin, beras, makanan bayi, gula, kopi, teh dan persediaan air bersih yang cukup,” sarannya.

Masih menurut Hermansyah, masyarakat juga disarankan agar mempersiapkan perlengkapan obat-obatan. Terutama untuk mengatasi penyakit ringan yang disebabkan rendaman banjir seperti, oralit, anti diare, influenza dan obat lainnya.

Baca Juga :  Praktik Pungli Bansos Lansia

“Berikutnya, amankan dokumen penting seperti ijazah, dokumen kependudukan maupun benda berharga lainnya yang ada di dalam rumah. Pastikan, dokumen-dokumen ini disimpan di tempat yang aman dari jangkauan banjir,” ucapnya.

Ketujuh, sambung Hermansyah, jika ketinggian air mencapai rumah maka matikan aliran listrik dan hubungi petugas PLN agar memadamkan listrik di wilayah bencana. Para korban bencana juga disarankan agar segera mengevakuasi diri sebelum wilayah tersebut terisolasi banjir yang semakin meningi.

“Sembilan, hindari berjalan kaki di dekat saluran air agar tidak terseret arus. Dan jika kondisi banjir semakin tinggi secepatnya menghubungi petugas desa, kelurahan maupun kecamatan agar segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mempawah,” tukasnya.(wah)

Most Read

Artikel Terbaru

/