alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Bupati Tinjau Desa Teluk Kapuas, Siapkan Solusi Dampak Air Pasang

SUNGAI RAYA – Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kubu Raya dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir berdampak pada terjadinya genangan air di sejumlah dataran rendah. Dari beberapa yang terdampak, pemukiman warga di Parit Cabang Kiri, Dusun Teluk Permai, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya menjadi wilayah yang cukup parah kondisinya. Mengingat akibat dari pasangnya air menggenangi beberapa rumah warga, bahkan merendam lahan milik masyarakat yang notabene dijadikan sebagai mata pencaharian untuk bertani.

Merespons hal itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan telah melakukan peninjauan di lokasi, pada Sabtu (19/10) kemarin. Di tengah turunnya hujan dengan intensitas deras sekitar pukul 14.30 WIB, Bupati Muda datang untuk meninjau lokasi dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi serta apa yang menjadi keluhan masyarakat.

Dalam kunjungannya tersebut, Muda turut menjelaskan kepada warga terkait fenomena air pasang yang kerap merendam Desa Teluk Kapuas jika musim penghujan tiba. Terlebih, kata dia, lokasi tersebut merupakan dataran rendah sehingga potensi untuk terdampak air pasang ketika hujan turun semakin besar.

“Kondisi ini memang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan laporan dari warga. Kita sudah pantau, dan memang wilayah ini sangat rendah. Dan sejak dulu, setiap kali musim penghujan wilayah ini menjadi langganan tergenang air,” ujar Muda disela-sela kunjungannya tersebut.

Muda menyatakan, pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi kejadian yang kerap jadi persoalan di tengah masyarakat tersebut. Ia mengungkapkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kubu Raya telah dikerahkan dan diketahui sudah beberapa kali mendatangi sejumlah lokasi yang mengalami pasang air.

Selain itu, Muda juga menjelaskan terkait air pasang ini tidak saja melanda di Parit Cabang Kiri, tapi juga di Parit Derabak, Parit Bugis dan Parit Sembin di Kecamatan Sungai Raya. Berdasarkan survei lapangan, dia menyebut telah didapat alternatif solusi, yakni melakukan penggalian saluran untuk mengalirkan air ke saluran lainnya.

Baca Juga :  Validasi Data PBI BPJS

“Minimal pasang air bisa lebih cepat surut karena terurai ke saluran lainnya,” terangnya.

Melihat pemukiman warga yang tergenang air mencapai 20 centimeter, Muda mengungkapkan pemerintah daerah juga sudah mengambil langkah melalui program bedah rumah. Di mana akan dilakukan peninggian lantai rumah warga. Menurutnya, Langkah taktis ini sangat penting guna meminimalkan risiko bahaya yang mungkin terjadi ke depannya.

“Karena setiap musibah air pasang ini, yang perlu kita hindari adanya arus pendek listrik yang membahayakan warga. Selain itu juga mengantisipasi binatang berbahaya yang sewaktu-waktu bisa saja masuk ke rumah warga, seperti ular dan sebagainya,” terangnya.

Muda menjelaskan, pada program peninggian lantai rumah warga, pemerintah daerah juga akan menyiapkan material bangunan. Sementara untuk pengerjaan, nantinya akan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat.

“Kita sudah memerintahkan kepada pihak desa setempat untuk segera mendata dengan mengumpulkan kartu keluarga,”sebutnya.

Lebih jauh terkait penanganan pasang musiman di sejumlah titik khususnya di Kecamatan Sungai Raya, Muda memastikan di tahun 2020 mendatang anggaran untuk itu telah tersedia. Ia menjelaskan, penanganan tidak bisa serta merta dikerjakan saat ini. Hal itu mengingat tahun anggaran yang sudah berjalan. Menurutnya, proses pembangunan daerah tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Maka ini akan kita tangani pada tahun 2020. Tidak bisa dikerjakan sekarang karena harus mengikuti mekanisme dan mesti berproses sesuai prosedur dan tidak boleh melanggar aturan hukum,” sambungnya.

Disisi lain, menyikapi kondisi air pasang yang terjadi, Muda juga berpesan kepada para orang tua agar terus memantau aktivitas anak-anak. Terlebih untuk area dengan genangan air yang tinggi hingga memantau kesehatan anak di tengah-tengah musim penghujan seperti ini. “Semoga anak-anak di sekitar area pasang air dipantau dan tetap terjaga kesehatannya,” harapnya.

Baca Juga :  Berangkatkan 84 Personel Apter ke Indonesia Timur

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua RT 06 RW 01 Parit Cabang Kiri Dusun Teluk Permai Desa Teluk Kapuas, Sayuti kembali menceritakan di hadapan Bupati terkait air pasang yang menggenangi rumah warga terjadi sejak Kamis (17/10) malam. Saat itu, kata dia, hujan deras berlangsung dari Kamis malam dan terus berlanjut hingga Jumat pagi. Kondisi itu yang menurutnya mengakibatkan rumah warga tergenang air pasang.

“Air pasang yang menggenangi pemukimanan warga ini sudah ketiga kalinya terjadi sejak bulan Oktober ini. Sampai saat ini, terdapat 25 rumah yang tergenang air pasang dan 6 kepala keluarga yang mengungsi, bertambah satu dari yang sebelumnya berjumlah lima kk. Selain Desa Teluk Kapuas, Desa Parit Baru juga terdampak terjadinya air pasang ini, karena Dusun kita bersebelahan dengan Desa Parit Baru,” ungkapnya.

Menanggapi kehadiran Bupati yang meninjau langsung, Sayuti turut berterima kasih kepada Bupati Muda Mahendrawan. Ia juga membenarkan adanya perintah dari pemerintah daerah yang menginstruksikan kepada pihak desa untuk mendata warga yang kediamannya terendam air. Pendataan dilakukan terkait rencana peninggian lantai rumah warga.

“Alhamdulillah, Pak Bupati Muda sudah merespons kondisi ini dengan memerintahkan pihak desa untuk secepatnya mendata perumahan warga yang tergenang air pasang. Sehingga nantinya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah berupa peninggian lantai rumah. Atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tutupnya. (sig)

SUNGAI RAYA – Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Kubu Raya dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir berdampak pada terjadinya genangan air di sejumlah dataran rendah. Dari beberapa yang terdampak, pemukiman warga di Parit Cabang Kiri, Dusun Teluk Permai, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya menjadi wilayah yang cukup parah kondisinya. Mengingat akibat dari pasangnya air menggenangi beberapa rumah warga, bahkan merendam lahan milik masyarakat yang notabene dijadikan sebagai mata pencaharian untuk bertani.

Merespons hal itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan telah melakukan peninjauan di lokasi, pada Sabtu (19/10) kemarin. Di tengah turunnya hujan dengan intensitas deras sekitar pukul 14.30 WIB, Bupati Muda datang untuk meninjau lokasi dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi serta apa yang menjadi keluhan masyarakat.

Dalam kunjungannya tersebut, Muda turut menjelaskan kepada warga terkait fenomena air pasang yang kerap merendam Desa Teluk Kapuas jika musim penghujan tiba. Terlebih, kata dia, lokasi tersebut merupakan dataran rendah sehingga potensi untuk terdampak air pasang ketika hujan turun semakin besar.

“Kondisi ini memang sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan laporan dari warga. Kita sudah pantau, dan memang wilayah ini sangat rendah. Dan sejak dulu, setiap kali musim penghujan wilayah ini menjadi langganan tergenang air,” ujar Muda disela-sela kunjungannya tersebut.

Muda menyatakan, pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi kejadian yang kerap jadi persoalan di tengah masyarakat tersebut. Ia mengungkapkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kubu Raya telah dikerahkan dan diketahui sudah beberapa kali mendatangi sejumlah lokasi yang mengalami pasang air.

Selain itu, Muda juga menjelaskan terkait air pasang ini tidak saja melanda di Parit Cabang Kiri, tapi juga di Parit Derabak, Parit Bugis dan Parit Sembin di Kecamatan Sungai Raya. Berdasarkan survei lapangan, dia menyebut telah didapat alternatif solusi, yakni melakukan penggalian saluran untuk mengalirkan air ke saluran lainnya.

Baca Juga :  Dinas PPPA Kalbar Gelar Seminar Mendidik Generasi Z di Kubu Raya

“Minimal pasang air bisa lebih cepat surut karena terurai ke saluran lainnya,” terangnya.

Melihat pemukiman warga yang tergenang air mencapai 20 centimeter, Muda mengungkapkan pemerintah daerah juga sudah mengambil langkah melalui program bedah rumah. Di mana akan dilakukan peninggian lantai rumah warga. Menurutnya, Langkah taktis ini sangat penting guna meminimalkan risiko bahaya yang mungkin terjadi ke depannya.

“Karena setiap musibah air pasang ini, yang perlu kita hindari adanya arus pendek listrik yang membahayakan warga. Selain itu juga mengantisipasi binatang berbahaya yang sewaktu-waktu bisa saja masuk ke rumah warga, seperti ular dan sebagainya,” terangnya.

Muda menjelaskan, pada program peninggian lantai rumah warga, pemerintah daerah juga akan menyiapkan material bangunan. Sementara untuk pengerjaan, nantinya akan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat.

“Kita sudah memerintahkan kepada pihak desa setempat untuk segera mendata dengan mengumpulkan kartu keluarga,”sebutnya.

Lebih jauh terkait penanganan pasang musiman di sejumlah titik khususnya di Kecamatan Sungai Raya, Muda memastikan di tahun 2020 mendatang anggaran untuk itu telah tersedia. Ia menjelaskan, penanganan tidak bisa serta merta dikerjakan saat ini. Hal itu mengingat tahun anggaran yang sudah berjalan. Menurutnya, proses pembangunan daerah tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Maka ini akan kita tangani pada tahun 2020. Tidak bisa dikerjakan sekarang karena harus mengikuti mekanisme dan mesti berproses sesuai prosedur dan tidak boleh melanggar aturan hukum,” sambungnya.

Disisi lain, menyikapi kondisi air pasang yang terjadi, Muda juga berpesan kepada para orang tua agar terus memantau aktivitas anak-anak. Terlebih untuk area dengan genangan air yang tinggi hingga memantau kesehatan anak di tengah-tengah musim penghujan seperti ini. “Semoga anak-anak di sekitar area pasang air dipantau dan tetap terjaga kesehatannya,” harapnya.

Baca Juga :  Danlanud Siagakan Tim SAR Yonko 465  Paskhas

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua RT 06 RW 01 Parit Cabang Kiri Dusun Teluk Permai Desa Teluk Kapuas, Sayuti kembali menceritakan di hadapan Bupati terkait air pasang yang menggenangi rumah warga terjadi sejak Kamis (17/10) malam. Saat itu, kata dia, hujan deras berlangsung dari Kamis malam dan terus berlanjut hingga Jumat pagi. Kondisi itu yang menurutnya mengakibatkan rumah warga tergenang air pasang.

“Air pasang yang menggenangi pemukimanan warga ini sudah ketiga kalinya terjadi sejak bulan Oktober ini. Sampai saat ini, terdapat 25 rumah yang tergenang air pasang dan 6 kepala keluarga yang mengungsi, bertambah satu dari yang sebelumnya berjumlah lima kk. Selain Desa Teluk Kapuas, Desa Parit Baru juga terdampak terjadinya air pasang ini, karena Dusun kita bersebelahan dengan Desa Parit Baru,” ungkapnya.

Menanggapi kehadiran Bupati yang meninjau langsung, Sayuti turut berterima kasih kepada Bupati Muda Mahendrawan. Ia juga membenarkan adanya perintah dari pemerintah daerah yang menginstruksikan kepada pihak desa untuk mendata warga yang kediamannya terendam air. Pendataan dilakukan terkait rencana peninggian lantai rumah warga.

“Alhamdulillah, Pak Bupati Muda sudah merespons kondisi ini dengan memerintahkan pihak desa untuk secepatnya mendata perumahan warga yang tergenang air pasang. Sehingga nantinya bisa mendapatkan bantuan bedah rumah berupa peninggian lantai rumah. Atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” tutupnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/