alexametrics
28 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Sungai Mempawah Meluap, Tiga Desa Terendam

NGABANG – Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Mempawah Hulu dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir bandang pada Rabu (20/11). Sebagian besar, banjir tersebut terjadi di daerah langganan yaitu sepanjang aliaran sungai Mempawah, yakni desa Pahokng dan Desa Karangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, hingga Rabu (20/11) siang terdapat beberapa daerah yang ikut terendam. Debit air sungai Mempawah juga terpantau mulai meningkat, meski belum masuk kategori berbahaya.

Sebelumnya pada malam harinya Desa Tunang juga mengalami banjir namun sekarang airnya sudah Surut. Pada banjir kali ini hanya menggenangi beberapa ruas jalan raya dan pekarangan Rumah warga, namun tidak menutup kemungkinan apabila hari ini hujan di daerah hulu maka air akan bertambah membanjiri rumah warga.

Baca Juga :  Kasus Penemuan Mayat Perempuan di Hutan Kunyit Mandor Terungkap

Banjir di Desa Pahokng menyebabkan terputusnya akses jalan menuju Desa Karangan, aktivitas warga menjadi terhenti dan banyak pelajar yang tidak dapat masuk sekolah dikarenakan banjir tersebut.

“Di ruas jalan raya karangan tepatnya didepan masjid besar karangan air sudah naik ke ruas jalan, apabila volume air meningkat pastinya kendaraan tidak akan bisa lewat dan akses bengkayang ke Pontianak akan putus” ucap Iwan salah satu warga Desa Karangan.

Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Ada beberapa titik di wilayah yang dipimpinnya terendam banjir. Ia mengatakan, melihat kondisi ini ia telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan Patroli di tempat rawan banjir.

Baca Juga :  Warga Evakuasi Orang Sakit Menggunakan Sampan

“Saya sampaikan ke Anggota untuk Berikan bantuan kepada warga yang meminta pertolongan.” ungkapnya

Kapolsek menyampaikan Sampai pada jam 12.00 wib saat anggota Polsek Mempawah Hulu melakukan pengecekan di Waterpal (alat pengukur ketinggian air) yang terletak di sungai mempawah menunjukkan angka 5M. Ini masih masuk dalam kategori aman.

“Kami meminta agar semua pihak ataupun masyarakat di daerah rawan bencana banjir, agar tetap waspada, serta jauhi lokasi-lokasi yang rawan, seperti  di tepi sungai,” imbau Kapolsek. (mif)

NGABANG – Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Mempawah Hulu dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir bandang pada Rabu (20/11). Sebagian besar, banjir tersebut terjadi di daerah langganan yaitu sepanjang aliaran sungai Mempawah, yakni desa Pahokng dan Desa Karangan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, hingga Rabu (20/11) siang terdapat beberapa daerah yang ikut terendam. Debit air sungai Mempawah juga terpantau mulai meningkat, meski belum masuk kategori berbahaya.

Sebelumnya pada malam harinya Desa Tunang juga mengalami banjir namun sekarang airnya sudah Surut. Pada banjir kali ini hanya menggenangi beberapa ruas jalan raya dan pekarangan Rumah warga, namun tidak menutup kemungkinan apabila hari ini hujan di daerah hulu maka air akan bertambah membanjiri rumah warga.

Baca Juga :  Awal Tahun Gasak 10 Motor

Banjir di Desa Pahokng menyebabkan terputusnya akses jalan menuju Desa Karangan, aktivitas warga menjadi terhenti dan banyak pelajar yang tidak dapat masuk sekolah dikarenakan banjir tersebut.

“Di ruas jalan raya karangan tepatnya didepan masjid besar karangan air sudah naik ke ruas jalan, apabila volume air meningkat pastinya kendaraan tidak akan bisa lewat dan akses bengkayang ke Pontianak akan putus” ucap Iwan salah satu warga Desa Karangan.

Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Ada beberapa titik di wilayah yang dipimpinnya terendam banjir. Ia mengatakan, melihat kondisi ini ia telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan Patroli di tempat rawan banjir.

Baca Juga :  Kasus Penemuan Mayat Perempuan di Hutan Kunyit Mandor Terungkap

“Saya sampaikan ke Anggota untuk Berikan bantuan kepada warga yang meminta pertolongan.” ungkapnya

Kapolsek menyampaikan Sampai pada jam 12.00 wib saat anggota Polsek Mempawah Hulu melakukan pengecekan di Waterpal (alat pengukur ketinggian air) yang terletak di sungai mempawah menunjukkan angka 5M. Ini masih masuk dalam kategori aman.

“Kami meminta agar semua pihak ataupun masyarakat di daerah rawan bencana banjir, agar tetap waspada, serta jauhi lokasi-lokasi yang rawan, seperti  di tepi sungai,” imbau Kapolsek. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/