alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Panen Sawit, Seorang Karyawan Tewas Tersengat Listrik

MANIS MATA – Seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Manis Mata ditemukan tewas tersengat aliran listrik, Minggu (20/10) pagi. Lukman (43), tewas setelah tersengat listrik tegangan tinggi ketika memanen buah sawit di Blok M5 Divisi III Betivau Estate (BTE) Dusun Bagan Kusik, Desa Asam Besar, Kecamatan Manis Mata.

Lukman merupakan salah satu Karyawan PT. Harapan Sawit Lestari (HSL) Cargill Group. Dia tewas setelah alat memanen buah sawit tak sengaja menyentuh kabel listrik milik PLN di ruas jalan provinsi Ketapang – Manis Mata, sekitar pukul 08.30 WIB. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tak bisa diselamatkan.

Kepala Polsek (Kapolsek) Manis Mata, AKP Yafet Efraim Patabang, membenarkan informasi kecelakaan kerja tersebut. “Kecelakaan kerja terjadi saat korban melakukan panen buah kelapa sawit dengan menggunakan enggrek panjang sekitar 10,4 meter yang jaraknya sekitar 3 meter dengan jalur kabel PLN,” kata Yafet, kemarin.

Baca Juga :  Menjalin Berstatus Zona Merah, Para Pemuda Semprotkan Cairan Disinfektan

Dia menjelaskan, saat memotong buah kelapa sawit, alat enggrek yang terbuat dari logam besi itu terlempar kebelakang dan menyenggol kabel listrik PLN. Korban, ketika itu, menurut dia, langsung tersengat aliran listrik. “Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian, tepatnya di tepi jalan provinsi Ketapang – Manis Mata,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pada saat korban memanen buah sawit dan pelepah sawit, posisinya membelakangi jalur kabel PLN. Diduga dia, saat memotong buah sawit dan pelepah sawit, enggrek yang digunakan korban tersenggol pelepah atau buah, sehingga terlempar kebelakang. Sementara enggrek tersebut, menurut dia, masih dalam genggaman tangan korban. Dia memperkirakan korban tidak sempat melepaskan enggrek tersebut.

“Korban langsung terjatuh dan bersungkur. Beberapa saksi mata langsung menolong korban dan langsung membawanya ke balai pengobatan PT. HSL. Dari hasil pemeriksaan dokter dan medis balai pengobatan PT. HSL Manis Mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban dan korban meninggal, akibat terkena aliran listrik dengan tegangan sangat tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :  FSBM II Resmi Digelar

Sementara itu, pihak perusahaan melalui Communication PT. HSL, Dewi Mayasari, membenarkan informasi kejadian tersebut. Dengan berat hati dan rasa duka yang mendalam, pihak perusahaan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu karyawannya tersebut. Menurutnya, karyawan yang meninggal dunia tersebut bekerja di bagian panen buah sawit.

“Lukman mengalami kecelakaan fatal pada saat melakukan aktivitas pemangkasan pada Hari Minggu pagi, 20 Oktober 2019. Saat ini investigasi kecelakaan sedang dilakukan. Kami sepenuhnya membantu keluarga almarhum pada masa sulit ini. Perusahaan menyampaikan turut berbela sungkawa yang dalam kepada keluarga dan rekan-rekan yang yang ditinggalkan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, keselamatan dan keamanan karyawan, kontraktor, beserta keluarga merupakan hal yang terpenting bagi perusahaan. “Selanjutnya kami akan mempelajari hasil investigasi untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja kami,” pungkasnya. (afi)

MANIS MATA – Seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Manis Mata ditemukan tewas tersengat aliran listrik, Minggu (20/10) pagi. Lukman (43), tewas setelah tersengat listrik tegangan tinggi ketika memanen buah sawit di Blok M5 Divisi III Betivau Estate (BTE) Dusun Bagan Kusik, Desa Asam Besar, Kecamatan Manis Mata.

Lukman merupakan salah satu Karyawan PT. Harapan Sawit Lestari (HSL) Cargill Group. Dia tewas setelah alat memanen buah sawit tak sengaja menyentuh kabel listrik milik PLN di ruas jalan provinsi Ketapang – Manis Mata, sekitar pukul 08.30 WIB. Meski sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tak bisa diselamatkan.

Kepala Polsek (Kapolsek) Manis Mata, AKP Yafet Efraim Patabang, membenarkan informasi kecelakaan kerja tersebut. “Kecelakaan kerja terjadi saat korban melakukan panen buah kelapa sawit dengan menggunakan enggrek panjang sekitar 10,4 meter yang jaraknya sekitar 3 meter dengan jalur kabel PLN,” kata Yafet, kemarin.

Baca Juga :  Massa Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja

Dia menjelaskan, saat memotong buah kelapa sawit, alat enggrek yang terbuat dari logam besi itu terlempar kebelakang dan menyenggol kabel listrik PLN. Korban, ketika itu, menurut dia, langsung tersengat aliran listrik. “Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian, tepatnya di tepi jalan provinsi Ketapang – Manis Mata,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pada saat korban memanen buah sawit dan pelepah sawit, posisinya membelakangi jalur kabel PLN. Diduga dia, saat memotong buah sawit dan pelepah sawit, enggrek yang digunakan korban tersenggol pelepah atau buah, sehingga terlempar kebelakang. Sementara enggrek tersebut, menurut dia, masih dalam genggaman tangan korban. Dia memperkirakan korban tidak sempat melepaskan enggrek tersebut.

“Korban langsung terjatuh dan bersungkur. Beberapa saksi mata langsung menolong korban dan langsung membawanya ke balai pengobatan PT. HSL. Dari hasil pemeriksaan dokter dan medis balai pengobatan PT. HSL Manis Mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban dan korban meninggal, akibat terkena aliran listrik dengan tegangan sangat tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketapang Zona Merah

Sementara itu, pihak perusahaan melalui Communication PT. HSL, Dewi Mayasari, membenarkan informasi kejadian tersebut. Dengan berat hati dan rasa duka yang mendalam, pihak perusahaan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu karyawannya tersebut. Menurutnya, karyawan yang meninggal dunia tersebut bekerja di bagian panen buah sawit.

“Lukman mengalami kecelakaan fatal pada saat melakukan aktivitas pemangkasan pada Hari Minggu pagi, 20 Oktober 2019. Saat ini investigasi kecelakaan sedang dilakukan. Kami sepenuhnya membantu keluarga almarhum pada masa sulit ini. Perusahaan menyampaikan turut berbela sungkawa yang dalam kepada keluarga dan rekan-rekan yang yang ditinggalkan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, keselamatan dan keamanan karyawan, kontraktor, beserta keluarga merupakan hal yang terpenting bagi perusahaan. “Selanjutnya kami akan mempelajari hasil investigasi untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja kami,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/