alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Ramaikan Karnaval Tenun Lunggi

 Sejumlah Daerah Nyatakan Kesiapan

SAMBAS – Sejumlah peserta sudah memastikan diri ikuti kegiatan Karnaval Tenun Lunggi Sambas 2019 yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Agustus 2019 mendatang. Selain dari Sambas, sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat sudah daftar. Dalam rangka persiapan even tersebut, belum lama ini dilaksanakan rapat lintas sektoral yang dipimpin Wakil Bupati Sambas. Sejumlah hasil didapatkan dalam rapat yang dilaksanakan.

Diantaranya, beberapa kabupaten di Kalbar, seperti Bengkayang, Kayong Utara serta Kota Singkawang akan menurunkan perwakilannya dalam karnaval tenun lunggi. Jadi sampai saat ini, jika ditambah peserta dari Kabupaten Sambas, untuk peserta kategori perorangan sudah sebanyak 38. Sementara untuk kategori regu, sudah ada delapan regu dengan 56 orang.

Baca Juga :  Pengusaha Warkop Wajib Patuhi Edaran

Karnaval Tenun Lunggi Sambas 2019, akan mengambil rute sepanjang 2,1 Kilometer. Kegiatan akan dimulai pada Sabtu padi dengan start di Halaman Istana Alwatzikoebillah Sambas, peserta karnaval tenun akan masuk di jalan Marhum, Jalan M Tsyafiuddin, Jalan Pembangunan dan finish di Halaman Kantor Bupati Sambas. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan karnaval pada 2019, adalah pelaksanaan di tahun kedua. Melalui momen ini, tenun lunggi Sambas semakin dikenal didunia. Kemudian karnaval, juga sebagai bentuk apresiasi kepada para pengrajin tenun, serta bertujuan menumbuhkan minat kepada generasi muda agar lahir penenun-penenun baru serta dalam rangka melestarikan tenun Lunggi sebagai salah satu kekayaan turun temurun yang masih lestasi hingga kini.

“Para penenun nantinya bisa berkolaborasi dengan diseigner dan siapa saja yang tertarik dengan tenun. Karena dalam karnaval, bahan yang digunakan adalah tenun Sambas dengan persentase tertentu, dan digabung dengan inovasi yang bisa dibuat dalam karakter saat ditampilkan nanti,” katanya. Hairiah berharap, melalui karnaval tenun ini. Salah satu kekayaan Sambas, tetap lestari dan dikenal di dunia. “Ini bagian dari upaya melestarikan kekayaan warga Sambas yang sudah ratusan tahun. Kemudian menghindari adanya klaim dari pihak lain atas tenun Sambas, karena tenun Sambas ya tenun Sambas. Kalau ada daerah lain memiliki kemiripan, itu akibat dari ekspansi kegiatan-kegiatan yang diikuti para penenun. Dan ini bagian membuka mata dunia, ketika berbicara Tenun akan menyebut Sambas,” katanya.(fah)

Baca Juga :  Diduga Mengandung Amonium Nitrat, Pembawa Pupuk Diamankan Polisi

 Sejumlah Daerah Nyatakan Kesiapan

SAMBAS – Sejumlah peserta sudah memastikan diri ikuti kegiatan Karnaval Tenun Lunggi Sambas 2019 yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Agustus 2019 mendatang. Selain dari Sambas, sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat sudah daftar. Dalam rangka persiapan even tersebut, belum lama ini dilaksanakan rapat lintas sektoral yang dipimpin Wakil Bupati Sambas. Sejumlah hasil didapatkan dalam rapat yang dilaksanakan.

Diantaranya, beberapa kabupaten di Kalbar, seperti Bengkayang, Kayong Utara serta Kota Singkawang akan menurunkan perwakilannya dalam karnaval tenun lunggi. Jadi sampai saat ini, jika ditambah peserta dari Kabupaten Sambas, untuk peserta kategori perorangan sudah sebanyak 38. Sementara untuk kategori regu, sudah ada delapan regu dengan 56 orang.

Baca Juga :  Sinergi TNI AL dan IAGI Kalbar Bangun Temajuk

Karnaval Tenun Lunggi Sambas 2019, akan mengambil rute sepanjang 2,1 Kilometer. Kegiatan akan dimulai pada Sabtu padi dengan start di Halaman Istana Alwatzikoebillah Sambas, peserta karnaval tenun akan masuk di jalan Marhum, Jalan M Tsyafiuddin, Jalan Pembangunan dan finish di Halaman Kantor Bupati Sambas. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan karnaval pada 2019, adalah pelaksanaan di tahun kedua. Melalui momen ini, tenun lunggi Sambas semakin dikenal didunia. Kemudian karnaval, juga sebagai bentuk apresiasi kepada para pengrajin tenun, serta bertujuan menumbuhkan minat kepada generasi muda agar lahir penenun-penenun baru serta dalam rangka melestarikan tenun Lunggi sebagai salah satu kekayaan turun temurun yang masih lestasi hingga kini.

“Para penenun nantinya bisa berkolaborasi dengan diseigner dan siapa saja yang tertarik dengan tenun. Karena dalam karnaval, bahan yang digunakan adalah tenun Sambas dengan persentase tertentu, dan digabung dengan inovasi yang bisa dibuat dalam karakter saat ditampilkan nanti,” katanya. Hairiah berharap, melalui karnaval tenun ini. Salah satu kekayaan Sambas, tetap lestari dan dikenal di dunia. “Ini bagian dari upaya melestarikan kekayaan warga Sambas yang sudah ratusan tahun. Kemudian menghindari adanya klaim dari pihak lain atas tenun Sambas, karena tenun Sambas ya tenun Sambas. Kalau ada daerah lain memiliki kemiripan, itu akibat dari ekspansi kegiatan-kegiatan yang diikuti para penenun. Dan ini bagian membuka mata dunia, ketika berbicara Tenun akan menyebut Sambas,” katanya.(fah)

Baca Juga :  Hasil Swab Negatif, Dua PDP Sambas Dipulangkan

Most Read

Artikel Terbaru

/